Jusuf Kalla Dorong Masalah Papua Dengan Dialog Politik Dan Pedekatan Damai

Senin, 14 September 2026 | 16:10 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA – Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 Muhammad Jusuf Kalla mendorong pendekatan politis berupa dialog poplitik kepada masyarakat Papua sebagai bagian dari upaya mendukung pembangunan sekaligus menyelesaikan persoalan keamanan di wilayah tersebut.

Jusuf Kalla menyampaikan hal itu menanggapi penembakan terhadap tiga aparatur sipil negara (ASN) di Kabupaten Jayawijaya, Papua Pegunungan, beberapa waktu lalu.

Menurut Jusuf Kalla, pendekatan kepada masyarakat Papua diperlukan agar pembangunan di wilayah tersebut dapat dipahami sebagai proses yang dilakukan secara bersama-sama.

“Harus ada pendekatan kepada masyarakat untuk adanya suatu pengertian politis dengan baik agar masyarakat mengerti pembangunan Papua itu dibangun secara bersama-sama,” katanya di Yogyakarta, Minggu (13/9/2026).

Ketua umum PMI Pusat itu mengatakan pemerintah telah mengalokasikan anggaran yang cukup besar untuk pembangunan Papua. Anggaran tersebut ditujukan untuk mendorong kemajuan wilayah Indonesia bagian timur.

Baca Juga:  Interaksi Xi Jinping-Trump Pandu Hubungan Tiongkok-AS

Jusuf Kalla menilai pembangunan Papua perlu terus didorong melalui pendekatan yang dapat membangun pemahaman masyarakat mengenai arah pembangunan dan masa depan wilayah tersebut.

“Kalau dibandingkan, katakanlah Papua dengan Papua Nugini, ya jauh lebih baik kita. Seperti itu, sehingga perlu diberikan suatu pengertian yang betul kepada mereka yang KKB itu,” katanya.

Menurut dia, persoalan Papua tidak cukup diselesaikan hanya melalui pendekatan keamanan. Pemerintah juga perlu membangun komunikasi dan pemahaman bersama dengan masyarakat Papua serta Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Jusuf Kalla menegaskan pendekatan politis perlu dilakukan secara damai. Langkah tersebut dinilai penting untuk membangun kesepahaman mengenai pembangunan dan masa depan Papua.

Baca Juga:  Xi Jinping: AS Seharusnya Jadi Mitra, Bukan Rival

Ia menilai pendekatan tersebut sebaiknya diutamakan sebelum pemerintah mengambil langkah keamanan lebih lanjut apabila kelompok bersenjata masih melakukan kekerasan.

“Apabila mereka masih begitu, tentu balasannya operasi daripada aparat kita, TNI, kepolisian. Namun, dua pihak perlu ada upaya pengertian politis secara baik, secara damai. Di mana-mana kita bisa menyelesaikan itu,” katanya.

Dengan demikian, Jusuf Kalla mendorong agar penyelesaian persoalan Papua tidak hanya berorientasi pada tindakan keamanan, tetapi juga mengedepankan komunikasi politik dan pendekatan damai kepada masyarakat.(*)


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Desty Efriyani


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri
Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit
Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing
Mesir Kirim 2.600 Ton Bantuan ke Gaza
Senator AS Curigai Pentagon Soal Perang Iran
Lampung Kawal Percepatan Pengembangan PLTP Rajabasa

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:09 WIB

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Oktober 2026 - 14:06 WIB

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Oktober 2026 - 13:20 WIB

Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Kamis, 8 Oktober 2026 - 09:22 WIB

Beda TMT, Beda Waktu Gaji PPPK Paruh Waktu, BKD Lampung Selatan Pastikan SK Perpanjangan Segera Terbit

Kamis, 8 Oktober 2026 - 06:47 WIB

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Berita Terbaru

Berita Utama

Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:09 WIB

Berita Utama

Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Kamis, 8 Okt 2026 - 14:06 WIB

Berita Utama

Tinggal 20 Penyintas Penyerangan Jepang ke Nanjing

Kamis, 8 Okt 2026 - 06:47 WIB