YERUSALEM-Putra duta besar (dubes) Israel untuk Amerika Serikat (AS) mengalami luka serius pada Rabu (23/9) dalam insiden yang menurut otoritas Israel merupakan serangan dengan menabrakkan mobil di Jalan Raya 443 (Route 443) di Tepi Barat, sementara pasukan keamanan menembak mati pengemudi Palestina tersebut.
Neria Leiter, yang merupakan anggota cadangan militer Israel, terluka ketika pengemudi itu melaju ke arah patroli polisi di dekat sebuah pos pemeriksaan, menurut sebuah pernyataan dari militer. Dia sedang bertugas bersama seorang petugas polisi, menurut pihak kepolisian. Neria Leiter dibawa ke Rumah Sakit Shaare Zedek di Yerusalem dalam kondisi serius.
Ayahnya, Dubes Yechiel Leiter, mengatakan di platform media sosial X bahwa staf medis sedang berjuang untuk menyelamatkan nyawa putranya. “Neria membutuhkan keajaiban,” tulisnya.
Kakak laki-laki Neria Leiter, Moshe Yedidya Leiter, tewas saat bertugas sebagai anggota cadangan di Gaza pada November 2023, menurut media Israel.
Menyusul insiden pada Rabu tersebut, Kepala Staf militer Israel Eyal Zamir memerintahkan markas Divisi ke-98 untuk beroperasi di Tepi Barat. Dengan mengutip “penilaian situasional”, Zamir mengatakan bahwa “pengaktifan markas divisi di daerah itu merupakan bagian dari penguatan komando dan kendali, guna meningkatkan kemampuan defensif dan ofensif.”
Kekerasan telah meningkat di seluruh Tepi Barat sejak perang di Gaza dimulai pada Oktober 2023, dengan seringnya serangan militer Israel, serangan warga Palestina, dan kekerasan para pemukim.
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : Jakarta
















