Sri Meliyana Minta Evaluasi 32 Provinsi Gagal Capai Target Imunisasi

Selasa, 20 Januari 2026 | 11:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Capaian imunisasi nasional secara umum mengalami penurunan. Hal ini menjadi perhatian serius Komisi IX DPR RI. Berdasarkan data yang dipaparkan pemerintah dalam Rapat Kerja (Raker) Komisi IX bersama Menteri Kesegatan, sebanyak 32 provinsi belum mencapai target imunisasi rutin sebesar 80 persen. Sementara hanya enam provinsi yang berhasil memenuhi target tersebut.

Anggota Komisi IX DPR RI, Sri Meliyana, menilai kondisi tersebut tidak bisa disederhanakan hanya dengan menyalahkan perubahan sistem pelaporan dari manual ke digital. Menurutnya, penurunan capaian imunisasi di sebagian besar wilayah Indonesia menunjukkan adanya persoalan yang lebih mendasar dan membutuhkan upaya khusus.

“Harus ada usaha khusus. Tidak bisa kita cuma menyalahkan sistem yang berubah. Harus ada kiat tertentu untuk mengangkat imunisasi di 32 provinsi lainnya,” kata Sri Meliyana dalam rapat yang berlangsung di Gedung Nusantara I, Senayan, Jakarta,

Baca Juga:  Jihan : Peserta Jamsostek Lampung Meningkat 21%

Legislator dari Fraksi Partai Gerindra ini pun menegaskan bahwa angka 32 provinsi merupakan jumlah yang sangat besar dan tidak bisa dianggap wajar. Apalagi, imunisasi selama ini merupakan program kesehatan yang telah berjalan baik selama bertahun-tahun dan menjadi indikator penting dalam pelayanan kesehatan masyarakat.

Ia mengingatkan agar pemerintah tidak lalai dalam menjaga capaian imunisasi nasional. Menurutnya, kesalahan kecil dalam pengelolaan sistem berpotensi membuat Indonesia mundur dalam program imunisasi yang selama ini menjadi rujukan, termasuk di tingkat internasional.

“Imunisasi ini program yang bertahun-tahun berjalan baik. Nah jangan sampai kesalahan, ini membuat capaian kita mundur di sektor imunisasi,” ujarnya.

Baca Juga:  HUT ke-81 PMI, Purnama Wulan Sari Mirza Perkuat Gerakan Kemanusiaan di Lampung

Lebih lanjut, Sri Meliani menekankan bahwa perubahan sistem menuju digitalisasi memang penting, namun harus disertai dengan kebijakan afirmatif bagi daerah yang memiliki keterbatasan infrastruktur dan sumber daya manusia. Sistem manual, meski dinilai lambat dan ketinggalan zaman, tetap harus dijalankan sebagai pendamping agar layanan imunisasi tidak terhambat.

“Walaupun alasannya repot, walaupun alasannya out of date dan lain-lain. Daerah-daerah kita terbatas, sistem pelaporannya terbatas, kapasitas kerjanya berat maka tolonglah. Imunisasi ini tidak boleh kalah oleh sistem digital,” pungkasnya.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Udara Bandarlampung Aman!
Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Berita Terbaru

Berita Utama

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:54 WIB

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB