Pilih Pemimpin Berbasis Keberhasilan bukan Pencitraan

Minggu, 5 Juni 2022 | 15:43 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Laporan: Heri Suroyo

JAKARTA – Politikus PDI Perjuangan (PDIP) berharap agar publik memilih pemimpin berdasarkan tolak ukur keberhasilan bukan pencitraan. Sehingga, calon presiden (Capres) di Pilpres 2024 mendatang adalah para calon pemimpin yang benar-benar berkualitas.

Demikian disampaikan politikus PDiP, Masinton Pasaribu, kepada wartawan, Jakarta, Minggu (5/6). Menurutnya, publik perlu diberi edukasi dalam menentukan pemimpin masa depan sebelum pelaksanaan Pemilu 2024.

“Pemilu itu adalah bagian dari desain besar kebangsaan kita, jadi memilih pemimpin itu harus sesuai dengan konteks kebangsaan. Dalam hal ini memilih pemimpin itu harus berdasarkan ukuran-ukuran keberhasilan bukan karena faktor pencitraan,” kata Masinton.

“Jadi publik itu harus bisa kita edukasi, kepemimpinan yang berbasis keberhasilan bukan karena berbasis pencitraan. Kalau pencitraan kan kita susah mengukur keberhasilan dan prestasinya. Pencitraan itu kan hanya ditampilkan seakan-akan saja,” tegas Masinton.

Lalu siapa tokoh yang memiliki rekam jejak keberhasilan untuk pemimpin Indonesia ke depan? Masinton menyebut, Ketua DPR RI Puan Maharani merupakan salah satu tokoh pemimpin yang memiliki rekam jejak yang jelas.

“Mba Puan itu sejak muda sudah dikader, beliau itu buakan sekedar cucunya Bung Karno atau anaknya Ibu Mega dan Pak Taufik Kiemas, tapi beliu memang dikader dan digemleng dari masa muda,” terang Masinton.

Baca Juga:  SPPG Kotabumi Ilir 1 Perkuat Pengawasan Mutu dan Validasi Data Penerima MBG

Menurutnya, Puan merupakan pemimpin yang lahir ditempa oleh waktu dan sejarah. Dimana, Puan sudah ditempa sejak masa orde baru dalam perpolitikan nasional. Sehingga, menurut Masinton, Puan memiliki karakter yang kuat dan paham betul situasi dan kondisi masyarakat secara utuh.

“Karena dia pernah berada dalam berbagai situasi dan merasakan suasana masyarakat. Dari mulai masa orde baru, jadi beliau tahu dan merasakan kebersamaan dengan masyarakat. Sehingga dalam setiap mengambil kebijakan akan berpihak kepada kepentingan masyarakat luas,” kata Masinton.

“Ketika Ibu Mega menjadi wakil presiden dan kemudian menjadi presiden, beliau selalu mengikuti perjalanan itu, jadi tahu dong bagaimana cara memimpin dari organisasi partai politik dan memimpin pemerintahan,” lanjut Masinton.

Sementara, kata Masinton, sejumlah nama yang saat ini muncul dalam hasil lembaga survei untuk maju di Pilpres 2024 belum diketahui rekam jejak dan keberhasilan saat memimpin. Sebab, belakangan sejumlah nama tersebut hanya sebatas menampilkan pencitraan.

“Kalau dia mencitrakan sebagai pemimpin ya dia belum jadi pemimpin, dia baru bermimpi jadi pemimpin, maka dia jual pencitraan diri,” tegasnya.

“Nah, beda dengan kepemimpinan yang memang diukur lewat capaian dan keberhasilan. Itulah yang kita sebut dengan pemimpin yang memiliki rekam jejak. Itu enak mengukurnya, kalau pencitraan sulit kita menilainya karena tidak ada keberhasilan,” kata Masinton.

Baca Juga:  Menarik, Pajak Makan Minum Jepang Turun jadi 1%, Lampung?

Oleh sebab itu, Masinton berharap sebelum memilih pemimpin, maka perlu ada edukasi kepada masyarakat. Karena memilih pemimpin itu bagian dari proses dinamika kebangsaan, sehingga bangsa ini tidak boleh salah dalam memilih pemimpin ke depan.

“Kepemimpinan yang kita butuhkan itu yang memiliki karakter dan komitmen. Selain berkarakter juga punya jiwa kepemimpinan, akan lebih bijak dan lebih dapat mengatasi berbagai macam masalah,” tegas Masinton.

Sebelumnya, Puan menjawab pandangan negatif sebagian pihak yang mencibir karir politiknya. Puan menekankan meskipun ia merupakan cucu sang proklamator Bung Karno dan anak dari Presiden ke-5 RI Megawati Soekarnoputri, bukan berarti untuk mencapai karir politiknya tanpa kerja keras alias mengandalkan privilege politik.

“Mungkin banyak yang berpikir saya mencapai posisi sekarang ini dengan mudah, karena menjadi cucu dan anak seorang tokoh dianggap bisa memuluskan jalan. Tapi kenyataannya tidak ada pencapaian tanpa kerja keras,” kata Puan, dalam video wawancara yang ia posting di akun @puanmaharaniri beberapa waktu lalu. ##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin
Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia
Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia
Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung
Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia
Terbang ke Moskow, Kepala CIA Bawa Misi Tekan Iran soal Hormuz
PD Pemuda Muhammadiyah Desak APH Berantas Peredaran Senpi Ilegal di Bumi Ragem Tunas Lampung
Menko Polkam Jamin Keamanan Massa Saat Demo Di Gedung DPR Hari ini
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:52 WIB

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:46 WIB

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:39 WIB

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:30 WIB

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agustus 2026 - 22:27 WIB

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Berita Terbaru

Ilustrasi Dialog China-India soal Perbatasan

#indonesiaswasembada

Pertemuan Tiongkok-India Sepakati Konsensus Delapan Poin

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:52 WIB


Seorang wanita minum secangkir kopi dengan hiasan latte di atasnya dalam ajang Restaurants Canada Show (RC Show) 2026 di Mississauga, Ontario, Kanada, pada 8 Maret 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Cangkir Sekali Pakai, Biodegradable tak Aman Buat Manusia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:46 WIB

Rombongan Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) yang sempat berkunjung medio Juli 2026 bersama Ketua Umum Dr Teguh Santosa Dibawah Prasati Chen Ho di Kunming

#indonesiaswasembada

Kontraktor Tiongkok Modern Lanjutkan Warisan Cheng Ho di Indonesia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:39 WIB


Tang Wei (Kanan), seniman asal Tiongkok, mementaskan wayang opera Peking klasik berjudul

#indonesiaswasembada

Pusat Kebudayaan Tionghoa Indonesia Resmi Hadir di Bandung

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:30 WIB


Para pengunjung memainkan gim Fortnite dalam ajang Gamescom 2026 di Cologne, Jerman, pada 26 Agustus 2026. (Xinhua)

#CovidSelesai

Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Kamis, 27 Agu 2026 - 22:27 WIB