DPRD Nilai Dryer Panen Jadi Instrumen Stabilkan Harga dan Lindungi Petani Lampung

Selasa, 3 Februari 2026 | 10:06 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Anggota Komisi IIDPRD Provinsi Lampung,Mikdar Ilyas, menilai kebijakan Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausalterkait pengadaan mesin pengering (dryer) hasil panen sebagai langkah brilian dan berpihak langsung kepada petani.

Sebagai provinsi lumbung pangan nasional untuk komoditas padi, singkong, dan jagung, Lampung kerap menghadapi persoalan klasik saat panen raya berlangsung serentak. Melimpahnya produksi tidak selalu diimbangi daya serap pasar, sehingga berujung penurunan harga bahkan kerusakan hasil panen.

“Ketika panen berbarengan, petani khawatir hasilnya tidak tertampung. Kalau dibiarkan, bisa busuk dan harga jatuh. Ini jelas merugikan petani,” ujar Mikdar, Selasa (3/2).

PolitisiPartai Gerindraitu menegaskan, sejak Mirza memimpin, sektor pertanian Lampung menunjukkan kemajuan signifikan. Salah satunya melalui kebijakan pengadaan mesin pengering yang dapat digunakan untuk berbagai komoditas yakni padi, jagung, singkong hingga kopi serta efektif saat musim hujan.

Baca Juga:  AKBP Ramadhona Resmi Jabat Kapolres Way Kanan 

Pada 2025, kata Mikdar,Pemerintah Provinsi Lampungmenganggarkan 20 unit mesin pengering, kemudian ditambah menjadi 80 unit. Totalnya mencapai 100 unit yang dialokasikan melalui APBD murni dan perubahan.

“Rencananya jumlah ini akan terus ditambah. Tujuannya agar petani tidak khawatir saat panen. Hasil panen bisa dikeringkan, disimpan, dan dijual ketika harga membaik,” jelasnya.

Ia memaparkan, satu unit mesin pengering mampu mengeringkan hingga 20 ton hasil panen dalam dua hari. Dengan 100 unit, kapasitas penanganan dapat mencapai sekitar 2.000 ton dalam periode yang sama.

“Ini sangat membantu, bukan hanya petani, tapi juga pembeli dan penampung. Rantai distribusi jadi lebih sehat, harga lebih stabil,” tegas Mikdar.

Baca Juga:  Melampaui Ekspor, Industri NEV China Beri Manfaat bagi Pasar Global

Komisi II DPRD Lampung mendorong agar ke depan setiap desa sentra produksi memiliki mesin pengering sendiri guna memaksimalkan potensi panen dan meningkatkan nilai tambah petani.

Mikdar menjelaskan, bantuan disalurkan melaluiDinas Pertaniandan dikelola kelompok tani. Kelompok penerima menyediakan lahan dan rumah mesin, sementara pengadaan alat dibantu Pemprov Lampung. Biaya operasional dan pemeliharaan disepakati bersama.

“Selain membantu pascapanen, ada nilai tambah ekonomi karena produk yang sudah dikeringkan memiliki harga jual lebih baik,” ujarnya.

Dengan terobosan tersebut, Mikdar optimistis Lampung mampu melesat menjadi provinsi penghasil pangan nomor satu nasional dari posisi sebelumnya di peringkat keempat.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun
Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap
“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok
Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 
Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 10:24 WIB

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 September 2026 - 10:23 WIB

Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

Kamis, 3 September 2026 - 09:57 WIB

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 September 2026 - 09:33 WIB

Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Berita Terbaru

Presiden Tiongkok dan Mesir bersama Istri di Museum Besar [Xin]

#indonesiaswasembada

Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Kamis, 3 Sep 2026 - 10:24 WIB


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 30 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal feri mengangkut para murid menuju sekolah di Bo'ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:57 WIB

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB