Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington

Minggu, 20 September 2026 | 19:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Asap membubung tinggi setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua)

Asap membubung tinggi setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua)

TEHERAN-Seorang pejabat keamanan senior Iran mengatakan bahwa Iran belum memutuskan apakah akan keluar dari Perjanjian Nonproliferasi Nuklir (Nuclear Non-Proliferation Treaty/NPT) atau organisasi pencegahan penyebaran pemusnah massal-nuklir. Dikatakan, sikap Iran tergantung Washington.

Dalam sebuah wawancara dengan Al Jazeera, stasiun televisi Qatar, yang dipublikasikan pada Sabtu (19/9), Sekretaris Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran Mohsen Rezaei mengatakan bahwa negaranya masih berkomitmen pada fatwa keagamaan yang dikeluarkan oleh mendiang pemimpin tertinggi Iran Ali Khamenei, yang melarang pengembangan senjata atom.

“Namun, kami tidak tahu apa yang akan terjadi di masa depan,” ujarnya, sambil menekankan bahwa merupakan kepentingan Washington untuk menerima syarat-syarat Iran guna mengakhiri perang, yang mencakup penghentian permusuhan di semua front, pencairan aset Iran yang dibekukan, dan pencabutan blokade maritim anti-Iran.

Baca Juga:  Tunda Anak Main Medsos, Mentalnya akan Sehat

Dia menambahkan bahwa konsultasi dengan para mediator dari Qatar dan Pakistan terus berlanjut, dan Iran telah menyampaikan syarat-syaratnya untuk bernegosiasi dengan Amerika Serikat (AS) kepada mereka.

Pada 28 Februari, Israel dan AS melancarkan serangan gabungan terhadap Teheran dan sejumlah kota lain di Iran. Iran merespons dengan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset AS di kawasan tersebut, sekaligus memperketat kendalinya atas Selat Hormuz.

Baca Juga:  Iran Sebut Supertanker Meledak Usai Hantam Ranjau Laut di Hormuz

Pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di semua front di kawasan tersebut. Berdasarkan MoU tersebut, kedua belah pihak dijadwalkan melakukan perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan final. Namun, nasib perundingan tersebut masih belum jelas menyusul serangkaian eskalasi antara kedua negara baru-baru ini. []


Penulis : Romy Agus


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kemenhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK
Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas
Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman
Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 
186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:39 WIB

Kemenhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK

Minggu, 20 September 2026 - 19:12 WIB

Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington

Minggu, 20 September 2026 - 18:52 WIB

Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Minggu, 20 September 2026 - 18:36 WIB

Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Berita Terbaru

Kemenhut Raja Juli dan Gubernur Lampung di TNWK [KLp]

#indonesiaswasembada

Kemenhut Tinjau Proyek Mitigasi Interaksi Gajah di TNWK

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:39 WIB

Asap membubung tinggi setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:12 WIB

Atlet Lampung Utara

#indonesiaswasembada

Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:52 WIB

Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:36 WIB