Perkuat Kesiapsiagaan Bencana, BPBD Kabupaten Lampung Selatan Uji Kesiapan Sirene Tsunami dan Jalur Evakuasi Pesisir

Selasa, 8 September 2026 | 12:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNGSELATAN – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Lampung Selatan terus memperkuat sistem kesiapsiagaan dan mitigasi bencana di kawasan pesisir guna memastikan keselamatan masyarakat tetap terjaga.

Menindaklanjuti instruksi Bupati Lampung Selatan, Radityo Egi Pratama, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) bersama sejumlah pemangku kepentingan turun langsung ke lapangan untuk memeriksa kondisi tower sirene peringatan dini tsunami, jalur evakuasi, hingga titik kumpul masyarakat di kawasan rawan bencana.

Pengecekan dilakukan pada Selasa (8/9/2026) di Kecamatan Kalianda dan Rajabasa dengan melibatkan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR), Dinas Perhubungan, Dinas Sosial, TNI-Polri, serta Forum Pengurangan Risiko Bencana (FPRB).

Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Lampung Selatan, Maturidi, mengatakan kegiatan tersebut bertujuan memastikan seluruh perangkat pendukung evakuasi berada dalam kondisi siap digunakan apabila sewaktu-waktu terjadi keadaan darurat.

“Untuk di Kelurahan Kalianda, Kecamatan Kalianda semua unsur terpenuhi. Destana (Desa Tangguh Bencana) ada, jalur evakuasinya ada, titik kumpulnya ada, tempat pengungsiannya ada, tower tsunami ada dan berfungsi dengan baik,” ujar Maturidi.

Baca Juga:  99 CPNS Baru Way Kanan Diambil Sumpah

Selain Kalianda, pengecekan juga difokuskan di Kecamatan Rajabasa yang meliputi Desa Banding, Desa Sukaraja, dan Desa Way Muli Induk.

Menurut Maturidi, Desa Banding dan Way Muli Induk telah memiliki seluruh komponen kesiapsiagaan yang diperlukan, mulai dari kepengurusan Destana, jalur evakuasi, titik kumpul, lokasi pengungsian, hingga tower peringatan dini tsunami yang berfungsi dengan baik.

Sementara itu, hasil pemeriksaan di Desa Sukaraja menemukan adanya kendala pada sistem tower peringatan dini tsunami yang perlu segera ditindaklanjuti.

“Dari empat lokasi yang menjadi titik pengecekan hari ini, hanya di Sukaraja yang sedikit bermasalah. Tower-nya memang ada permasalahan. Jika dipantau dari kantor, dia berfungsi, tetapi di lokasi tidak berfungsi. Ini segera kita laporkan ke pusat,” kata Maturidi.

Baca Juga:  Misbakhun Ajak Kader Golkar Sukseskan Program Prabowo

Ia menjelaskan, temuan tersebut justru menunjukkan pentingnya kegiatan pengecekan berkala agar setiap perangkat mitigasi dapat diketahui kondisi riilnya di lapangan dan segera diperbaiki apabila ditemukan kendala.

Menurutnya, keberadaan sirene peringatan dini, jalur evakuasi yang jelas, titik kumpul yang mudah dijangkau, serta kesiapan masyarakat menjadi faktor penting dalam meminimalkan risiko korban apabila terjadi bencana.

Melalui upaya tersebut, Pemkab Lampung Selatan terus memperkuat sistem mitigasi dan kesiapsiagaan bencana di wilayah pesisir. Dengan optimalisasi sistem peringatan dini serta peningkatan kapasitas masyarakat, kesiapsiagaan daerah tidak berhenti pada pemantauan aktivitas Gunung Anak Krakatau semata, tetapi juga memastikan seluruh perangkat evakuasi dan perlindungan warga dapat berfungsi secara maksimal ketika dibutuhkan.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemkab Lamsel

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen
Iran Terima Surat “Damai” dari Wapres AS
Saham AS Jatuh, Pasar Minta AS-Iran Kembali Kemeja Perundingan
Houthi Yaman Klaim Serang Arab Saudi

Berita Terkait

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:18 WIB

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:12 WIB

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:07 WIB

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terbaru

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB

Foto yang diabadikan pada 22 Oktober 2026 ini menunjukkan seorang pemuda Indonesia sedang berlatih merakit panel kontrol listrik di ruang kelas pelatihan di Universitas Teknik Kejuruan Wuhu di Wuhu, Provinsi Anhui, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:18 WIB

Foto yang diabadikan pada 27 Oktober 2026 ini menunjukkan Duta Besar Republik Indonesia untuk Tiongkok dan Mongolia Djauhari Oratmangun (ketiga dari kiri) berfoto bersama para peserta lain dalam Konferensi Minyak Nabati Berkelanjutan (Sustainable Vegetable Oils Conference) keempat yang digelar di Kota Shanghai, Tiongkok timur. (Xinhua)

Berita Utama

RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:12 WIB

Para perwakilan melakukan pemungutan suara terhadap sebuah draf resolusi dalam rapat Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) di markas besar PBB di New York City pada 30 Oktober 2026. (PBB/Xinhua)

Berita Utama

DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:07 WIB