Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Minggu, 20 September 2026 | 18:36 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xin)

Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xin)

ALI Zeinivand, wakil menteri dalam negeri untuk urusan politik sekaligus juru bicara resmi Kementerian Dalam Negeri Iran, pada Sabtu (19/9) mengatakan bahwa negaranya tidak khawatir mengenai pasokan barang-barang kebutuhan pokok alias sembako meski ada “propaganda musuh.”

Akibat tingginya volume impor barang-barang kebutuhan pokok, negara itu saat ini sedang menghadapi kekurangan fasilitas penyimpanan dan telah meminta bantuan dari sektor swasta, kata Zeinivand dalam sebuah konferensi pers di Teheran, menurut kantor berita semiresmi Iran, Fars.

“Rakyat Iran tidak perlu khawatir mengenai pasokan barang-barang kebutuhan pokok dan tidak perlu terpengaruh oleh propaganda palsu musuh. Kami sedang bekerja secara optimal dalam hal ini,” ujarnya.

Baca Juga:  Gamescom 2026, Pameran Gim Terbesar di Dunia

Kendati demikian, Zeinivand mengakui adanya kenaikan harga produk-produk dalam negeri, seraya menuturkan bahwa para pejabat Iran sedang mengambil langkah-langkah untuk mengatasi isu tersebut.

Amerika Serikat (AS) mengintensifkan tekanan ekonominya terhadap Iran setelah Presiden AS Donald Trump bulan lalu mengumumkan “operasi ekonomi paling menghancurkan yang pernah dilakukan” terhadap negara mana pun yang memberikan bantuan vital kepada Iran.

“Hal ini akan menjadi Perang Ekonomi dan Isolasi dalam skala yang belum pernah terjadi sebelumnya,” tutur Trump, seraya menyebut langkah itu sebagai “d-day ekonomi.”

Baca Juga:  Kabut Asap Landa Brunei, Titik Panas Meningkat di Kalimantan

Hal ini terjadi setelah pada 18 Juni, AS dan Iran menandatangani nota kesepahaman (MoU) untuk mengakhiri perang di semua front di kawasan tersebut, termasuk Lebanon. Berdasarkan MoU itu, mereka dijadwalkan menggelar perundingan dalam jangka waktu 60 hari, yang berakhir pada 17 Agustus, guna mencapai kesepakatan akhir-meski harus menelan pil pahit, perdamaian yang diharapkan gagal. []


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington
Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas
Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 
186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 19:12 WIB

Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington

Minggu, 20 September 2026 - 18:52 WIB

Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Minggu, 20 September 2026 - 18:36 WIB

Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Berita Terbaru

Asap membubung tinggi setelah sejumlah ledakan terdengar di pusat kota Teheran, Iran, pada 1 April 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Keluar Tidaknya Iran dari NPT, Tergantung Washington

Minggu, 20 Sep 2026 - 19:12 WIB

Atlet Lampung Utara

#indonesiaswasembada

Porprov 2026, FORKI Lampura Optimis Borong 17 Emas

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:52 WIB

Orang-orang menghadiri pertemuan untuk menyatakan kesetiaan kepada Pemimpin Tertinggi Iran yang baru, Mojtaba Khamenei, di Lapangan Enghelab di Teheran, Iran, pada 9 Maret 2026. (Xin)

#indonesiaswasembada

Meski Ada Propaganda Musuh, Iran Sebut Sembako nya Aman

Minggu, 20 Sep 2026 - 18:36 WIB


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB