Agak Aneh, PM Israel Marahi Warganya yang Serang Warga Palestina

Minggu, 30 Agustus 2026 | 13:19 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PM Israel Benjamin Netanyahu

PM Israel Benjamin Netanyahu

YERUSALEM-Perdana Menteri (PM) Israel Benjamin Netanyahu pada Sabtu (29/8) mengeluarkan kecaman agak aneh alias langka atas kekerasan yang dilakukan pemukim di Tepi Barat. Dia menyebut serangan di desa Qusra dan Jalud di Palestina sebagai aksi “kriminal” dan mendesak pihak berwenang untuk menangkap orang-orang yang bertanggung jawab.

“Saya mengecam keras tindakan kekerasan kriminal yang dilakukan di desa Qusra dan Jalud,” kata Netanyahu dalam pernyataannya, seraya menyebut para penyerang sebagai “segelintir perusuh yang melanggar hukum.”

Netanyahu mengatakan serangan-serangan tersebut “merusak posisi internasional Israel” dan mengganggu operasi militer di Tepi Barat.

Kecaman tersebut disampaikan setelah sejumlah warga Palestina dilaporkan terluka pada Sabtu dalam serangan yang dilakukan oleh pemukim Israel di berbagai wilayah Tepi Barat.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Pembangunan SDM Berbasis Akhlak

Menurut laporan, puluhan pemukim Israel yang mengenakan penutup wajah menyerbu Qusra dan melukai sejumlah warga Palestina dalam gelombang terbaru kekerasan yang dilakukan pemukim.

Di Jalud yang terletak tak jauh dari Qusra, para pemukim menyerang sebuah keluarga Palestina dan sejumlah jurnalis asing, merusak kendaraan mereka serta melakukan kekerasan fisik terhadap anggota kru, menurut aktivis Bashar al-Qaryouti.

Menurut sumber-sumber Palestina dan Israel, lebih dari setengah juta pemukim Israel tinggal di Tepi Barat, yang diduduki Israel pada 1967, bersama sekitar 3,4 juta warga Palestina.

Kantor PBB untuk Koordinasi Urusan Kemanusiaan (UN Office for the Coordination of Humanitarian Affairs/OCHA) mencatat lebih dari 1.330 serangan yang dilakukan pemukim dan menyebabkan korban di pihak Palestina atau kerusakan properti di Tepi Barat yang diduduki sejak awal 2026 hingga akhir Juli, dengan rata-rata lebih dari enam insiden per hari.

Baca Juga:  Kemdiktisaintek Kaji Biaya Pendidikan Gratis Hingga Perguruan Tinggi

Menurut Komisi Nasional untuk Menolak Tembok dan Permukiman (Commission Against the Wall and Settlements) yang berada di bawah naungan Organisasi Pembebasan Palestina (Palestinian Liberation Organization/PLO), pasukan dan pemukim Israel melakukan 2.256 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat pada Juli saja.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB