Kunjungan Kerja Ke Lampung, Menteri Agama Tekankan Pesan Moral, Ekoteologi, dan Kurikulum Berbasis Cinta

Sabtu, 29 November 2025 | 21:41 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG— Menteri Agama RI Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. memberikan pembinaan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) Kementerian Agama Provinsi Lampung di Kantor Kanwil Kemenag Lampung, Jumat (28/11/2025).

Rektor UIN Raden Intan Lampung, Prof. H. Wan Jamaluddin Z., M.Ag., Ph.D., turut mendampingi Menag dalam rangkaian kegiatan pembinaan tersebut, termasuk pelaksanaan Khutbah Jumat pada Tabligh Akbar di Kota Baru, Lampung Selatan. Sebelum kembali ke Jakarta, Menag juga menyempatkan diri mengunjungi Kampus UIN Raden Intan Lampung.

Menteri Agama menyampaikan sejumlah pesan penting kepada ASN Kementerian Agama Provinsi Lampung, mulai dari penguatan sikap ikhlas beramal, peningkatan kualitas syukur dan sabar, hingga ajakan untuk memahami ekoteologi dan menerapkan kurikulum berbasis cinta. Ia menegaskan seluruh ASN Kemenag perlu mengambil kebijakan secara bijak, terutama karena Lampung adalah daerah multietnik dan multikultural.

Pada pembinaan tersebut, Menag menegaskan bahwa motto Ikhlas Beramal harus dimaknai secara mendalam. Menag mengulas makna ikhlas menurut Al-Qur’an yang memiliki tingkatan. Ada mukhlis yaitu orang yang melakukan segala sesuatu semata-mata karena Allah dan ada mukhlas, tingkat ikhlas yang lebih tinggi.

 

“Mukhlas itu tidak lagi menyimpan memori-memori kebaikannya kepada orang lain. Bahkan ketika dipuji, ia justru bersedih, karena pujian itu mestinya hanya untuk Allah,” katanya.

Menag mengingatkan, ASN Kemenag harus bisa mencapai level mukhlas, diantaranya yakni mengerjakan kebaikan tanpa berharap balasan dan menjauhi kebiasaan pamer.

Selain ikhlas, Menag menekankan pentingnya kesabaran. Ia menyebut istilah ash-shabir, mushabir, dan ash-shabur, di mana sabar tertinggi adalah kemampuan menahan ego, tidak mudah bereaksi terhadap kritik, dan tidak menyimpan dendam.

Baca Juga:  Kurangi Ketergantungan Impor, HKA Ajak Ekosistem Dorong Asbuton untuk Infrastruktur Nasional

Soal syukur, Menag menjelaskan bahwa syukur juga bertingkat, mulai dari tahmid, syukur, hingga asy-syakur, yaitu mensyukuri segala ketentuan Allah, termasuk ujian dan ketetapan yang tidak menyenangkan. “Mensyukuri apapun dia datang dari Allah karena Allah itu Maha Baik tidak mungkin ada sesuatu yang bersumber darinya yang tidak baik hanya kita tidak memahami kebaikan,” ungkapnya.

Menag meminta ASN Kemenag menjaga hubungan kerja dengan sabar dan tetap rendah hati. Kritik tidak perlu dibalas dengan kemarahan. “Kalau dikritik padahal kita benar, ucapkan: ‘Ya Allah ampuni aku, mungkin aku memang salah.’ Kalau kritiknya salah, katakan: ‘Ya Allah ampuni mereka.’ Tidak boleh ada dendam,” ucapnya.

Pada kesempatan itu, Menag juga mengajak ASN untuk memahami kembali program prioritas Kemenag, khususnya ekoteologi dan Kurikulum Berbasis Cinta (KBC).

“Eko itu bumi, teologi itu pengetahuan tentang Tuhan. Ekoteologi berarti mengangkat peran ASN Kemenag bukan hanya memikirkan manusia, tapi juga alam sebagai ruang aktivitas hamba sebagai khalifah,” jelasnya.

Ekoteologi mengingatkan pentingnya menciptakan lingkungan hidup yang segar, karena lingkungan yang baik akan menyegarkan pikiran dan batin. “Tidak mungkin kita menjadi khalifah yang sukses kalau hidup di atas tanah tandus, banjir, longsor, atau bencana lainnya,” kata Menag.

Ia menyebut kerusakan alam dan bencana seperti banjir, dan longsor sebagai akibat ulah tangan manusia. Menurutnya, upaya mencintai dan menjaga alam tidak cukup dengan bahasa hukum, politik, atau birokrasi.

Baca Juga:  Gubernur Lampung Apresiasi Pansus DPRD atas Pendalaman Substansi LKPJ Tahun Anggaran 2025

Prof. Nasaruddin menekankan, hanya bahasa agama yang mampu menumbuhkan kesadaran mendalam tentang pentingnya merawat bumi. “Berdosa kalau menebang pohon tanpa alasan. Berdosa kalau membuang sampah sembarangan. Sebaliknya dapat pahala kalau menyiram bunga dan menyuburkan tanaman,” jelasnya.

Ia juga menekankan bahwa dalam perspektif agama, tidak ada benda mati. Karena itu, manusia harus memperlakukan makhluk hidup dan alam sebagaimana mereka ingin diperlakukan.

“Apa yang tidak kita sukai pada diri kita, jangan kita perlakukan kepada tumbuhan, hewan, bahkan alam semesta,” jelasnya. Bila filosofi ini dipegang, maka kerukunan umat beragama, toleransi, dan kehidupan yang damai akan tumbuh dengan sendirinya.

Sementara itu, Kurikulum Berbasis Cinta ditekankan sebagai cara mengajar agama tanpa menanamkan kebencian kepada pemeluk agama lain. Menag mengingatkan bahwa pendidikan agama harus menumbuhkan kasih, bukan permusuhan.

“Jangan sampai saat kita mengajar agama, kita justru menumbuhkan kebencian. Itu bertentangan dengan ajaran agama sendiri,” pungkasnya.

Saat kunjungan ke UIN RIL, di Ruang Rektor, Menang juga menyampaikan belasungkawa yang mendalam atas bencana yang terjadi di Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat. Ia pun mengajak semua pihak untuk mendoakan dan membantu korban bencana tersebut.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : UIN RIL

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan
Pemkab Lampung Utara Matangkan Persiapan HUT ke-80, Intji Indriani: Dongkrak Perekonomian Lewat UMKM
SISWA KELAS 6 SD HAFAL QUR’AN 24 JUZ
Tol Bakter Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area
Bertemu Bupati Pringsewu, JMSI Lampung Bahas Festival Keris Pusaka Nusantara 
Pemprov Lampung Berhasil Kendalikan Inflasi, Terendah Nasional pada Mei 2026
Terima Kunjungan JMSI, Bupati Pringsewu Siap Dukung Pelaksanaan HPN 2027 di Lampung
Masuk Hidup, Pulang Tak Bernyawa: Dugaan Extrajudicial Killing oleh Anggota Polresta Bandar Lampung

Berita Terkait

Jumat, 5 Juni 2026 - 12:54 WIB

Penanggulangan TBC Jadi Prioritas, Wagub Jihan Minta RAD TBC Segera Dituntaskan

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:42 WIB

Pemkab Lampung Utara Matangkan Persiapan HUT ke-80, Intji Indriani: Dongkrak Perekonomian Lewat UMKM

Jumat, 5 Juni 2026 - 11:10 WIB

SISWA KELAS 6 SD HAFAL QUR’AN 24 JUZ

Jumat, 5 Juni 2026 - 10:46 WIB

Tol Bakter Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area

Jumat, 5 Juni 2026 - 08:34 WIB

Bertemu Bupati Pringsewu, JMSI Lampung Bahas Festival Keris Pusaka Nusantara 

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

SISWA KELAS 6 SD HAFAL QUR’AN 24 JUZ

Jumat, 5 Jun 2026 - 11:10 WIB

#indonesiaswasembada

Tol Bakter Gelar Sosialisasi Pengelolaan Limbah di Rest Area

Jumat, 5 Jun 2026 - 10:46 WIB