RIYADH-Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri (PM) Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud dan PM Pakistan Shehbaz Sharif pada Minggu (13/9) membahas perkembangan regional serta upaya diplomatik untuk deeskalasi ketegangan, menurut Kementerian Luar Negeri (Kemenlu) Arab Saudi.
Dalam sebuah panggilan telepon, Sharif mengecam serangan yang dilancarkan kelompok Houthi Yaman terhadap Arab Saudi, mengutuk apa yang dia sebut sebagai pelanggaran terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah kerajaan itu, serta menegaskan kembali solidaritas penuh Pakistan terhadap Arab Saudi, tulis sebuah pernyataan yang diunggah di platform media sosial X kementerian tersebut.
Sharif juga mengecam serangan-serangan yang menargetkan infrastruktur minyak vital Arab Saudi dan menegaskan kembali dukungan Pakistan terhadap keamanan kerajaan tersebut.
Kemenlu Arab Saudi menyatakan pada Jumat (11/9) bahwa Jalur Pipa Timur-Barat miliknya diserang oleh beberapa drone yang dilancarkan dari Irak, sehingga menyebabkan korban luka dan kerusakan. PM Irak Ali al-Zaidi, yang juga menjabat sebagai Panglima Tertinggi Angkatan Bersenjata Irak, mencopot Komandan Operasi Maysan pada Sabtu (12/9) setelah otoritas mengonfirmasi bahwa serangan yang menargetkan Arab Saudi itu dilancarkan dari sebuah lokasi di Provinsi Maysan, Irak selatan.
Arab Saudi berinvestasi dalam skala besar pada Jalur Pipa Timur-Barat, yang mengalirkan minyak mentah dari ladang-ladang minyak di wilayah timur negara itu menuju pelabuhan Yanbu di Laut Merah, guna menghindari Selat Hormuz. []
Penulis : Heri Suroyo
Editor : Rudi Alfian
Sumber Berita : Jakarta

















