Melampaui Ekspor, Industri NEV China Beri Manfaat bagi Pasar Global

Kamis, 6 Agustus 2026 | 23:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Mobil-mobil yang siap untuk proses pengiriman dan ekspor di kawasan pelabuhan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xin)

Mobil-mobil yang siap untuk proses pengiriman dan ekspor di kawasan pelabuhan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xin)

GUANGZHOU-Di pelabuhan-pelabuhan utama China, berbagai kendaraan listrik (electric vehicle/EV) buatan China satu demi satu dimuat ke kapal pengangkut mobil yang berlayar ke berbagai penjuru dunia. Namun, bagi industri kendaraan energi baru (NEV) China, ekspor kendaraan bukan lagi tujuan akhir, melainkan hanya langkah awal.

Sebagai pengekspor NEV terbesar di dunia, China sedang mengoptimalkan strategi kerja sama globalnya dengan mengubah fokus dari sekadar ekspor produk menuju pengembangan operasi yang terlokalisasi dan pembangunan bersama berbasis ekosistem.

Bagi banyak negara, peralihan ini akan mendatangkan lebih dari sekadar EV yang terjangkau. Peralihan ini juga akan mendatangkan investasi baru, lapangan kerja lokal, dan jalur yang lebih cepat menuju transisi hijau mereka sendiri.

Menurut data resmi dari Asosiasi Produsen Otomotif China (China Association of Automobile Manufacturers/CAAM), China telah mengekspor 2,615 juta NEV sepanjang 2025, meningkat 103,7 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara itu, pada paruh pertama (H1) 2026, ekspor NEV China mencapai 2,355 juta unit, atau meningkat 120 persen (yoy). NEV telah menjadi pendorong utama pertumbuhan ekspor negara itu.

EV China kini bukan hanya dipandang sebagai alternatif murah, melainkan pemain yang bersaing ketat dalam hal performa, fitur pintar, dan desain.

Produsen EV China, XPENG Motors, mengirimkan lebih dari 45.000 unit kendaraan ke pasar luar negeri pada 2025, naik 96 persen (yoy). Eropa menyumbang hampir separuh dari total tersebut, sementara kawasan Asia-Pasifik mencatatkan pertumbuhan yang kuat. Pada Maret 2026, perusahaan tersebut meluncurkan rencana tiga tahun untuk memperluas jangkauan ke pasar Amerika Latin pada 2028.

Baca Juga:  Ini Kata Prof Li Renjun soal Indonesia dan Lampung Dimasa Depan

GAC Group, yang memandang pasar luar negeri sebagai pendorong utama pertumbuhan, mengekspor 121.500 unit kendaraan di bawah mereknya sendiri pada H1 2026, melonjak 132 persen secara tahunan (yoy). Perusahaan menargetkan angka ekspor sebesar 250.000 unit pada 2026 dan 1 juta unit pada 2030, dengan jangkauan pasar yang mencakup 120 negara dan kawasan.

Bagi produsen mobil terkemuka asal China seperti BYD, GAC, dan XPENG, ambisi mereka melampaui sekadar peningkatan volume penjualan. Mereka beralih dari ekspor produk menuju lisensi teknologi, manufaktur lokal, dan pembangunan merek yang kuat, guna menciptakan model ekspansi global yang lebih berkelanjutan dan terintegrasi.

BYD telah melisensikan e-platform 3.0 miliknya kepada Toyota dan teknologi baterai Blade kepada Hyundai, sementara tujuh negara ASEAN telah mengadopsi standar pengisian daya EV perusahaan tersebut. Kesepakatan berbagi teknologi ini tidak hanya membantu produsen mobil global mempercepat siklus penelitian dan pengembangan EV mereka, tetapi juga mendorong penerapan standar industri yang memberikan manfaat bagi pasar otomotif regional.

Senada dengan BYD, XPENG juga telah memasok sistem pengemudian otonom generasi keduanya dan cip AI Turing yang dikembangkan sendiri kepada Volkswagen untuk penerapan secara global.

Baca Juga:  Kontraktor Siap-Siap Kembalikan Kelebihan Bayar di Metro

Saat ini, pusat pengalaman merek berdesain modern dari BYD, GAC, dan XPENG telah hadir di berbagai kawasan komersial di Eropa, Asia Tenggara, dan Timur Tengah. Kehadiran pusat pengalaman ini sekaligus mengubah persepsi lama yang menganggap mobil China sebagai produk “murah dan berspesifikasi rendah”. Perusahaan-perusahaan ini juga telah mendirikan pusat layanan serta gudang suku cadang regional di pasar-pasar utama, sehingga memangkas waktu perbaikan dan menekan biaya perawatan bagi konsumen di luar negeri.

Selain membangun citra merek, produsen-produsen mobil China juga berusaha terlibat dalam berbagai kegiatan masyarakat lokal di luar negeri. Pada Februari tahun ini, GAC Mexico bergabung dengan Asosiasi Mobilitas Listrik Meksiko untuk mendukung adopsi EV dan pengembangan infrastruktur.

Wakil Sekretaris Jenderal CAAM Chen Shihua mengaitkan lonjakan ekspor NEV China dengan rantai pasok yang tangguh, skala ekonomi, serta iterasi cepat fitur-fitur pintar, seperti teknologi kemudi otonomos dan interaksi kabin pintar.

“Keunggulan-keunggulan ini terus meningkatkan daya saing produk dan membantu produk beradaptasi dengan kebutuhan pengguna di luar negeri,” ujar Shihua.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Lampung-Xin

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Iran dan Oman Finalisasi Kesepakatan soal Selat Hormuz
Polres Mesuji Salurkan Air Bersih untuk Warga Labuhan Permai
Firman Soebagyo Dorong Ikan Lokal Masuk Program Makan Bergizi Gratis
Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026 Tentang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo
DPR Tegaskan Pentingnya Etika Kreator Konten, Ruang Digital Bukan Tanpa Aturan
Pemprov Lampung Intensifkan Percepatan Penanggulangan Tuberkulosis di Tanggamus
Trump Bakal Kembalikan 100 M Dolar AS dari Pungutan Tarif
DPRD Way Kanan Gelar Rapat Paripurna Dengan 3 Agenda 

Berita Terkait

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:43 WIB

Melampaui Ekspor, Industri NEV China Beri Manfaat bagi Pasar Global

Kamis, 6 Agustus 2026 - 23:35 WIB

Iran dan Oman Finalisasi Kesepakatan soal Selat Hormuz

Kamis, 6 Agustus 2026 - 21:49 WIB

Polres Mesuji Salurkan Air Bersih untuk Warga Labuhan Permai

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:56 WIB

Firman Soebagyo Dorong Ikan Lokal Masuk Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 6 Agustus 2026 - 17:39 WIB

Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026 Tentang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Mobil-mobil yang siap untuk proses pengiriman dan ekspor di kawasan pelabuhan di Nanjing, Provinsi Jiangsu, China timur. (Xin)

#indonesiaswasembada

Melampaui Ekspor, Industri NEV China Beri Manfaat bagi Pasar Global

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:43 WIB

Selat Hormuz di dekat Khasab, sebuah kota kecil di Oman utara. (Xin)

#indonesiaswasembada

Iran dan Oman Finalisasi Kesepakatan soal Selat Hormuz

Kamis, 6 Agu 2026 - 23:35 WIB

#indonesiaswasembada

Polres Mesuji Salurkan Air Bersih untuk Warga Labuhan Permai

Kamis, 6 Agu 2026 - 21:49 WIB

#indonesiaswasembada

Firman Soebagyo Dorong Ikan Lokal Masuk Program Makan Bergizi Gratis

Kamis, 6 Agu 2026 - 17:56 WIB