JAKARTA – Anggota Komisi V DPR RI, Sriyanto Saputro memastikan pemerintah terus memproses langkah modifikasi cuaca untuk mendukung penanganan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) di wilayah Kalimantan dan Sumatera. Pelaksanaan modifikasi cuaca dipersiapkan secara intensif agar dapat segera dilakukan apabila kondisi titik api dinilai semakin mendesak.
Sriyanto mengatakan pelaksanaan modifikasi cuaca merupakan bagian dari tugas Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Karena itu, ia mendorong BMKG untuk terus meningkatkan respons serta memperkuat koordinasi dengan berbagai pemangku kepentingan dalam menghadapi potensi peningkatan Karhutla.
“Kalau terkait dengan modifikasi cuaca ini menjadi tupoksi dari BMKG. Tentunya kita mendorong bagaimana BMKG terus merespons cepat dan berkoordinasi dengan stakeholder yang lain. Kalau sekiranya memang perlu, modifikasi cuaca ini harus kita genjot dan lakukan,” ujar Sriyanto dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI di Stasiun Meteorologi Maritim Kelas II Tanjung Perak, Surabaya, Jawa Timur.
Politisi Fraksi Partai Gerindra tersebut menegaskan Komisi V DPR RI terus mengawasi perkembangan Karhutla di sejumlah daerah. Pemantauan dilakukan untuk memastikan langkah mitigasi dan penanganan dapat berjalan sesuai dengan kondisi di lapangan.
Sriyanto menjelaskan, sebelum melakukan peninjauan di Surabaya, rombongan Komisi V DPR RI juga telah mengunjungi stasiun BMKG di Pontianak, Kalimantan Barat. Kunjungan tersebut dilakukan untuk melihat secara langsung pemetaan persebaran titik api serta anomali cuaca di wilayah yang terdampak Karhutla.
Sementara itu, Sudjatmiko mengatakan rencana pelaksanaan modifikasi cuaca di sejumlah wilayah di luar Pulau Jawa telah masuk dalam perencanaan program pemerintah. Operasi tersebut dipersiapkan antara lain untuk wilayah Kalimantan dan Sumatera.
Ia mengakui bahwa pelaksanaan modifikasi cuaca membutuhkan biaya operasional yang cukup besar. Oleh karena itu, pelaksanaannya harus direncanakan secara matang, terukur, dan tepat sasaran agar intervensi yang dilakukan dapat memberikan hasil optimal.
“Memang biayanya mahal, ini memang sedang dimasukkan juga dari program pemerintah selain di Kalimantan juga di Sumatera. Tapi memang dalam waktu dua minggu ini akan dicoba sesegera mungkin untuk dilakukan modifikasi cuaca,” urai Sudjatmiko.
Sudjatmiko menegaskan DPR RI akan terus mengawal proses persiapan hingga pelaksanaan modifikasi cuaca tersebut. Langkah itu diharapkan dapat menjadi salah satu instrumen untuk mempercepat penanganan Karhutla di wilayah yang mengalami peningkatan titik api.
Melalui modifikasi cuaca, pemerintah diharapkan dapat meningkatkan peluang terjadinya hujan di wilayah sasaran. Curah hujan tersebut dapat membantu menurunkan suhu dan membasahi lahan, terutama kawasan gambut yang rentan terbakar, sekaligus mendukung upaya pemadaman titik api.
Upaya tersebut juga dinilai penting untuk mencegah meluasnya dampak Karhutla terhadap masyarakat, termasuk risiko penurunan kualitas udara dan gangguan kesehatan akibat paparan asap. Komisi V DPR RI pun memastikan akan terus memantau koordinasi BMKG bersama pemerintah dan instansi terkait agar penanganan Karhutla dapat dilakukan secara cepat dan efektif.(*)
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty Efriyani
Sumber Berita : DPR RI

















