Lampung Butuh Blue Print Jalan Air

Rabu, 15 April 2026 | 06:15 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Muhammad Nurhadi*)

BERITA Banjir sudah tak mengagetkan lagi buat warga Bandarlampung-Lampung.  Bandar Lampung sangat rawan banjir (hampir 45% wilayah berada di zona rawan) karena topografi campuran dataran rendah-perbukitan.

Ini semua diperparah dengan  Faktor geografis (pesisir Teluk Lampung). Maka Bandarlampung tak akan pernah luput dari  cerita banjir.

Ditambah sistem drainase yang kurang memadai, alih fungsi lahan,  19 titik-21 titik  daerah tak akan luput dengan berita banjir pada saat hujan deras datang. Berikut catatan singkat saya sekitar Banjir Bandarlampung.

Karakteristik Wilayah: Kota ini memiliki kontur unik, yaitu dataran tinggi di utara (Kecamatan Kemiling) yang mengalirkan air deras ke dataran rendah/pesisir di selatan (Kecamatan Panjang, Teluk Betung).

Intensitas Hujan: Data menunjukkan curah hujan lebat hingga ekstrem sering terjadi dalam waktu singkat, seperti pada awal tahun 2025 dan Selasa 14 April 2026 kemarin.

Faktor Alam & Lahan: Masih banyaknya lahan kritis dan beralih fungsinya daerah resapan air menjadi kawasan pemukiman atau komersial meningkatkan laju limpasan air.

Penyebab Kiriman: Bencana banjir tidak hanya berasal dari hujan lokal, tapi juga kiriman dari wilayah di sekitar Kabupaten yang berbatasan.

Baca Juga:  Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Walikota Cukup Serius Atasi Banjir

Keseriusan Bandarlampung mengatasi banjir sudah sangat baik. Pemerintah Kota (Pemkot) Bandar Lampung gencar melakukan perbaikan tata kelola jalan air (blueprint drainase) dan infrastruktur pendukung untuk mengatasi permasalahan banjir, terutama melalui perbaikan drainase, pemasangan box culvert, dan normalisasi sungai.

Berikut adalah poin-poin penting upaya Pemkot Bandar Lampung dalam membangun sistem jalan air agar tidak banjir (berdasarkan data terbaru hingga April 2026):

Pemasangan Box Culvert & Saluran Baru (2025-2026): Pemkot fokus membangun saluran air baru menggunakan box culvert (gorong-gorong kotak) di wilayah-wilayah rawan banjir. Salah satu titik utamanya adalah di Jalan Bahari, Kecamatan Panjang, dengan panjang saluran mencapai 300 meter untuk meningkatkan kapasitas alir.

Pembersihan dan Normalisasi Saluran (April 2026): Dinas Pekerjaan Umum (PU) melakukan normalisasi dan pembersihan sedimentasi (lumpur) di 18 titik drainase serta gorong-gorong pada awal April 2026 untuk melancarkan aliran air saat hujan deras.

Pelebaran Gorong-gorong: Wali Kota Bandar Lampung menginstruksikan pelebaran gorong-gorong yang mampet atau menyempit, terutama di saluran yang menuju ke area pesisir/laut.

Baca Juga:  Pasukan Pengibar Bendera Pusaka Lampung Dikukuhkan

Optimalisasi Satgas Banjir: Tim Satuan Tugas (Satgas) Penanganan Banjir disiagakan untuk bertindak cepat, membersihkan saluran yang tersumbat, dan membantu masyarakat yang terdampak.

Normalisasi Sungai: Fokus jangka panjang meliputi pengerukan dan normalisasi sungai untuk mengurangi endapan sedimentasi tebal yang menjadi penyebab utama meluapnya air.

Upaya ini bertujuan memperbaiki infrastruktur drainase secara keseluruhan untuk mengurangi risiko banjir yang sering terjadi akibat penyempitan dan penyumbatan saluran.

Upaya ini harus dilakukan terpadu oleh segenap pemangku kebijakan di wilayah se Provinsi Lampung. Jika tidak, menurut hemat saya; Banjir bukan lagi berita menarik untuk Lampung; karena akan menjadi langganan !.

Dan akan menjadi sia-sia pembangunan yang dilakukan Gubernur Lampung, Mirzani Djausal, menyelesaikan perbaikan jalan disana sini dengan menelan anggaran triliunan lebih jika drainase-peta jalan air tak juga diperbaiki. Selain budaya dan fikiran bersih dalam mengelola sampah dan keserakahan menggunakan daerah aliran sungai untuk kepentingan pribadi! Tabikpun. []

*)Mahasiswa akhir Fisip Unila


Penulis : Muhammad Nurhadi


Editor : Desty


Sumber Berita : Bandarlampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!
Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan
Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama
1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik
Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok
Polutan Akibat Karhutla Bahaya, Warga Diminta Kurangi Aktivitas di Luar Ruang
Mediasi Tanah; Warga vs PT BTLA Berlangsung Alot
Masyarakat 8 Desa Minta HGU PT PAL Ditinjau Ulang

Berita Terkait

Rabu, 2 September 2026 - 23:11 WIB

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 September 2026 - 23:04 WIB

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 September 2026 - 22:57 WIB

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 September 2026 - 22:52 WIB

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 September 2026 - 22:43 WIB

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Berita Terbaru

ilustrasi Berita Sikap Iran terhadap AS

#indonesiaswasembada

Teheran tak Pernah Menolak Keinginan AS, Perang Ok, Damai Jadi!

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:11 WIB


Li Shujiang, insinyur senior setingkat profesor di Institut Oseanografi Pertama di bawah Kementerian Sumber Daya Alam Tiongkok, berbagi kisah dalam acara

#indonesiaswasembada

Tiongkok-Indonesia Jajaki Kerjasama Kelautan

Rabu, 2 Sep 2026 - 23:04 WIB

Ilustrasi Kerjasama Indonesia-Makau

#indonesiaswasembada

Indonesia dan Makau Bidik Kerja Sama

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:57 WIB

Ilustrasi Kapal Tunda Terbalik di Korea

#indonesiaswasembada

1 WNI Selamat, 1 Masih Hilang, Kapal Tunda Terbalik

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:52 WIB

Sejumlah wisatawan menunggang unta di kompleks Piramida Giza, Mesir, pada 9 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Seni Dekatkan Peradaban Mesir dan Tiongkok

Rabu, 2 Sep 2026 - 22:43 WIB