Pengelolaan Dana Desa 2025 di Nyapah Banyu Disorot, Sejumlah Kegiatan Dipertanyakan

Senin, 16 Februari 2026 | 18:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG UTARA – Pengelolaan Dana Desa Tahun Anggaran 2025 di Desa Nyapah Banyu, Kecamatan Abung Pekurun, Kabupaten Lampung Utara, menjadi sorotan publik.

Berdasarkan data yang dihimpun, pada tahun 2025 Pemerintah Desa Nyapah Banyu menganggarkan sejumlah kegiatan fisik, di antaranya pembangunan atap teras depan Gedung Poskesdes senilai Rp9,4 juta. Dalam kegiatan tersebut, upah Hari Orang Kerja (HOK) tercatat sebesar Rp1,5 juta.

Selain itu, desa juga mengalokasikan anggaran untuk pembangunan jalan rabat beton di Dusun I hingga Dusun III dengan nilai masing-masing Rp100 juta dan Rp117,5 juta. Untuk pekerjaan rabat beton, anggaran upah tenaga kerja tercatat sebesar Rp23,4 juta.

Tak hanya itu, pembangunan satu unit sumur bor turut dianggarkan sebesar Rp39,9 juta dengan alokasi upah HOK Rp13,6 juta. Namun, berdasarkan informasi yang berkembang di lapangan, pekerjaan sumur bor tersebut disebut-sebut dikerjakan secara borongan oleh tenaga dari luar desa.

Baca Juga:  Menko PMK: Gubernur NTT Identifikasi Kebutuhan

Kepala Desa berinisial RA saat dikonfirmasi melalui sambungan telepon membenarkan adanya kegiatan padat karya tunai tahun 2025 dan menyatakan seluruh pekerjaan telah selesai dilaksanakan.

“Sudah selesai dikerjakan dan sudah dimonev oleh Inspektorat. Untuk pekerja, kita ambil dari warga desa sendiri,” ujarnya, Senin, 16 Februari 2026.

Namun, RA tidak merinci besaran upah harian yang diberikan kepada para pekerja dalam program tersebut.

Publik mempertanyakan kesesuaian antara perencanaan dan pelaksanaan di lapangan, termasuk dugaan perubahan spesifikasi teknis material serta validitas data tenaga kerja yang dicatat sebagai warga setempat. Meski demikian, informasi tersebut masih memerlukan klarifikasi dan verifikasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Baca Juga:  Program HELAU Bawa Lampung Selatan Daerah Berprestasi 2026

Terpisah, Pendamping Desa Teknik Infrastruktur Kecamatan Abung Pekurun, Heri saat dihubungi melalui pesan WhatsApp mengaku kurang memahami spesifikasi teknis hingga kualitas pekerjaan.

Hal itu disebabkan dirinya mulai ditugaskan disana sejak pertengah Juli 2025 dan pekerjaan sudah selesai.

“(Spesifikasi teknis dan mutu pekerjaan) saya kurang paham. Karena saya masuk (pindah tugas) sudah selesai semua pekerjaan di Desa Nyapah Banyu,” tuturnya.


Penulis : Rudi alfian


Editor : Desty


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok
Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 
Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 09:57 WIB

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 September 2026 - 09:33 WIB

Tingkatkan Pajak , Pemerintah Perluas Basis Ekonomi Digital Dan Shadow Economy 

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Berita Terbaru


Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 30 Agustus 2026 ini menunjukkan sejumlah kapal feri mengangkut para murid menuju sekolah di Bo'ai, wilayah Funing, Prefektur Otonom Etnis Zhuang dan Miao Wenshan, Provinsi Yunnan, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

“Bus Sekolah Air” Gratis di Bo’ai, Tiongkok

Kamis, 3 Sep 2026 - 09:57 WIB

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB