Sementara itu, salah satu pekerja yang tak ingin disebut namanya mengaku diminta pihak kandang untuk bekerja membersihkan kandang ayam dengan upah Rp60 ribu per harinya. Meski hingga hari ini, upah yang dijanjikan tak kunjung dibayarkan.
Selama bekerja, dirinya mengaku ditugaskan untuk membersihkan kandang dan memungut kotoran ayam kedalam karung. Penyemprotan tidak dilakukan secara maksimal, hari ini saja belum ada penyemprotan untuk mengusir dan membasmi lalat, wajar saja jika lalat berhamburan masuk ke permukiman warga.
“Kami sampai hari ini belum juga dibayar, janji-janji terus. Terakhir dijanjikan akan dilunasi hari Rabu besok. Sebenarnya sudah enggak sanggup lagi, tapi mau gimana bang, upah sampai hari ini belum keluar. Kerjanya ya itu, bersih-bersih, nyemprot, tapi hari ini belum disemprot, wajar saja banyak lalat, kayaknya obatnya kurang,” kata dia.
Terpisah, Lurah Kota Alam, Heri Suherman mengatakan akan mengambil langkah tegas. Sebab, kata dia, pada perjanjian antara warga dan pihak kandang sudah sangat jelas. Bila pihak kandang tidak bisa memenuhi janjinya, maka warga tidak akan mentolerir atas sikap pemilik kandang. Tak ada solusi, harus ditutup jika meresahkan.
“Sudah perjanjian kalau masih banyak lalat sekali ini masyarakat tidak lagi bisa mentolerir persoalan ini. Kami akan mengambil langkah tegas, apa yang menjadi keinginan warga akan kami fasilitasi dan tindak lanjuti,” jelas Lurah.
Sayangnya, hingga berita ini ditayangkan, oknum pemilik usaha kandang ayam inisial ES belum merespon keluhan warga kelurahan setempat dan belum bisa dikonfirmasi.
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara
Sumber Berita : Lampung Utara
















