Jadi bagaimana akan P21 (berkas dinyatakan lengkap oleh Jaksa Penuntut Umum, red) dan diteruskan dilimpahkan kepersidangan, jika alat bukti dan keterangan saksi-saksi perkara yang dilaporkan, ternyata tidak mendukung kearah tersebut.

“Sebab jika dipaksakan, yang terjadi perkara ini malah bisa diputus bebas oleh majelis hakim, dan jika itu terjadi yang rugi justru aparat penegak hukum yakni penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum karena bisa menimbulkan citra negatif dalam rangka upaya penegakan hukum,” papar dia.

Baca Juga:  Pangi: Kohesi KIB Diuji dalam Penentuan Kandidat Capres - Cawapres

Karenanya Ahmad Handoko, sangat yakin bahwa kinerja penyidik kepolisian dan jaksa penuntut umum sudah sangat profesional dalam memeriksa dan menangani perkara ini.

“Jadi tidak ada istilah terkatung-katung atau penanganan perkara yang terbengkalai. Semua semata didasarkan tidak adanya alat bukti yang cukup dan keterangan saksi yang mendukung bahwa telah terjadinya tindak pidana,” tambahnya.

Untuk itu, Ahmad Handoko pun sangat berharap dan memohon penyidik Polres Bandarlampung, dapat segera menerbitkan surat penghentian penyidikan perkara terhadap kliennya H. Darussalam.

Baca Juga:  Humanika Lampung Turut Kecam Video Viral Alvin Lim yang Sebut Kejagung Sarang Mafia

“Langkah ini semata-mata agar ada kepastian hukum,” tutupnya.

Seperti dilansir dari website KIRKA.CO., bergantinya Kasat Reskrim Polres Bandarlampung dari Kompol Devi Sujana ke Kompol Dennis Arya Putra, pastinya turut pula diserah terimakan pekerjaan rumah yang belum dituntaskan kepada pejabat yang baru.

Salah satu yang tak mampu terselesaikan di era kepemimpinan Devi Sujana, adalah kasus dugaan tindak pidana penipuan yang telah dilaporkan oleh Raja Besi Tua, Nuryadin selaku korban, sejak dua tahun yang lalu.

1
2
3

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini