Dugaan Makanan Busuk MBG di Lampung Utara, DPRD Minta Pengawasan dan Audit Diperketat

Senin, 12 Januari 2026 | 09:57 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pendistribusian MBG

Pendistribusian MBG

LAMPUNG UTARA – Dugaan ditemukannya makanan busuk dalam Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Sindangsari, Kabupaten Lampung Utara, tidak hanya memicu kekhawatiran terhadap kesehatan siswa, tetapi juga menyorot lemahnya tata kelola dan pengawasan program tersebut.

 

Anggota DPRD Provinsi Lampung dari Daerah Pemilihan Way Kanan–Lampung Utara, Sahdana, menilai insiden ini menjadi peringatan serius bagi pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan agar melakukan pengetatan pengawasan, mulai dari proses pengadaan hingga distribusi makanan ke sekolah-sekolah.

 

“Program ini menggunakan anggaran negara, sehingga setiap tahap pelaksanaannya harus bisa dipertanggungjawabkan. Kualitas makanan tidak boleh diabaikan,” ujar Sahdana, Senin (12/1/2026).

Baca Juga:  Gubernur Lampung Ajak LPM Berkolaborasi Membangun Daerah

 

Politisi Fraksi PDI Perjuangan itu menegaskan, penyedia makanan dalam Program MBG wajib bertanggung jawab penuh terhadap mutu dan keamanan pangan yang dikonsumsi siswa. Menurutnya, pengawasan yang lemah berpotensi membuka celah kelalaian yang justru merugikan anak-anak sebagai penerima manfaat.

 

Sahdana mendorong DPRD Provinsi Lampung untuk melakukan evaluasi menyeluruh, termasuk audit terhadap pelaksanaan Program MBG, terutama jika ditemukan indikasi makanan tidak layak konsumsi. Langkah tersebut dinilai penting agar penggunaan anggaran benar-benar sejalan dengan tujuan peningkatan gizi dan kesehatan peserta didik.

 

“Kalau ditemukan pelanggaran, harus ada sanksi tegas. Ini penting sebagai efek jera agar kejadian serupa tidak terulang di sekolah lain,” tegasnya.

Baca Juga:  Karhutla, Penyelamatan Anak dan Orang Tua Diutamakan

 

Ia juga mengingatkan pemerintah daerah dan dinas terkait agar tidak semata-mata mengejar realisasi program, tetapi memastikan kualitas pelaksanaan di lapangan tetap terjaga. Pengawasan rutin serta penerapan standar keamanan pangan yang ketat dinilai menjadi keharusan.

“Program ini menyangkut masa depan generasi kita. Jangan sampai kualitas dikorbankan hanya demi mengejar target,” tandas Sahdana.

Kasus di SD Negeri 3 Sindangsari diharapkan menjadi momentum perbaikan tata kelola Program MBG di Provinsi Lampung, agar tujuan meningkatkan gizi dan kesehatan siswa dapat tercapai secara optimal.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : DPRD

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung
Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan
Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung
Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi
AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina
Pendidikan Pererat Hubungan Tiongkok dan Indonesia
RI dan Negara Produsen Sawit Dorong Kerja Sama dengan Tiongkok
DK PBB Gelar Jajak Pendapat, Grynspan Kandidat Sekjen

Berita Terkait

Minggu, 1 November 2026 - 06:31 WIB

Wagub Jihan Nurlela Dorong PERSI Perkuat Sinergi dan Transformasi Rumah Sakit di Lampung

Minggu, 1 November 2026 - 06:30 WIB

Gubernur Mirza Ajak Pemuda Bangun Ekonomi Desa melalui Hilirisasi Komoditas Unggulan

Minggu, 1 November 2026 - 05:16 WIB

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Purna Paskibraka Indonesia Lampung Utara – BSI, Gelar Ngopi Emas, Ajak Generasi Muda Melek Investasi

Sabtu, 31 Oktober 2026 - 16:48 WIB

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Berita Terbaru

Berita Utama

Wagub Jihan Apresiasi 25 Tahun Pengabdian LAZDAI Lampung

Minggu, 1 Nov 2026 - 05:16 WIB

Seorang pria mengamati bangunan tempat tinggal yang rusak pascaserangan drone dan rudal berskala besar oleh Rusia di Kiev, Ukraina, pada 9 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

AS Jual Rudal Patriot 2,1 miliar Dolar AS ke Ukraina

Sabtu, 31 Okt 2026 - 16:48 WIB