Sakit Tenggorokan, Coba Obat Serak Alami

Jumat, 22 Juli 2022 | 11:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Vira

Suara serak disertai sakit tenggorokan, batuk, atau pilek adalah masalah kesehatan yang sering muncul di musim flu.

Kondisi ini yang biasanya terasa tak nyaman ini bisa mengganggu aktivitas sehari-hari.
Sebelum menyimak beberapa obat serak alami saat sakit tenggorokan kambuh, kenali dulu apa penyebab masalah kesehatan ini.

Penyebab suara serak

Suara serak dan sakit tenggorokan sebenarnya bukanlah suatu penyakit, tapi gejala suatu penyakit.

Dilansir dari MedicineNet, penyebab suara serak kebanyakan karena infeksi virus, bakteri, peradangan pada bagian atas sampai hulu tenggorokan.

Baca Juga:  Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif

Cara menghilangkan suara serak saat sakit tenggorokan yang tidak disebabkan infeksi bakteri biasanya bisa menggunakan bahan alami yang praktis.

Obat serak alami saat sakit tenggorokan

Berikut beberapa obat serak alami yang bisa dijajal saat sakit tenggorokan kambuh:

  • Larutan garam

Dilansir dari TimesofIndia, cara mengatasi suara serak yang efektif saat sakit tenggorokan yakni kumur dengan larutan garam. Campurkan satu sendok teh garam dan segelas air hangat untuk berkumur beberapa kali sehari.

Larutan garam bisa membantu meningkatkan aliran darah ke daerah faring, sehingga bisa membantu menghilangkan infeksi dan mengurangi peradangan.

Baca Juga:  Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Selain itu, kumur dengan larutan garam juga bisa melunturkan lendir yang mengeras dan menempel di dinding tenggorkan, sehingga serak berkurang.

  • Madu

Campurkan satu sendok madu dengan air hangat saat suara serak dan sakit tenggorokan kambuh.
Studi menunjukkan, madu memiliki sifat antibakteri yang baik untuk membantu mengatasi infeksi.

Perlu diingat, jangan memberikan madu pada bayi di bawah usia satu tahun karena berisiko menyebabkan keracunan botulisme.

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia
Pasar Digital Indonesia Paling Aktif
Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier
Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia
PT Datang DSSP Power Indonesia Kirim Karyawan Berprestasi ke Tiongkok
Sinar Matahari Menjadi Listrik, Indonesia Dalam Transisi Hijau
Fitria Khasanah Bawa ‘Garuda Shield’ Kompetisi di Kartika Cyber Hackathon 2026

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:01 WIB

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 16:45 WIB

Pasar Digital Indonesia Paling Aktif

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Jumat, 30 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Mahasiswa Indonesia di Tiongkok Ubah Keterampilan jadi Peluang Karier

Rabu, 28 Oktober 2026 - 20:05 WIB

Perusahaan Robotika Tiongkok Jajaki Mitra di Indonesia

Berita Terbaru

Berita Utama

Menjaga Riau dari Ancaman Karhutla Lewat Mitigasi Berkelanjutan

Jumat, 6 Nov 2026 - 10:29 WIB

Managing Partner International Business RSM China (kiri) dan Chief Strategy Officer sekaligus Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang (kanan) menandatangani nota kesepahaman pembentukan China Desk di RSM Indonesia di Xi'an, Tiongkok, pada 3 November 2026. (RSM Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:05 WIB

Jansen Manansang (ketiga dari kiri), pendiri Taman Safari Indonesia Group, menjadi pembicara dalam subforum Konferensi Mitra Panda Global (Global Panda Partners Conference) pada 3 November 2026.

Berita Utama

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:01 WIB

Delegasi pemuda Indonesia menjajal pembuatan tembikar di Desa Liujiaobao, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 29 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:50 WIB