Menlu China Siap Perkuat Kerja Sama dengan ASEAN

Kamis, 23 Juli 2026 | 18:58 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026. [Xin]

Menteri Luar Negeri China Wang Yi, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn di Manila, Filipina, pada 21 Juli 2026. [Xin]

MANILA- Sebagai penopang stabilitas terpenting di kawasan, China siap memperkuat kerja sama dengan Perhimpunan Bangsa-Bangsa Asia Tenggara (ASEAN), demikian disampaikan Menteri Luar Negeri (Menlu) China Wang Yi di Manila pada Selasa (21/7).

 Wang, yang juga merupakan anggota Biro Politik Komite Sentral Partai Komunis China (Communist Party of China/CPC), menyampaikan pernyataan tersebut saat melangsungkan pertemuan dengan Sekretaris Jenderal ASEAN Kao Kim Hourn.

Wang mengungkapkan bahwa China selalu menjunjung tinggi kesetaraan semua negara dan menganut kebijakan bertetangga baik serta persahabatan dengan negara-negara tetangga.

Dia menuturkan bahwa tahun ini menandai peringatan ke-50 penandatanganan Perjanjian Persahabatan dan Kerja Sama di Asia Tenggara (Treaty of Amity and Cooperation in Southeast Asia/TAC). China merupakan negara besar pertama yang bergabung dengan perjanjian tersebut, yang mendorong negara-negara besar lainnya untuk mengikuti jejaknya dan secara signifikan meningkatkan posisi internasional ASEAN. China akan terus mendukung pembangunan Komunitas ASEAN serta upaya ASEAN dalam mewujudkan persatuan dan penguatan diri.

Wang menyebutkan bahwa tahun ini juga menandai peringatan lima tahun pembentukan Kemitraan Strategis Komprehensif China-ASEAN, sebuah tahun yang krusial sebagai jembatan antara pencapaian masa lalu dan kerja sama di masa depan. Menurutnya, dunia sedang mengalami perubahan besar yang disertai gejolak, tetapi Asia Timur secara umum tetap mempertahankan kemakmuran dan stabilitas, suatu kondisi yang diraih dengan susah payah dan harus dihargai oleh semua pihak.

Dia mengungkapkan China siap bekerja sama dengan ASEAN untuk memperdalam rasa saling percaya, meningkatkan sali pengertian dan saling dukung, menjaga kepentingan bersama China dan ASEAN, menjunjung tinggi hak dan kepentingan sah Global South, serta mendorong pembangunan tatanan internasional yang lebih adil dan rasional.

Baca Juga:  Ekspor Durian Kamboja ke China Melonjak Tajam

Wang menyebutkan bahwa China baru saja sukses menggelar Konferensi Kecerdasan Buatan Dunia di Shanghai, dan pada acara tersebut China mengusulkan pembentukan Organisasi Kerja Sama Kecerdasan Buatan Dunia. Organisasi ini bertujuan untuk mendorong peningkatan kapasitas AI bagi negara-negara Global South, memampukan mereka untuk memanfaatkan momentum perkembangan zaman serta memajukan pembangunan dan modernisasi mereka sendiri.

Dia menyampaikan bahwa China menantikan partisipasi aktif ASEAN yang berkelanjutan dalam kerja sama AI internasional, dan menyambut baik bergabungnya lebih banyak negara ASEAN ke dalam organisasi tersebut.

Mengenai Laut China Selatan, Wang menggambarkannya sebagai rumah bersama bagi negara-negara regional. Dia mengatakan isu Laut China Selatan tidak boleh menjadi batu sandungan bagi hubungan China-ASEAN.

Wang menyebutkan bahwa kekuatan-kekuatan tertentu di dalam jajaran militer dan penegak hukum maritim Filipina telah dengan sengaja memicu insiden di Laut China Selatan demi melayani kepentingan pihak luar, sehingga merongrong proses perbaikan hubungan China-Filipina sekaligus perdamaian dan stabilitas di Laut China Selatan.

Wang mengatakan bahwa China siap bekerja sama dengan ASEAN untuk menyingkirkan faktor-faktor pengganggu, mempercepat konsultasi mengenai Kode Etik (Code of Conduct/COC) di Laut China Selatan, bersama-sama membangun narasi baru tentang perdamaian, stabilitas, kerja sama, dan persahabatan di Laut China Selatan, serta memastikan inisiatif terkait isu-isu Laut China Selatan tetap berada sepenuhnya di tangan negara-negara regional.

Baca Juga:  1 Agustus, TPST Bantargebang Pakai Sistem Controlled Lanfill

Kao sangat mengapresiasi hubungan ASEAN-China serta hasil kerja sama praktis antara kedua belah pihak, dan berterima kasih atas dukungan teguh China terhadap peran sentral ASEAN dalam arsitektur kawasan. Dia menambahkan bahwa ASEAN dan China adalah tetangga yang tak terpisahkan, dan China merupakan mitra strategis komprehensif terpenting bagi ASEAN, dengan kedua pihak telah membentuk 65 mekanisme kerja sama.

Kao mengatakan bahwa ASEAN menantikan penyelarasan strategis yang lebih erat dengan China, kerja sama praktis yang lebih mendalam di sektor perdagangan, investasi, ekonomi digital, dan sektor-sektor lainnya, peningkatan pertukaran antarmasyarakat, serta kemajuan yang stabil dalam hubungan ASEAN-China.

Kao mengemukakan bahwa ASEAN menyokong “pendekatan jalur ganda”, mendukung percepatan konsultasi COC, dan berupaya menjadikan Laut China Selatan sebagai lautan perdamaian, kerja sama dan persahabatan. Dia mengatakan bahwa ASEAN siap bekerja sama dengan China untuk bersama-sama menjunjung tinggi perdamaian dan stabilitas kawasan, serta memberikan kontribusi penting bagi pembangunan dan kemakmuran di kawasan Asia-Pasifik.

Wang juga bertemu dengan Menlu Kanada Anita Anand, Menlu Australia Penny Wong, dan Menlu Malaysia Mohamad Hasan pada Selasa.[]


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Xinhua News

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat
Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit
Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel
Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal
Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 
Proyek Kerja Sama Yunnan-Bali Masuki Tahap Baru
TAPM Lampura Klarifikasi Dugaan Pungli Pendamping Desa, Laporan Lima Oknum Sudah di Meja Kepala BPSDM
DPR Dukung Kebijakan Kemensos Tangguhkan Bansos Bagi Keluarga Terindikasi Judol

Berita Terkait

Jumat, 14 Agustus 2026 - 01:00 WIB

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agustus 2026 - 00:53 WIB

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Kamis, 13 Agustus 2026 - 21:42 WIB

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:44 WIB

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Berita Terbaru

Sekolah Rakyat Lampung Timur [Ris]

#indonesiaswasembada

Ikhtiar Lampung Timur Memanusiakan Siswa Lewat Sekolah Rakyat

Jumat, 14 Agu 2026 - 01:00 WIB

Para pengunjung mengamati mobil Chery Q dalam pameran GIIAS 2026 yang digelar di Tangerang, Provinsi Banten, pada 30 Juli hingga 9 Agustus 2026.[cherry]

#indonesiaswasembada

Pameran GIIAS 2026, Chery Catat Pemesanan 3500 Unit

Jumat, 14 Agu 2026 - 00:53 WIB

Jurnalis Palestina Saleh Aljafarani Tewas Saat Meliput di Gaza [xin]

#indonesiaswasembada

Sejak 2023, 260 Jurnalis Tewas di Tangan Israel

Kamis, 13 Agu 2026 - 21:42 WIB

ILustrasi Penembakan di Sekolah Thailand

#indonesiaswasembada

Keselamatan Sekolah Prioritas Thailand Pasca Penembakan Massal

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:44 WIB

Transpormasi Digital Perkuat Ekonomi Digital Lampung

#indonesiaswasembada

Marindo Ikuti Pembelajaran Transformasi Digital Nasional 

Kamis, 13 Agu 2026 - 20:32 WIB