Tunda Anak Main Medsos, Mentalnya akan Sehat

Senin, 31 Agustus 2026 | 23:39 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

SYDNEY-Menunda usia saat anak pertama kali menggunakan media sosial dapat membantu melindungi kesehatan mental, ini didasarkan pada penelitian baru dari University of New South Wales (UNSW) Australia.

Studi tersebut menemukan bahwa mereka yang mulai menggunakan media sosial pada usia lebih muda melaporkan lebih banyak gejala kecemasan dan depresi. Sekadar memiliki akun media sosial menunjukkan hubungan yang lebih lemah dengan gejala-gejala itu, menurut pernyataan UNSW yang dirilis pada Senin (31/8).

Studi itu, yang dilakukan di kalangan remaja Australia berusia 10 hingga 15 tahun dan salah satu orang tua mereka dalam enam pekan sebelum larangan media sosial untuk anak di bawah 16 tahun di Australia mulai berlaku pada Desember 2025, menemukan bahwa 70 persen peserta telah menggunakan media sosial, sementara sekitar setengahnya telah memiliki akun media sosial. Rata-rata usia saat mereka pertama kali mulai menggunakan media sosial adalah 11 tahun.

Baca Juga:  Flydubai Mendarat Darurat, Dua Pilot Terlibat Insiden

“Yang mengejutkan kami adalah bahwa usia saat anak pertama kali mulai menggunakan media sosial tampaknya lebih berpengaruh terhadap kesehatan mental mereka dibandingkan sekadar apakah mereka memiliki akun,” kata Associate Professor UNSW Susanne Schweizer, peneliti utama studi itu.

Studi tersebut menunjukkan bahwa hanya seperempat dari anak berusia 10 hingga 15 tahun yang mengatakan mereka berencana untuk berhenti menggunakan media sosial setelah larangan itu, sementara 34 persen berniat menggunakannya tanpa akun dan 35 persen berniat mencari cara untuk mengakali pembatasan tersebut agar dapat terus menggunakan akun mereka, alih-alih sekadar menunggu hingga mereka berusia 16 tahun.

Baca Juga:  Putra Dubes Israel untuk AS Kritis Ditabrak Mobil di Tepi Barat

Temuan tersebut menunjukkan bahwa menunda paparan pertama anak terhadap media sosial dapat menjadi kebijakan yang menjanjikan, terutama jika dipadukan dengan edukasi mengenai kebiasaan digital yang sehat. []


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%
Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa
Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka
AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”
18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk
Gubernur Mirza Raih Grand BAZNAS Awards 2026
Warga Palestina Terluka, Bentrok Pemukim vs Pasukan Israel
Mayjen TNI Kristomei Sianturi Jadi Kepala BNPB

Berita Terkait

Jumat, 16 Oktober 2026 - 04:04 WIB

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Oktober 2026 - 03:53 WIB

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Oktober 2026 - 01:34 WIB

Revitalisasi Sekolah: Menilai Kebijakan dari Kebutuhan, Bukan Prasangka

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:36 WIB

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Oktober 2026 - 23:32 WIB

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Berita Terbaru

Berita Utama

Normalisasi Sungai Way Pisang Lampung Selatan Capai 90%

Jumat, 16 Okt 2026 - 04:04 WIB

Berita Utama

Jambore Nasional PPAJI, Spirit of Krakatoa

Jumat, 16 Okt 2026 - 03:53 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

Bencana

AS Gertak Iran akan Serang Pakai “MOAB”

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:36 WIB

Bencana

18 Tewas Akibat Atap Sekolah Ambruk

Kamis, 15 Okt 2026 - 23:32 WIB