TEHERAN-Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran pada Senin (14/9) menyatakan bahwa sebuah kapal supertanker pengangkut minyak yang berupaya melintasi Selat Hormuz melalui jalur “terlarang” di sebelah selatan jalur perairan tersebut meledak dan terbakar setelah menghantam ranjau laut.
Dalam sebuah pernyataan yang dirilis di outlet berita resmi IRGC, Sepah News, AL IRGC menyatakan bahwa upaya untuk memadamkan kebakaran pada kapal tanker itu, yang diidentifikasi bernama “EL GAIA”-berdasarkan data pencarian, kapal ini milik Panama tersebut dilalap api.
Pihak AL IRGC menambahkan bahwa peringatan telah dikeluarkan mengenai risiko penggunaan jalur “ilegal” di jalur perairan strategis tersebut, seraya menegaskan bahwa selat itu tetap ditutup dan berada di bawah kendali pasukan AL Iran.
Sebelumnya pada hari yang sama, Otoritas Selat Teluk Persia (Persian Gulf Strait Authority/PGSA) Iran, lembaga yang bertanggung jawab atas lalu lintas maritim di Selat Hormuz, memperingatkan perusahaan asuransi dan lembaga klasifikasi agar tidak menyediakan layanan bagi kapal-kapal yang tercantum dalam daftar terbaru kapal “pelanggar”.
Melalui sebuah unggahan di akun platform media sosial X milik mereka, PGSA menyatakan bahwa perusahaan asuransi, klub proteksi dan ganti rugi (protection and indemnity/P&I), serta lembaga klasifikasi “diperingatkan untuk menahan diri dari memberikan layanan kepada kapal-kapal tersebut guna menghindari konsekuensi yang timbul dari interaksi dengan mereka.”
Menyusul serangan Amerika Serikat (AS)-Israel terhadap Iran pada 28 Februari, Teheran membatasi pelayaran melalui jalur perairan strategis tersebut, sementara pasukan AS memberlakukan blokade laut yang menyasar kapal-kapal yang berlayar menuju atau dari pelabuhan-pelabuhan Iran.[]
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta

















