Tiongkok dan Mesir: Teladan Dialog Antarperadaban

Minggu, 30 Agustus 2026 | 23:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy


Foto yang diabadikan memperlihatkan sebuah perahu di Sungai Nil, Kegubernuran Luxor, Mesir. [Xinhua]

Foto yang diabadikan memperlihatkan sebuah perahu di Sungai Nil, Kegubernuran Luxor, Mesir. [Xinhua]

BEIJING-Kunjungan Presiden Tiongkok Xi Jinping yang akan datang ke Mesir berlangsung di tengah berkecamuknya konflik geopolitik di berbagai belahan dunia, terutama di Timur Tengah. Saat ini, mungkin tidak banyak pertanyaan yang lebih mendesak daripada bagaimana berbagai peradaban dapat hidup berdampingan dalam damai alih-alih terjerumus ke dalam konfrontasi.

Dalam berinteraksi dengan berbagai peradaban, Xi meyakini diperlukan wawasan yang lebih luas dari langit.
“Kita harus mendorong berbagai peradaban untuk saling menghormati dan hidup berdampingan secara harmonis, mengubah pertukaran dan pembelajaran timbal balik antarperadaban menjadi jembatan yang mempromosikan persahabatan antarmasyarakat di seluruh dunia, mesin yang menggerakkan masyarakat manusia, serta ikatan yang memperkuat perdamaian dunia,” ujar Xi pada 2014 di kantor pusat UNESCO di Paris.

Wawasan Xi tersebut juga tercermin dalam sebuah artikel yang ditandatanganinya pada 2016. Dalam artikel itu, Xi mengatakan bahwa peradaban Tiongkok dan peradaban Arab Islam merupakan peradaban besar dunia yang masing-masing memiliki karakteristik unik.

“Kami saling menghargai dan belajar dari satu sama lain,” tulis Xi. “Pembelajaran timbal balik seperti ini, yang berlandaskan sikap saling menghormati dan rendah hati, menjadi teladan yang baik bagi pertukaran antara peradaban yang berbeda.”

Baca Juga:  Indonesia Lirik Kolaborasi Pengobatan Modern dan Tradisional China

Pada 2023, Xi mengusulkan Inisiatif Peradaban Global yang bertujuan mendekatkan masyarakat dari berbagai negara serta mendorong inklusivitas dan pembelajaran timbal balik antarperadaban. Inisiatif tersebut telah mendapat pengakuan luas di dunia Arab dan berbagai kawasan lainnya.

Presiden Tiongkok Xi Jinping menghadiri sebuah upacara penyambutan meriah sebelum pembicaraan dengan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi di luar Istana Qubba di Kairo, Mesir (Xinhua)

Tiongkok dan Mesir, yang sama-sama merupakan peradaban kuno dunia, juga merupakan negara utama di kawasan Global South yang berupaya membangun dunia yang lebih baik dan lebih adil bagi semua. Hubungan kedua negara yang berkembang pesat dalam beberapa tahun terakhir menjadi contoh nyata bagaimana peradaban yang berbeda dapat hidup berdampingan dan bekerja sama sembari tetap mempertahankan identitas masing-masing.

Ahmed Kandil, kepala Unit Hubungan Internasional di Pusat Kajian Politik dan Strategis Al-Ahram Mesir, mengatakan bahwa kedua negara saat ini memiliki keselarasan strategis yang luas dalam berbagai isu internasional utama, termasuk reformasi tata kelola global, dukungan terhadap tatanan dunia multipolar, penghormatan terhadap beragam jalur pembangunan, serta prinsip tidak mencampuri urusan dalam negeri negara-negara berdaulat.

Baca Juga:  Lampung Jajaki Kerja Sama Perdagangan dengan Tiongkok

Pada Mei tahun ini, Xi dan Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi saling menyampaikan ucapan selamat untuk memperingati 70 tahun hubungan diplomatik kedua negara. Dalam pesannya, Xi mengatakan Tiongkok dan Mesir harus menyerap kebijaksanaan dan kekuatan dari sejarah, mengemban misi bersama untuk mengejar perdamaian, mendorong pembangunan, memajukan kerja sama, dan menjunjung keadilan, serta menyuntikkan momentum yang kuat bagi pembangunan komunitas dengan masa depan bersama bagi umat manusia.

Mantan Perdana Menteri Mesir Essam Sharaf mengatakan Inisiatif Peradaban Global, bersama serangkaian barang publik global lainnya yang diusulkan Tiongkok, merespons tantangan zaman. Inisiatif tersebut mencerminkan wawasan mendalam Xi mengenai lanskap global dan masa depan umat manusia sebagai “seorang pemikir sejati”, ujarnya.

Saat Xi kembali mengunjungi Mesir untuk memberikan dorongan baru bagi hubungan bilateral, persahabatan antara kedua peradaban kuno tersebut, seperti yang pernah disampaikan Xi, akan terus mengalir deras laksana Sungai Nil. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB