Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan

Sabtu, 24 Januari 2026 | 22:25 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PADA usia 53, manusia terkaya di dunia menerima vonis dokter bahwa dia hanya memiliki sisa satu tahun untuk hidup. Insan manusia itu adalah John D. Rockefeller.

Kisah hidupnya menakjubkan. Pada usia 25 tahun, dia memiliki kilang minyak terbesar di Amerika Serikat, berarti di dunia. Usia 31 tahun memimpin perusahaan paling berkuasa di dunia. Usia 38 tahun menguasai 90% produksi minyak di Amerika Serikat.

Setiap keputusan cermat dipertimbangkan. Setiap koneksi dimanfatkan sebagai alat pengaruh. Setiap dolar diinvestasikan untuk menjadi yang lebih besar. Pada usia 50 tahun, Rockefeller berada di puncak dunia sebagai milarder pertama dalam sejarah peradaban manusia dengan harta ekuivalen 340.000.000.000 US dolar pada masa kini.

Rockefeller memenangkan permainan uang namun kalah dalam permainan kehidupan. Pada usia 53 tahun, fungsi segenap organ tubuhnya mulai merosot. Tidak ada hari tanpa rasa sakit yang mencengkam. Dia kehilangan seluruh rambutnya. Dia hanya bisa makan sup dan crackers. Mimpi lenyap. Kebahagiaan juga.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Dorong Ekonomi Berbasis Teknologi dan Komunitas

Para doktor tegas menegaskan bahwa dia hanya punya waktu setahun untuk hidup.

Kemudian Rockefeller tersadar bahwa manusia mustahil memiliki segala-galanya maka paham bahwa  yang utama adalah dia mustahil membawa harta-bendanya ke alam baka. Tiba saatnya bangun dari tidur penuh mimpi. Dia memanggil para lawyer dan akuntannya untuk memberikan titah perintah mereorganisasi seluruh kapital miliknya utuk rumah sakit, riset medical dan amal.

Pada tahun 1913 didirikanlah The Rockefeller Foundation.

Sejak itu, dunia mulai berubah menjadi lebih baik. Yayasan Kemanusiaan Rockefeller membiayai riset medis hingga Alexander Fleming menemukan penisilin yang menyelamatkan jutaan nyawa manusia. The Rockefeller Foundation mendukung pendidikan dan pelayanan kesehatan di planet bumi ini.

Sesuatu yang tak terduga terjadi: diri Rockeffeler sendiri juga berubah. Makin banyak dia memberi, dia makin merasa bahagia. Rasa sakit menghilang dan tenaga lahir-batin kembali pulih. Tahun di mana dia divonis mati berlalu. Kemudian tahun depannya juga berlalu dan juga tahun depannya lagi.

Baca Juga:  Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Ternyata Rockefeller hidup selama 44 tahun sampai usia 97 tahun. Pada akhir hidupnya, Rockefeller mengaku  “God taught me that everything belongs to Him, and I am only a channel of His will.”

Bagian pertama kehidupan John D. Rockefeller didedikasikan untuk mengumpulkan dana sebanyak mungkin untuk dirinya sendiri. Bagian ke dua dipersembahkan untuk berbuat baik sebanyak mungkin bagi sesama manusia.  Dia menerima sebuah hidup baru penuh makna, damai, syukur dan rasa terima kasih.

Sebuah kisah hidup seorang insan manusia yang pada hakikatnya mengingatkan kita semua tentang inti makna kehidupan sejatinya, yaitu Mahkota Peradaban adalah Kemanusiaan.


Penulis : Nara


Editor : Anov


Sumber Berita : Adpim

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Udara Bandarlampung Aman!
Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok
Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi
Permata Gelar Istighosah Di Kasui
Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat
IRGC Iran: Supertanker Kedua Meledak Usai Hantam Ranjau Laut
Jakarta Game On 2026 Dorong Eekosistem Game dan Ekonomi Kreatif
Kapolres Mesuji Gelar Subuh Keliling Serap Aspirasi Masyarakat

Berita Terkait

Minggu, 18 Oktober 2026 - 21:54 WIB

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Oktober 2026 - 17:38 WIB

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:32 WIB

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Oktober 2026 - 14:04 WIB

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Berita Terbaru

Berita Utama

Udara Bandarlampung Aman!

Minggu, 18 Okt 2026 - 21:54 WIB

Foto yang diabadikan pada 14 Oktober 2026 ini menunjukkan Menteri Transmigrasi Republik Indonesia Muhammad Iftitah Sulaiman Suryanagara mempelajari pertanian cerdas dalam kunjungannya di Chongqing, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Berita Utama

Mentrans RI Jajaki Kerja Sama di Chongqing, Tiongkok

Minggu, 18 Okt 2026 - 17:38 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha di Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Presiden Mesir Dukung Keamanan Arab Saudi

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:32 WIB

Berita Utama

Permata Gelar Istighosah Di Kasui

Minggu, 18 Okt 2026 - 14:04 WIB

Para petani Palestina terlihat di sebuah pos pemeriksaan militer Israel setelah pasukan tersebut mencegah mereka memanen zaitun di lahan mereka, di Desa Salem, sebelah timur Nablus, di Tepi Barat, pada 17 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemukim Israel Serang Diplomat Eropa di Tepi Barat

Minggu, 18 Okt 2026 - 11:28 WIB