Pers Harus Jadi Penjernih Informasi di Tengah Gempuran Hoaks dan AI

Kamis, 25 Desember 2025 | 08:31 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dewan Pakar Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Sulawesi Tenggara, Andri Darmawan, menekankan pentingnya peran pers sebagai kontrol sosial dan verifikator informasi di era digital yang semakin kacau saat ini.

Hal ini disampaikannya menanggapi tantangan dunia pers saat ini, termasuk maraknya penggunaan Kecerdasan Buatan (AI) dan media sosial yang seringkali menyebarkan informasi tanpa verifikasi.

Andri menyoroti bagaimana teknologi AI kini mulai menyusup ke produk jurnalistik dengan cara yang berbahaya.

“Saya pernah melihat opini di media online yang seakan ditulis praktisi hukum, padahal itu tulisan AI. Banyak pasal yang dikutip ternyata tidak ada di undang-undang. Ini penyesatan,” tegasnya dalam JMSI Talk di Kota Kendari, Jumat (19/12/2025).

Sebagai praktisi hukum yang kini menjadi Dewan Pakar JMSI, Andri memahami kesulitan media lokal di Sulawesi Tenggara, terutama setelah media cetak mulai tergerus media online.

Baca Juga:  Karang Taruna Got Talent 2026, Saatnya Bakat Lokal Unjuk Prestasi

Tantangan terbesar saat ini adalah ketergantungan pendapatan media pada anggaran APBD.

“Ada fungsi informasi pembangunan, tapi di sisi lain pers harus menjadi kontrol sosial. Hubungan media dan pemerintah sering panas dingin karena posisi ini,” ujarnya.

Ia juga menyayangkan tren pejabat yang kini lebih memilih menggunakan media sosial pribadi daripada media massa resmi untuk menyampaikan informasi birokrasi, yang dianggapnya sebagai ancaman terhadap keberlangsungan perusahaan pers.

“Fungsi pers adalah memastikan kebijakan-kebijakan seperti di pemerintahan ini tersampaikan ke masyarakat secara akurat untuk menghindari penyesatan informasi atau hoaks yang sering beredar di platform non-pers.

Baca Juga:  KPK Panggil Nusron Sebagai Saksi Kasus Korupsi HGB Bogor

Andri juga menyentuh aspek hukum terkait UU ITE dan putusan MK terbaru yang kini lebih melindungi kritik terhadap lembaga pemerintah.

Ia berharap hal ini meminimalisir kekhawatiran wartawan dalam menjalankan fungsi kontrol sosial.

“Sekarang ada fenomena No Viral No Justice. Orang merasa harus viral dulu baru direspon pemerintah. Di sinilah pers dibutuhkan untuk mengawal isu secara etis sesuai kode etik jurnalistik, bukan sekadar memicu keviralan tanpa konteks,” tambahnya.

Terakhir, ia mendukung adanya penguatan hak cipta atas karya jurnalistik agar tidak mudah “dicomot” oleh pihak lain tanpa kompensasi yang layak, demi kesejahteraan perusahaan media dan wartawan di daerah.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Lampung Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak
Kuasa Hukum 8 Tersangka Korupsi Jalan di Lampura Bakal Uji Pokok Perkara
4.364 Cartridge Liquid Vape mengandung Narkotika Dimusnahkan
Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia
Trump Dukung Netanyahu Jadi PM Israel Lagi
Iran Ingatkan AS dan Israel; Jangan Miskalkulasi
Keluarga Desak Presiden dan Kapolri Usut Tuntas Kematian Tersangka Dugaan Korupsi di Lampung
Praperadilan 8 Tersangka Korupsi Ditolak, Bidkum Polda Lampung Tegaskan Proses Penyidikan Sesuai Prosedur

Berita Terkait

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:15 WIB

Lampung Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak

Senin, 19 Oktober 2026 - 20:03 WIB

Kuasa Hukum 8 Tersangka Korupsi Jalan di Lampura Bakal Uji Pokok Perkara

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:58 WIB

4.364 Cartridge Liquid Vape mengandung Narkotika Dimusnahkan

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:53 WIB

Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia

Senin, 19 Oktober 2026 - 19:47 WIB

Trump Dukung Netanyahu Jadi PM Israel Lagi

Berita Terbaru

Berita Utama

Lampung Stabilkan Harga Pangan dan Dukung Hunian Layak

Senin, 19 Okt 2026 - 20:15 WIB

Berita Utama

4.364 Cartridge Liquid Vape mengandung Narkotika Dimusnahkan

Senin, 19 Okt 2026 - 19:58 WIB

Chen Zhigeng, direktur departemen medis di Wenzhi Traditional Chinese Medicine, mendemonstrasikan sebuah teknik dalam sesi pelatihan di RSPPN Panglima Besar Soedirman, Jakarta, pada 15 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pengobatan Tradisional Tiongkok dan Keterampilan Medis Indonesia

Senin, 19 Okt 2026 - 19:53 WIB

Berita Utama

Trump Dukung Netanyahu Jadi PM Israel Lagi

Senin, 19 Okt 2026 - 19:47 WIB