Deddy Sitorus Beri Klarifikasi soal Sebutan “Gerombolan Sirkus”

Kamis, 30 Juli 2026 | 18:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Anggota Komisi II DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan (PDIP), Deddy Yevri Sitorus, memberikan klarifikasi tegas terkait tudingan bahwa dirinya telah menghina profesi jurnalis dengan sebutan “gerombolan sirkus” saat rapat di Komisi II DPR RI.

Deddy membantah telah melakukan pengusiran terhadap wartawan dan menyebut tuduhan tersebut sebagai fitnah. Ia justru menuntut permintaan maaf dari pihak-pihak yang melayangkan tudingan tersebut kepada dirinya.

“Saya justru akan meminta wartawan yang menuduh itu meminta maaf karena melakukan fitnah. Saya tidak ada mengusir wartawan,” ujar Deddy dikutip dari Suara.com, Kamis (30/7/2026).

Deddy menjelaskan bahwa situasi di ruang sidang saat itu memang sangat ramai oleh kerumunan orang yang berdiri di tengah area rapat, yang menurutnya mengganggu ketertiban.

Ia menyebut fenomena kerumunan ini sering terjadi dan melibatkan berbagai pihak, bukan hanya media.

Baca Juga:  Komisi V DPR Kawal Modifikasi Cuaca Penanganan Karhutla Di Kalimantan Dan Sumatera

“Ini kejadian berulang di mana selalu banyak orang berdiri bergerombol di ruang sidang. Biasanya itu adalah staf atau rombongan mitra atau publik yang kita tidak tahu juga. Dan saya selalu dalam situasi seperti itu meminta sekretariat untuk menertibkan situasi dan meminta yang bukan peserta rapat untuk naik ke balkon,” jelasnya.

Lebih lanjut, Deddy menceritakan kronologi saat rapat baru dimulai. Karena melihat banyaknya orang yang berdiri di tengah ruang rapat, ia meminta pimpinan rapat untuk menertibkan suasana agar pengunjung pindah ke area balkon.

Menurutnya, balkon justru merupakan tempat yang lebih strategis untuk mengambil dokumentasi.

“Hal yang sama tadi terjadi. Rapat sudah mulai tetapi ada puluhan orang yang berdiri di tengah-tengah ruang rapat. Saya meminta pimpinan untuk menertibkan dan meminta pengunjung untuk naik ke balkon yang sebenarnya lebih memudahkan mengikuti dan atau mengambil foto/video,” tambah Deddy.

Baca Juga:  Gubernur Mirza Dorong Teknologi Tepat Guna untuk Percepat Hilirisasi Komoditas Lampung

Terkait penggunaan kata “sirkus” yang menjadi polemik, Deddy menegaskan bahwa kalimat tersebut ditujukan pada situasi ketidaktertiban di dalam ruangan, bukan merujuk pada profesi tertentu. Ia pun membeberkan kalimat yang sebenarnya ia ucapkan dalam rapat tersebut.

“Tepatnya kata-kata saya: ‘mohon izin pimpinan, ini terlalu ramai dan tidak tertib… mohon agar yang berdiri diminta naik ke atas. Ini sudah seperti sirkus’,” ungkapnya.

Deddy menegaskan bahwa pernyataannya bersifat umum dan ditujukan kepada siapa saja yang tidak tertib di dalam ruang rapat.

“Jadi tidak ada menyebut wartawan atau apapun tetapi siapapun yg berdiri dan bergerombol di ruangan rapat,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dua Laboratorium Baru UIM Siapkan Ruang Belajar Lebih Nyata bagi Mahasiswa, Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas
Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi
Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika
Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam
Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon
Keren, Kades Indonesia Belajar ke Tiongkok
PWI Lampung Gandeng Pemkab Lamtim Sukseskan HPN-Porwanas 2027 dan Kick-Off
Fahd 3 Kali Jadi Tersangka Korupsi, KPK Siapkan Hukuman Berat
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Dua Laboratorium Baru UIM Siapkan Ruang Belajar Lebih Nyata bagi Mahasiswa, Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi

Rabu, 16 September 2026 - 12:39 WIB

Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 16 September 2026 - 11:50 WIB

Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam

Rabu, 16 September 2026 - 10:20 WIB

Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:39 WIB

Perang Besar Sangat Mungkin Terjadi [rrinet]

#indonesiaswasembada

Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:50 WIB

#indonesiaswasembada

Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:20 WIB