MUHASABAH: Musibah Itu Pengingat!

Sabtu, 7 Maret 2026 | 21:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oleh: Rudi Alfian

MUSIBAH datang bukan sekadar peristiwa yang menghadirkan kesedihan. Tulisan ini hadir dalam rangka mengais hikmah di balik skenario Tuhan dalam banjir Bandarlampung hari ini.

Di balik peristiwa yang menyakitkan, tersimpan kasih sayang Allah kepada manusia. Melalui musibah, manusia diajarkan untuk bersabar, bersyukur, dan merenung atas perbuatannya sendiri. Tidak jarang, kerusakan yang terjadi di bumi merupakan akibat dari ulah tangan manusia yang lalai dan abai dalam menjaga amanah sebagai khalifah di muka bumi.

Kadangkala musibah menghadirkan kepedihan yang mendalam. Kebahagiaan yang terasa begitu dekat seakan direnggut kembali oleh Sang Pemilik kehidupan. Namun dalam pandangan yang lebih luas, peristiwa itu sesungguhnya membuka ruang bagi manusia untuk menyadari kebesaran dan keesaan Tuhan, yang memiliki kekuasaan mutlak atas segala sesuatu. Artinya gak perlu sombong.

Sering kali manusia terlena oleh kenikmatan dunia. Padahal salah satu nikmat terbesar adalah ketika Allah masih menutupi aib dan kesalahan hamba-Nya. Musibah hadir untuk menyadarkan manusia agar tidak terus larut dalam kelalaian apalagi gak berprinsip dalam hidup.

Beberapa hikmah utama di balik datangnya musibah yang diantaranya sebagai berikut :

Pertama, sebagai ujian keimanan dan pembentuk karakter:
Musibah menguji sejauh mana kesabaran dan ketabahan seseorang. Dari ujian tersebut akan terlihat siapa yang benar-benar beriman dan siapa yang hanya mengaku beriman. Siapa yang berteguh diri dengan keimanan dan siapa yang plin plan dalam hidup.

Baca Juga:  Brimob Polda Lampung Berhasil Padamkan Kebakaran di RSUD Ryacudu

Kedua, sebagai pembersih dosa dan peningkat derajat:
Setiap kesulitan yang dialami manusia, sekecil apa pun, dapat menjadi pelebur dosa-dosa. Bahkan sering kali Allah memberikan ujian berat kepada hamba-Nya yang dicintai agar derajatnya diangkat lebih tinggi. Oleh karenanya, kita dituntut tahu diri.

Ketiga, sebagai teguran agar manusia kembali kepada Allah:
Musibah menjadi peringatan agar manusia menyadari kesalahannya, bertaubat dari dosa, dan meninggalkan perbuatan maksiat. Ia juga mengingatkan agar manusia tidak terlalu bergantung pada gemerlap dunia yang bersifat sementara. Memakan yang hak, jangan menelan terus menerus yang batil.

Keempat, sebagai pengingat untuk bersyukur:
Ketika sebagian nikmat diambil, manusia diajak untuk menyadari betapa banyak nikmat lain yang masih tersisa. Dari situlah lahir kesadaran untuk lebih menghargai dan mensyukuri karunia Allah.

Kelima, sebagai akibat dari perbuatan manusia sendiri:
Sebagian musibah, terutama bencana alam, sering kali merupakan konsekuensi dari kerusakan yang diperbuat manusia, seperti perusakan lingkungan, ketidakadilan, atau sikap zalim terhadap sesama. Jangan terus menghamba pada sisi keduniawian

Baca Juga:  Tari "Badindin" PAUD Flamboyan Meriahkan HUT RI Ke-81 

Keenam, sebagai tanda kekuasaan Allah:
Musibah mengingatkan bahwa manusia pada hakikatnya adalah makhluk yang lemah. Semua yang dimiliki hanyalah titipan Allah. Kesadaran ini penting agar manusia tidak terjerumus dalam kesombongan dan keangkuhan. Disemua tingkatan. Pejabat kah, warga biasa kah. Berlaku untuk semua.

Pada akhirnya, di balik setiap musibah selalu tersimpan hikmah yang mungkin tidak langsung terlihat oleh mata manusia. Allah tidak pernah menurunkan suatu ujian tanpa tujuan yang baik bagi hamba-Nya.

Musibah sejatinya adalah panggilan untuk memperbaiki diri, mendekatkan hati kepada Allah, serta menjadi pribadi yang lebih sabar, lebih kuat, dan lebih bijaksana dalam menjalani kehidupan.

Karena itu, ketika musibah datang, jangan hanya melihatnya sebagai penderitaan semata. Jadikan ia sebagai momentum untuk merenung, memperbaiki diri, dan memperkuat keimanan.

Pada akhirnya, penulis mengajak setiap pembaca, dan terutama diri sendiri untuk kembali merenungi dosa dan kelalaian yang mungkin telah dilakukan.

*] Jurnalis, Anak Muda Utara


Penulis : Rudi Alfian


Editor : Anis


Sumber Berita : Lampung Utara

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Cegah Dampak Erupsi GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Resmi Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

Cegah Dampak Erupsi GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB