Wisman Malaysia Suka Whoosh, Penumpang Capai 1.150/Hari

Selasa, 15 September 2026 | 10:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sejumlah penumpang berpose untuk difoto berlatarkan model rangkaian kereta electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di ruang tunggu Stasiun Halim di Jakarta (Xinhua)

Sejumlah penumpang berpose untuk difoto berlatarkan model rangkaian kereta electric multiple unit (EMU) Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB) di ruang tunggu Stasiun Halim di Jakarta (Xinhua)

JAKARTA-Data terbaru dari PT Kereta Cepat Indonesia-China (KCIC) menunjukkan bahwa hingga Agustus 2026, Kereta Cepat Jakarta-Bandung atau Whoosh telah melayani 403.600 perjalanan penumpang warga negara Malaysia, mencakup 42,8 persen dari total 944.100 perjalanan penumpang warga negara non-Indonesia. Dengan demikian, Malaysia tetap menjadi sumber penumpang wisatawan mancanegara (wisman) terbesar untuk Whoosh selama periode tersebut.

Menurut data itu, Whoosh mencatatkan 105.100 perjalanan penumpang warga Malaysia pada periode Januari hingga Agustus 2026, atau setara dengan 40 persen dari total perjalanan penumpang warga negara asing. Pada September saja, warga Malaysia rata-rata membeli 1.150 tiket Whoosh per hari.

Para penari menampilkan Tari Merak dalam rangkaian perayaan HUT ke-81 Provinsi Jawa Barat untuk menyambut kedatangan penumpang Kereta Cepat Jakarta-Bandung (KCJB), yang dikenal juga sebagai Whoosh, di Stasiun Padalarang, Kabupaten Bandung Barat, Provinsi Jawa Barat, pada 19 Agustus 2026. (Xinhua/Septianjar Muharam)

General Manager Corporate Secretary KCIC Eva Chairunisa mengatakan, tingginya minat wisatawan Malaysia menunjukkan bahwa Whoosh telah menjadi bagian dari pengalaman perjalanan mereka selama berada di Indonesia. Whoosh memudahkan wisatawan dengan menggabungkan agenda wisata di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi di Jawa Barat dalam satu perjalanan.

“Wisatawan Malaysia menjadi pengguna Whoosh dari kalangan warga negara asing dengan jumlah terbesar. Kehadiran Whoosh membuat perjalanan Jakarta-Bandung menjadi lebih cepat dan nyaman sehingga wisatawan dapat mengunjungi lebih banyak destinasi dalam waktu yang terbatas,” ujar Eva.

Baca Juga:  Pertemuan Xi-Trump Suntik Kepercayaan dan Stabilitas Global

Peningkatan minat wisatawan Malaysia turut didukung oleh kolaborasi antara biro perjalanan di Malaysia dengan biro perjalanan di Jakarta dan Bandung. KCIC terus membuka peluang kerja sama dengan berbagai biro perjalanan untuk menghadirkan paket wisata yang mengintegrasikan Whoosh dengan destinasi wisata, akomodasi, dan layanan pendukung perjalanan lainnya.

Sejumlah besar penumpang asal Malaysia membagikan pengalaman mereka menggunakan Whoosh di media sosial. Mereka memuji kenyamanan layanan, harga yang terjangkau, serta ketepatan waktu perjalanan yang ditawarkan.

Sebagai salah satu langkah konkret untuk memperkuat pasar tersebut, KCIC datang langsung ke Malaysia dengan mengikuti MATTA Fair di Kuala Lumpur dan melaksanakan sales mission di Penang. Melalui kegiatan tersebut, KCIC memperkenalkan layanan Whoosh, cara membeli tiket, konektivitas Jakarta-Bandung, serta peluang pengembangan paket perjalanan bersama pelaku industri pariwisata Malaysia.

Berdasarkan interaksi tim KCIC selama kegiatan di Malaysia, wisatawan yang tertarik menggunakan Whoosh didominasi oleh solo traveler, keluarga, dan kelompok kecil. Sebagian lainnya melakukan perjalanan menggunakan paket wisata. Mereka umumnya menghabiskan dua hari di Jakarta dan satu hari di Bandung, atau sebaliknya, dalam perjalanan sekitar empat hari tiga malam hingga lima hari empat malam.

Baca Juga:  Lampung Pastikan Sekolah Besok Tatap Muka 

Wisatawan Malaysia banyak memilih wisata kuliner di Bandung, berbelanja dan menikmati wisata urban Jakarta, serta mengunjungi kawasan wisata alam Jawa Barat seperti Lembang dan Ciwidey. Whoosh tidak hanya digunakan sebagai moda transportasi, tetapi juga menjadi salah satu pengalaman yang ingin mereka coba ketika berkunjung ke Indonesia.

Sebagian wisatawan Malaysia masih memilih membeli tiket secara langsung atau go show karena mempertimbangkan kemungkinan keterlambatan penerbangan dan kondisi lalu lintas dari bandara. KCIC terus memperkuat edukasi mengenai cara pembelian tiket dan mendorong wisatawan merencanakan perjalanan melalui kanal resmi, yaitu aplikasi Whoosh, situs web ticket.kcic.co.id, loket dan Ticket Vending Machine di stasiun, Access by KAI, Livin’ by Mandiri, BRImo, wondr by BNI, Tiket.com, Traveloka, dan Trip.com.

“KCIC akan terus menjaga kualitas pelayanan dan memperkuat kolaborasi dengan pelaku industri pariwisata di Indonesia maupun Malaysia. Kami berharap Whoosh dapat semakin memudahkan wisatawan menikmati perjalanan yang terintegrasi di Jakarta, Bandung, dan berbagai destinasi wisata di Jawa Barat,” tutup Eva. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB