Target PAD Lampung Dinilai Terlalu Ambisius, DPRD Dorong Evaluasi Menyeluruh

Minggu, 4 Januari 2026 | 10:33 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDAR LAMPUNG – Komisi III DPRD Lampung menilai target Pendapatan Asli Daerah (PAD) Pemerintah Provinsi Lampung tahun 2025 terlalu ambisius. Pasalnya, realisasi PAD hanya mencapai 79,95 persen atau Rp3,37 triliun dari target Rp4,22 triliun.

 

Ketua Komisi III DPRD Lampung, Supriyadi Hamzah, menyebut sejak awal pihaknya telah mengingatkan pemerintah daerah agar lebih realistis dalam menetapkan target PAD.

 

“Sejak pembahasan APBD Perubahan 2025 dan APBD 2026, saya sudah mengingatkan bahwa target PAD 2025 cukup berat dan berisiko tidak tercapai,” ujar Supriyadi Hamzah, Minggu (4/1/2026) malam.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Ajukan Perubahan APBD 2026, Anggaran Didorong Lebih Berdampak ke Masyarakat

 

Menurut politisi senior Partai Golkar ini, kegagalan mencapai target PAD harus menjadi momentum evaluasi menyeluruh, terutama dalam hal manajemen pendapatan daerah.

 

Ia menekankan perlunya pembenahan serius pada aspek perencanaan, penguasaan data, hingga kualitas sumber daya manusia di lingkungan organisasi perangkat daerah pengelola pendapatan.

 

“Manajemen, program kerja, penguasaan data, koordinasi, dan kemampuan SDM sangat menentukan. Kalau ini tidak dibenahi, target setinggi apa pun akan sulit dicapai,” tegasnya.

Baca Juga:  Kepala BPN Mesuji Hadiri Kunjungan Kerja Dan Silaturrahmi Komisi I DPRD Provinsi Lampung

 

Supriyadi berharap evaluasi tersebut menjadi dasar perbaikan agar target PAD 2026 lebih rasional dan dapat dicapai.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : DPRD

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Dua Laboratorium Baru UIM Siapkan Ruang Belajar Lebih Nyata bagi Mahasiswa, Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas
Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi
Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika
Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam
Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon
Keren, Kades Indonesia Belajar ke Tiongkok
PWI Lampung Gandeng Pemkab Lamtim Sukseskan HPN-Porwanas 2027 dan Kick-Off
Fahd 3 Kali Jadi Tersangka Korupsi, KPK Siapkan Hukuman Berat

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 15:00 WIB

Dua Laboratorium Baru UIM Siapkan Ruang Belajar Lebih Nyata bagi Mahasiswa, Kualitas Pendidikan Lampung Selatan Makin Berkualitas

Rabu, 16 September 2026 - 14:57 WIB

Perankan Anak yang Terasing di Film Toleransi ‘Ageman’ Siswi Kelas 1 SD Way Halim Sempat Grogi

Rabu, 16 September 2026 - 12:39 WIB

Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 16 September 2026 - 11:50 WIB

Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam

Rabu, 16 September 2026 - 10:20 WIB

Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Kemenkes Dukung BNN Cegah Vape Jadi Sarana Penyalahgunaan Narkotika

Rabu, 16 Sep 2026 - 12:39 WIB

Perang Besar Sangat Mungkin Terjadi [rrinet]

#indonesiaswasembada

Survei PBB: Kekhawatiran akan Perang Besar Meningkat Tajam

Rabu, 16 Sep 2026 - 11:50 WIB

#indonesiaswasembada

Oman dan AS Bahas Ketegangan Lewat Percakapan Telepon

Rabu, 16 Sep 2026 - 10:20 WIB