SANAA- Houthi Yaman pada Jumat (31/7) mengeklaim bahwa delapan kapal tanker minyak Arab Saudi terpaksa mengubah haluan akibat larangan maritim yang diberlakukan kelompok tersebut terhadap pelayaran yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah.
Dalam sebuah pernyataan yang diunggah di X, juru bicara militer Houthi, Yahya Sarea, mengatakan bahwa kapal-kapal tanker tersebut dialihkan menuju Tanjung Harapan (Cape of Good Hope) “sebagai bagian dari strategi ‘blokade dibalas blokade’,” yang dia kaitkan dengan penegakan blokade angkatan laut yang makin intensif oleh kelompok tersebut terhadap kapal-kapal tanker minyak Arab Saudi di Laut Merah.
Sarea menyampaikan bahwa Houthi akan terus menegakkan blokade terhadap Arab Saudi dan memperingatkan bahwa kapal-kapal yang terkait dengan Arab Saudi akan tetap menjadi sasaran serangan “di mana pun memungkinkan.”
Sarea menambahkan bahwa kelompok tersebut tidak akan “menyia-nyiakan upaya apa pun” untuk mengakhiri apa yang disebutnya sebagai blokade terhadap wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Houthi dan “memulihkan hak-hak rakyat Yaman.”
Klaim terbaru ini muncul di tengah meningkatnya ketegangan secara cepat antara kelompok Houthi Yaman dan Arab Saudi. Pada 20 Juli, Houthi mengumumkan apa yang mereka gambarkan sebagai larangan maritim terhadap pelayaran yang terkait dengan Arab Saudi di Laut Merah, dengan mengatakan bahwa langkah tersebut merupakan tanggapan atas dugaan blokade Arab Saudi terhadap wilayah-wilayah yang berada di bawah kendali Houthi.
Sejak saat itu, kelompok tersebut mengeklaim telah melancarkan serangkaian serangan rudal dan drone yang menargetkan kapal-kapal yang berkaitan dengan Arab Saudi di Laut Merah serta infrastruktur energi, sementara koalisi pimpinan Arab Saudi kembali melancarkan serangan udara yang diumumkan secara terbuka terhadap apa yang mereka sebut sebagai target-target militer utama milik Houthi di Yaman, yang menandai serangan pertama Saudi yang diakui secara resmi terhadap kelompok tersebut sejak 2022.
Kembalinya permusuhan tersebut meningkatkan kekhawatiran mengenai keamanan di Laut Merah dan Selat Bab al-Mandab, sehingga meningkatkan risiko terjadinya konfrontasi militer yang lebih luas setelah bertahun-tahun Yaman relatif tenang.
Yaman dilanda konflik sejak akhir 2014, ketika Houthi merebut ibu kota Sanaa dan sebagian besar wilayah utara Yaman, yang mendorong koalisi pimpinan Arab Saudi melakukan intervensi pada 2015 untuk mendukung pemerintah yang diakui secara internasional.[]
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta


![Konflik Houthi Yaman, Yaman dan Arab Saudi menghangatkam suasana Laut Merah [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Konflik-Houthi-Laut-Merah.jpg)

![Konflik Houthi Yaman, Yaman dan Arab Saudi menghangatkam suasana Laut Merah [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Konflik-Houthi-Laut-Merah-225x129.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-225x129.jpg)


![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-225x129.jpg)
![Konflik Houthi Yaman, Yaman dan Arab Saudi menghangatkam suasana Laut Merah [xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Konflik-Houthi-Laut-Merah-129x85.jpg)
![Genjatan Senjata di Gaza [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/Genjatan-Senjata-di-Gaza-129x85.jpg)


![Deputy Chief Editor IDX Channel Herik Kurniawan memberi Penghargaan Utama ESG untuk sektor Perindustrian dan Jasa Komersial kepada wakil IMIP Dermawati Sihite pada ajang IDX Channel ESG Awards 2026, di Jakarta, pada 29 Juli 2026. [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/08/IMP-129x85.jpg)


