Warga Meradang Banyak Lalat Ulah Kandang Ayam, Lurah Kota Alam : Perjanjian Jelas, Bau dan Banyak Lalat Kandang Ditutup!

Minggu, 20 Oktober 2024 | 15:38 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

“Kami disini enggak tahu kalau kandang ayam punya pak ES itu buka lagi, itu sumber penyakit yang mengundang lalat, makan dirumah ini sudah enggak nyaman lagi, rebutan dengan lalat, apa lagi pas mau tidur, pokoknya kami terganggu oleh lalat ini bang,” timpal dia lagi.

Hal senada dikatakan Vina (30) warga RT 006 LK 005 Kota Alam, dirinya mengeluhkan banyak lalat beberapa hari terakhir dirumahnya. Setelah ditelusuri, dirinya baru mengetahui jika sumber lalat tersebut disebabkan oleh pihak kandang ayam (milik ES) yang ada diseberang sungai Way Melan tengah memanen ayam potong (broiler) dan sedang melakukan pembersihan kandang.

“Banyak sekali dirumah ini lalatnya. Pas dicari tahu sama suami saya, rupanya kandang ayam yang di seberang kali (sungai) belakang itu habis panen, suami saya lihat kandangnya lagi ngeluarin peralatan dan tahi (kotoran) ayam lagi di karungi,” keluhnya.

Baca Juga:  Korban Meningggal Gempa Kolombia 304 Orang, Hilang 426

Dirinya berharap, pemerintah setempat segera menindaklanjuti dan mengambil langkah tegas agar kandang ayam dimaksud dapat segera ditutup tidak boleh lagi beroperasional karena sudah sangat meresahkan warga.

“Coba Pak Lurah atau Dinas terkait untuk mengecek kelapangan, kami ini sebagai warga sudah resah, sudah enggak nyaman lagi, mau makan saja harus berebut dengan lalat. Apalagi kalau ada tamu, dikira kami ini jorok. Jadi lebih baik ditutup saja bang kandang ayam itu,” tutur Vina.

Baca Juga:  Korban Tewas Gempa Bumi Kolombia Jadi 188 Orang

Pun demikian, dengan salah satu warga Perumahan Matrix Center, Azi Andaru (33) ikut mengeluhkan banyaknya hama lalat yang tiba-tiba menyerang rumahnya. Sejak lima hari terakhir, huniannya yang berada di komplek perumahan matrix center Kota Alam dipenuhi lalat. Dirinya juga baru mengetahui setelah warga geger mengatakan ada kandang ayam yang sedang panen.

“Sudah terganggu betul kami warga perumahan ini, banyak banget lalatnya. Tuh lihat sendiri lalat nempel di jebakan lem yang saya buat. Tutup saja kandang ayam itu, bukan membawa kebaikan, malah meresahkan,” ujar Azi.


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Nara


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia
Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan
Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump
Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario
Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak
Iran Sebut Suplai Minyak ke Pelanggan Aman-aman Saja
Gunakan Satelit dan Drone, Hampir 100 Warga Tiongkok Hilang di Nepal
Tradisi Penghormatan Leluhur Hantu Lapar di Medan

Berita Terkait

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:58 WIB

Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:52 WIB

Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump

Jumat, 28 Agustus 2026 - 23:13 WIB

Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario

Jumat, 28 Agustus 2026 - 18:52 WIB

Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak

Berita Terbaru

Huawei Seri Baru

#indonesiaswasembada

Huawei Luncurkan Pura 90s Series di Indonesia

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:58 WIB

Gubuernur Mirza Sandang Predika Terpuji [PL]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza: Pendidikan Jadi Kunci Kemajuan

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:52 WIB

Gedung Putih

#indonesiaswasembada

Ben Moss Gantikan Scharf Jadi Asisten Trump

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:45 WIB

Foto yang diabadikan pada 24 Januari 2026 ini menunjukkan Danau Ontario yang membeku di Toronto, Kanada. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Trump dan Kanada Saling Klaim Pemilik Ontario

Jumat, 28 Agu 2026 - 23:13 WIB

Seorang anak bermain di antara pancuran air di Kuwait City, Kuwait. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak

Jumat, 28 Agu 2026 - 18:52 WIB