Dave Laksono: Waspadai Dampak Konflik AS-Iran-Israel terhadap Ekonomi Global

Kamis, 23 Juli 2026 | 14:27 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Ketua Komisi I DPR RI Dave Laksono menyatakan eskalasi konflik yang melibatkan Amerika Serikat (AS), Iran, dan Israel berpotensi meluas hingga menyeret negara-negara lain. Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengancam stabilitas kawasan Timur Tengah, tetapi juga dapat berdampak pada keamanan dan perekonomian global.

“Konflik antara AS, Iran, dan Israel tidak kunjung reda, bahkan eskalasinya terus meningkat. Ini menjadi keprihatinan yang luar biasa karena berpotensi meluas secara regional bahkan global,” ujar Dave Laksono, berbicara dalam forum Dialektika Demokrasi bertema “AS-Iran Kembali Memanas, Seberapa Besar Ancamannya Bagi Stabilitas Dunia?” di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (23/7/2026).

Ia menegaskan, Indonesia sebagai negara yang menganut politik luar negeri bebas aktif dan memiliki posisi non-blok harus terus mendorong seluruh pihak menahan diri. Siklus serangan dan aksi balasan, kata dia, harus segera dihentikan melalui jalur diplomasi.

Menurut Dave, penyelesaian konflik hanya dapat dicapai melalui dialog yang terbuka dengan tetap menghormati hukum internasional. Ia menilai penggunaan kekuatan militer hanya akan memperpanjang konflik tanpa memberikan solusi yang berkelanjutan.

“Penyelesaian yang paling tepat adalah menggunakan forum diplomasi, membuka ruang dialog, serta menghormati hukum internasional. Diplomasi tetap menjadi pilihan yang paling realistis untuk menciptakan perdamaian,” katanya.

Baca Juga:  DPR Desak Kapolri Usut Tuntas Dugaan Kejahatan Pasar Modal

Selain mendorong upaya perdamaian, Dave mengingatkan pemerintah agar menjalankan kewajiban konstitusional dalam memberikan perlindungan kepada WNI yang berada di kawasan konflik. Pemerintah juga diminta menyiapkan langkah evakuasi apabila kondisi keamanan semakin memburuk.

Di sisi lain, politikus dari Partai Golkar itu, menilai konflik di Timur Tengah berpotensi memicu kenaikan harga energi dunia. Lonjakan harga minyak dan gas diperkirakan akan meningkatkan biaya transportasi, mengganggu rantai pasok global (global supply chain), hingga menekan daya beli masyarakat.

“Kenaikan harga energi akan berdampak terhadap perdagangan, biaya logistik, dan perekonomian. Jika kondisi ini terus berlangsung, ketidakpastian global dapat memperlambat perdagangan, investasi, dan pertumbuhan ekonomi,” ujarnya.

Timur Tengah Jadi Wilayah Sensitif

Ia menjelaskan, kawasan Timur Tengah selama ini menjadi wilayah yang sangat sensitif karena memiliki posisi strategis sebagai pusat produksi sekaligus jalur distribusi energi dunia. Selain itu, kawasan tersebut juga menjadi titik temu berbagai kepentingan politik, keamanan, ekonomi, dan ideologi dari kekuatan-kekuatan besar dunia.

Baca Juga:  Tujuh Negara Berminat jadi Tuan Rumah Olimpiade 2036

Menurut Dave, meningkatnya ketegangan juga dapat memperkuat aliansi pertahanan antarnegara serta mengalihkan perhatian dunia dari berbagai krisis internasional lainnya.

Karena itu, Indonesia dinilai harus tetap konsisten menjalankan politik luar negeri bebas aktif dengan menentukan sikap berdasarkan kepentingan nasional, penghormatan terhadap hukum internasional, dan komitmen terhadap perdamaian dunia.

“Indonesia tidak perlu berpihak kepada kelompok tertentu, tetapi juga tidak boleh pasif. Kita harus aktif mendorong penyelesaian konflik melalui Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), Gerakan Non-Blok, maupun hubungan bilateral dengan negara-negara yang terlibat,” kata Dave.

Ia optimistis Indonesia masih memiliki ruang untuk berkontribusi dalam mendorong penyelesaian konflik melalui diplomasi dan mediasi yang dipercaya seluruh pihak. Menurutnya, gencatan senjata hanya dapat terwujud apabila seluruh pihak memiliki kemauan politik untuk membuka dialog dan menerima mediator yang netral.

“Diplomasi harus terus dikedepankan. Selama ada kemauan politik dari semua pihak dan tersedia mediator yang dipercaya, peluang untuk mewujudkan gencatan senjata dan perdamaian tetap terbuka,” ujar Dave.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty


Sumber Berita : DPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk
Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia
Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi
Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027
Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran
UU SDI Harus Hentikan Tumpang Tindih Data
Sungai Berbusa dan Bau, Warga Bernung Keluhkan Limbah Ayam
Pasar Digital Indonesia Paling Aktif
Tag :

Berita Terkait

Kamis, 5 November 2026 - 22:05 WIB

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 November 2026 - 22:01 WIB

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 November 2026 - 20:50 WIB

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 November 2026 - 19:20 WIB

Kukuhkan 3 Pengurus Korpri Daerah, Sekdaprov Marindo Tegaskan Kesiapan Lampung Jadi Tuan Rumah Pornas 2027

Kamis, 5 November 2026 - 18:46 WIB

Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran

Berita Terbaru

Managing Partner International Business RSM China (kiri) dan Chief Strategy Officer sekaligus Senior Partner RSM Indonesia Angela Indirawati Simatupang (kanan) menandatangani nota kesepahaman pembentukan China Desk di RSM Indonesia di Xi'an, Tiongkok, pada 3 November 2026. (RSM Indonesia/Xinhua)

Berita Utama

RSM Indonesia dan RSM China Bentuk China Desk

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:05 WIB

Jansen Manansang (ketiga dari kiri), pendiri Taman Safari Indonesia Group, menjadi pembicara dalam subforum Konferensi Mitra Panda Global (Global Panda Partners Conference) pada 3 November 2026.

Berita Utama

Panda Eratkan Hubungan Tiongkok-Indonesia

Kamis, 5 Nov 2026 - 22:01 WIB

Delegasi pemuda Indonesia menjajal pembuatan tembikar di Desa Liujiaobao, Provinsi Shanxi, Tiongkok utara, pada 29 Oktober 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Delegasi Pemuda Indonesia Rasakan Warisan Takbenda di Shanxi

Kamis, 5 Nov 2026 - 20:50 WIB

Sejumlah pemilih bersiap memberikan suara dalam Hari Pemilihan Umum (Pemilu) untuk pemilu sela di sebuah tempat pemungutan suara di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada 3 November 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Pemimpin Demokrat di Senat AS akan Akhiri Perang dengan Iran

Kamis, 5 Nov 2026 - 18:46 WIB