Anak Muda Indonesia Makin Tak Bisa Lepas dari Smartwatch

Sabtu, 15 Agustus 2026 | 13:49 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA-Jam tangan pintar atau smartwatch kini tak lagi sekadar aksesori pelengkap gaya. Di berbagai sudut kota, dari gerbong kereta komuter hingga kedai kopi, pergelangan tangan masyarakat modern kini dihiasi oleh layar digital yang terus menyala. Tren ini bukan sekadar fenomena lokal, melainkan cerminan dari pergeseran gaya hidup global yang kian melek kesehatan dan kepraktisan.

Secara global, pasar smartwatch terus menunjukkan tren positif. Berdasarkan laporan Counterpoint Research pada kuartal pertama 2026, pengiriman smartwatch di seluruh dunia tumbuh sebesar 4 persen secara tahunan (year on year/yoy). Pertumbuhan ini didorong oleh adopsi terhadap perangkat premium yang memiliki kemampuan pelacakan kesehatan tingkat lanjut, dengan Apple masih memimpin menguasai pangsa pasar sebesar 23 persen, disusul oleh Huawei dengan 17 persen, melalui inovasi ekosistem dan varian produk.

Pertumbuhan dan Persaingan Pasar Indonesia

Sejalan dengan tren global, pasar smartwatch di Indonesia juga terus bertumbuh seiring meningkatnya minat konsumen terhadap perangkat untuk memantau kesehatan, olahraga, dan aktivitas harian. Namun, dinamika pasar di Tanah Air memiliki keunikannya tersendiri, terutama pada segmen harga menengah.

Berdasarkan data yang dirilis platform riset pasar dan penyedia data analitik e-commerce Markethac pada Maret, meskipun total gross merchandise value (GMV) pasar smartwatch mencapai sekitar Rp1,26 triliun, segmen harga Rp2-3 juta yang berkontribusi 14,43 persen menjadi arena kompetisi yang sangat ketat dengan pola winner-takes-most. Di rentang harga ini, pasar didominasi oleh dua raksasa, yaitu Huawei dan Garmin.

Baca Juga:  Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Huawei memimpin dengan pangsa pasar sebesar 44,77 persen dan angka penjualan mencapai 32.400 unit, membuktikan keberhasilannya membangun persepsi nilai premium di harga yang rasional bagi konsumen. Sementara itu, Garmin menempel ketat di posisi kedua dengan pangsa pasar 38,8 persen serta angka penjualan mencapai 26.800 unit, mengukuhkan posisinya di segmen pengguna dengan kebutuhan spesifik seperti olahraga dan aktivitas outdoor.

Jika digabungkan, Huawei dan Garmin menguasai lebih dari 80 persen pangsa pasar GMV di segmen Rp2-3 juta, sementara merek lain seperti Xiaomi, Samsung, hingga Apple berebut sisa porsi pasar yang masing-masing berada di bawah 6 persen.

Kepraktisan dan Pantau Kesehatan

Di Indonesia, alasan fungsional menjadi pendorong utama peralihan dari jam tangan konvensional ke smartwatch. Annisa Ayu (35), seorang penerjemah yang berdomisili di Bekasi, Provinsi Jawa Barat, mengaku sangat terbantu dengan kehadiran jam tangan pintarnya.

“Saya memilih menggunakan smartwatch karena dapat membantu memantau jumlah langkah kaki dan aktivitas harian,” tuturnya saat ditemui Xinhua di Jakarta pada Selasa (11/8).

Baca Juga:  Dari 1.700 SPPG, Pekan depan akan di Aktivasi 300

Bagi Nisa, yang rutin menggunakan transportasi umum, kepraktisan adalah kunci. Dia sangat mengandalkan fitur media controller karena memudahkannya mengatur musik tanpa harus repot mengeluarkan ponsel saat berada di tempat ramai, serta membantunya agar tetap bisa melihat notifikasi dari WhatsApp maupun LINE dengan cepat. Mengingat kepraktisan ini, Nisa konsisten memakai perangkat tersebut setiap kali beraktivitas di luar rumah.

Hal senada juga diungkapkan oleh Rai (31), seorang karyawan swasta di Jakarta Selatan. Dia menuturkan bahwa faktor penentu yang membuatnya beralih adalah daya baterai smartwatch yang dapat diisi ulang, konektivitas yang mulus dengan ponsel pintar, serta layar yang mudah dilihat meski berada di tempat gelap.

“Memiliki manajemen kesehatan seperti kualitas tidur, GPS, dan notifikasi yang terhubung ke smartphone sangat berguna,” ujarnya kepada Xinhua melalui pesan WhatsApp pada Selasa.

Dalam memilih produk, Rai sangat mempertimbangkan kombinasi antara harga, kelengkapan fitur, model, serta daya tahan baterai. Baginya, fitur alarm, pengingat aktivitas, dan target langkah harian telah menjadi bagian krusial dalam menunjang rutinitasnya selama sekitar delapan jam pemakaian per hari.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Xiplomacy: Kehangatan yang Melampaui Batas
Berpendidikan Dasar Gratis Itu Hak
Memahami Hak-Hak Pejalan Kaki
Kajati Lampung Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Lampung
Lewat Bed Dryer Diharap Penghasilan Petani Lebih Baik
USS Abraham Lincoln ‘Oleng’, AS Kerahkan Kapal Induk Baru ke Timur Tengah
Gelar Coffe Morning Dengan Sabuk Kamtibmas, Begini Pesan Kapolres Mesuji
Pemprov Lampung Dorong Percepatan Survei Seismik 2D Gerbera untuk Buka Potensi Cadangan Migas Lampung

Berita Terkait

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 13:49 WIB

Anak Muda Indonesia Makin Tak Bisa Lepas dari Smartwatch

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 11:08 WIB

Xiplomacy: Kehangatan yang Melampaui Batas

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:10 WIB

Berpendidikan Dasar Gratis Itu Hak

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 09:04 WIB

Memahami Hak-Hak Pejalan Kaki

Sabtu, 15 Agustus 2026 - 08:56 WIB

Kajati Lampung Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Lampung

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Anak Muda Indonesia Makin Tak Bisa Lepas dari Smartwatch

Sabtu, 15 Agu 2026 - 13:49 WIB

Presiden China Xi Jinping berbincang dengan anggota keluarga petani lokal di Kosta Rika, pada 3 Juni 2013.[Xin]

#indonesiaswasembada

Xiplomacy: Kehangatan yang Melampaui Batas

Sabtu, 15 Agu 2026 - 11:08 WIB

#indonesiaswasembada

Berpendidikan Dasar Gratis Itu Hak

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:10 WIB

#indonesiaswasembada

Memahami Hak-Hak Pejalan Kaki

Sabtu, 15 Agu 2026 - 09:04 WIB

#indonesiaswasembada

Kajati Lampung Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Lampung

Sabtu, 15 Agu 2026 - 08:56 WIB