BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Kamis, 3 September 2026 | 23:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Momentum pengembangan ekosistem RMB semakin kuat setelah Bank Indonesia dan PBOC menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan pengaturan kliring RMB di Indonesia pada 11 Juni 2026. Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memperoleh otorisasi untuk ditunjuk sebagai RMB Clearing Bank di Indonesia.

Momentum pengembangan ekosistem RMB semakin kuat setelah Bank Indonesia dan PBOC menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan pengaturan kliring RMB di Indonesia pada 11 Juni 2026. Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memperoleh otorisasi untuk ditunjuk sebagai RMB Clearing Bank di Indonesia.

JAKARTA-Bank of China (Hong Kong) Limited atau BOC Hong Kong Cabang Jakarta terus mendorong penguatan ekosistem Renminbi (RMB) di Indonesia seiring meningkatnya transaksi perdagangan, investasi, dan konektivitas keuangan antara Indonesia dan Tiongkok.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan forum antarbank bertajuk “Membangun Ekosistem Renminbi Bersama – Memperdalam Kliring RMB, Konektivitas Lintas Perbatasan, serta Pasar Valuta Asing dan Pasar Uang” di Jakarta pada 2 September 2026.

Penyelenggaraan Forum Antarbank

Forum ini dihadiri lebih dari 100 peserta, termasuk perwakilan Bank Indonesia, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Kementerian Keuangan, Asosiasi Sistem Pembayaran Indonesia, UnionPay International, PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI), serta perwakilan dari 45 bank.

Para peserta membahas perkembangan dan peluang penggunaan RMB di Indonesia, mulai dari layanan kliring dan pembayaran lintas perbatasan hingga pengelolaan likuiditas dan konektivitas pasar keuangan.

Dalam forum tersebut, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memaparkan perkembangan terkini pasar RMB, peluang pembiayaan dan investasi di pasar obligasi RMB, mekanisme kliring RMB lintas perbatasan, serta aturan dan prosedur operasional RMB Clearing Bank di Indonesia.

Pembahasan juga mencakup perkembangan pasar RMB/IDR, pembayaran lintas perbatasan, serta penguatan infrastruktur yang diperlukan untuk mendukung transaksi RMB secara lebih efisien.

Perwakilan Bank Indonesia menjelaskan arah pengembangan ekosistem pasar RMB melalui kerangka 3P+I, yang mencakup produk (product), penetapan harga (pricing), peserta (participant), dan infrastruktur (infrastructure). Kerangka tersebut antara lain mencakup perluasan produk valuta asing dan pasar uang berbasis RMB, pengembangan instrumen pendapatan tetap (fixed income) dalam RMB, serta mendorong bank ACCD (Appointed Cross Currency Dealer) untuk menyediakan kuotasi langsung RMB/IDR. Selain itu, dari sisi infrastruktur, konektivitas melalui CIPS, CFETS, dan BI-RTGS juga terus diperkuat untuk mendukung efisiensi transaksi dan perkembangan pasar RMB di Indonesia.

Baca Juga:  Studi Iklim: Tambah Sebulan Paparan Panas, Ancam 560 Juta Anak

Bank Indonesia juga menegaskan pentingnya penguatan kerja sama dengan People’s Bank of China (PBOC) dan Hong Kong Monetary Authority (HKMA), khususnya dalam mendukung penggunaan RMB dan pengelolaan likuiditas RMB di pasar domestik.

Sejalan dengan meningkatnya transaksi Local Currency Transaction (LCT) antara Indonesia dan Tiongkok, pemanfaatan RMB di Indonesia juga semakin luas. Penggunaannya kini tidak hanya untuk penyelesaian transaksi perdagangan, tetapi juga mencakup pembayaran, kliring, pengelolaan likuiditas, serta berbagai aktivitas di pasar keuangan.

Momentum pengembangan ekosistem RMB semakin kuat setelah Bank Indonesia dan PBOC menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan pengaturan kliring RMB di Indonesia pada 11 Juni 2026.

Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memperoleh otorisasi untuk ditunjuk sebagai RMB Clearing Bank di Indonesia. Pada Agustus 2026, Bank Indonesia juga menyempurnakan ketentuan terkait RMB Clearing Bank sebagai bagian dari penguatan kerangka regulasi dan infrastruktur pendukung ekosistem RMB di Indonesia.

Perluas Layanan RMB

BOC Hong Kong Cabang Jakarta telah lama mengembangkan bisnis RMB di Indonesia dan menjadi salah satu penyedia utama layanan RMB serta kanal kliring RMB di pasar domestik. Bank tersebut juga berperan sebagai primary dealer di pasar uang dan valuta asing Indonesia.

Dalam kerangka LCT, BOC Hong Kong Cabang Jakarta secara konsisten menyediakan kuotasi langsung dua arah RMB/IDR serta likuiditas RMB. Layanan tersebut terus dikembangkan dengan pembiayaan lintas perbatasan dalam RMB dan berbagai layanan pasar modal.

Baca Juga:  Sejumlah Wartawan Indonesia Kunjungi Chengdu China

Di pasar obligasi, Grup Bank of China juga mendukung Pemerintah Indonesia dalam memperluas sumber pembiayaan melalui instrumen berbasis RMB. Pada Oktober 2025, Bank of China membantu Pemerintah Indonesia dalam penerbitan perdana Dim Sum Bond senilai RMB6 miliar di Hong Kong.

Pada Februari 2026, Bank of China kembali mendukung penerbitan obligasi dalam dua mata uang senilai RMB9,25 miliar dan 2,7 miliar euro, dengan total nilai penerbitan setara sekitar RMB31,1 miliar.

Kemudian pada Juli 2026, Bank of China mendukung penerbitan perdana Panda Bond Pemerintah Indonesia senilai RMB7 miliar. Penerbitan tersebut memperluas akses pemerintah Indonesia ke pasar modal RMB di Tiongkok sekaligus mencatatkan nilai penerbitan tunggal terbesar untuk Panda Bond negara.

Bangun Ekosistem Bersama

Ke depan, BOC Hong Kong Cabang Jakarta akan terus memperkuat perannya sebagai RMB Clearing Bank melalui kolaborasi dengan Bank Indonesia, OJK, Kementerian Keuangan, lembaga infrastruktur pasar keuangan, serta industri perbankan.

Pengembangan layanan akan difokuskan pada ekosistem RMB yang terintegrasi, mencakup kliring, pembayaran, pembiayaan, investasi, dan pengelolaan likuiditas.

Melalui penguatan ekosistem tersebut, BOC Hong Kong Cabang Jakarta berharap dapat memberikan layanan RMB yang semakin efisien dan mudah diakses oleh pelaku pasar, sekaligus mendukung pertumbuhan perdagangan dan investasi antara Indonesia dan Tiongkok serta memperkuat konektivitas pasar keuangan kedua negara.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina
Tugas Gubernur BI Baru: Likuiditas, Suku Bunga, dan Target Pertumbuhan 6 Persen
Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana
Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan
Pertukaran Budaya Tiongkok-Mesir Berkembang Pesat
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun
Dua Perangkat Desa Tanjung Waras Diduga Terlibat Perselingkuhan, Warga Minta Kades Ambil Sikap

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:34 WIB

BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Kamis, 3 September 2026 - 22:20 WIB

PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina

Kamis, 3 September 2026 - 19:42 WIB

Tugas Gubernur BI Baru: Likuiditas, Suku Bunga, dan Target Pertumbuhan 6 Persen

Kamis, 3 September 2026 - 17:37 WIB

Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Kamis, 3 September 2026 - 17:29 WIB

Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Berita Terbaru

Momentum pengembangan ekosistem RMB semakin kuat setelah Bank Indonesia dan PBOC menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan pengaturan kliring RMB di Indonesia pada 11 Juni 2026. Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memperoleh otorisasi untuk ditunjuk sebagai RMB Clearing Bank di Indonesia.

#indonesiaswasembada

BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Kamis, 3 Sep 2026 - 23:34 WIB


Seorang warga Palestina memadamkan api pada sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan drone Israel di kawasan permukiman Tel al-Hawa, Gaza City, pada 31 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina

Kamis, 3 Sep 2026 - 22:20 WIB

Gubernur DKI Evakuasi Kadisdik [EK]

#indonesiaswasembada

Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:37 WIB

Munir

#indonesiaswasembada

Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:29 WIB