Stop Begadang! Waspadai Penyakit Akibat Sering Begadang

Sabtu, 24 Desember 2022 | 10:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi/Net

Ilustrasi/Net

Laporan : Vini

Dilansir dari Medical News Today, tidur adalah waktu terbaik untuk mendukung kesehatan yang optimal. Bahkan, cukup tidur sama pentingnya dengan berolahraga dan makan makanan yang bernutrisi. Ketika seseorang tidak tidur dengan waktu yang cukup, maka akan muncul beberapa efek begadang yang akan membahayakan kesehatan.

Mengutip kompas.com, berikut adalah beberapa jenis penyakit akibat sering begadang yang tidak boleh disepelekan.

1. Diebetes tipe 2

Salah satu bahaya begadang yang mengintai banyak orang adalah adanya risiko terkena diabetes tipe 2 meskipun tidak secara langsung berkaitan. Menurut salah satu penelitian yang disarikan dari Medical News Today, tikus yang menjadi objek penelitian dan tidur kurang dari 6 jam memiliki level gula darah dan resistensi insulin yang lebih tinggi. Namun, menurut WebMD, kurang tidur bisa memicu kondisi yang sama, khususnya pada wanita yang sering begadang.

Baca Juga:  Sidang Tahunan MPR RI Digelar 14 Agustus 2026 Tentang Pidato Kenegaraan Presiden Prabowo

2. Hipertensi

Dilansir dari Health, begadang berefek negatif pada kinerja pembuluh darah. Akibatnya, begadang akan menyebabkan tubuh bekerja lebih keras untuk memompa darah ke jantung. Kondisi ini akan memicu beberapa jenis penyakit jantung, seperti hipertensi, serangan jantung dan stroke.

3. Obesitas

Dilansir dari Medical News Today, orang-orang yang sering begadang atau tidur kurang dari 7 jam setiap malam cenderung memiliki indeks massa tubuh (BMI) dan risiko obesitas yang lebih tinggi. Begadang ternyata membuat tubuh memproduksi hormon yang menyebabkan rasa lapar atau hormon ghrelin, retensi garam, dan risiko inflamasi. Kurang tidur juga akan memicu rasa lelah sehingga menyebabkan seseorang tidak bersemangat untuk berolahraga atau makan makanan yang bergizi.

4. Gangguan mental

Kurang tidur juga akan memicu beberapa jenis gangguan mental, khususnya depresi. Dilansir dari Medical News Today, kurang tidur akan membuat tubuh kehilangan kemampuan untuk mengatur dan menstabilkan emosi. Tubuh juga akan cenderung memproduksi hormon kortisol yang merupakan hormon pemicu stres. Kondisi ini kemudian akan menyebabkan munculnya berbagai gejala depresi.

Baca Juga:  Lampung Perkuat Kolaborasi untuk Penyandang Disabilitas

5. Gangguan organ reproduksi

Dilansir dari Verywell Family, tubuh akan memengaruhi hormon yang berkaitan dengan kesehatan organ reproduksi sebagai akibat begadang. Kondisi ini kemudian akan memicu beberapa kondisi kesehatan yang berkaitan dengan organ reproduksi itu sendiri, seperti siklus menstruasi yang tidak teratur, penurunan gairah seksual, hingga kemandulan.

6. Gangguan pernapasan

Dilansir dari Healthline, begadang akan memengaruhi kesehatan sistem pernapasan sehingga memicu beberapa jenis penyakit, seperti obstructive sleep apnea (OSA) yang merupakan gangguan pernapasan saat tidur, selesma, dan flu. Jika seseorang memiliki riwayat penyakit pernapasan, begadang akan memicu terjadinya penyakit paru-paru kronis yang perlu diobati secara medis.##

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia
PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina
Tugas Gubernur BI Baru: Likuiditas, Suku Bunga, dan Target Pertumbuhan 6 Persen
Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana
Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan
Pertukaran Budaya Tiongkok-Mesir Berkembang Pesat
Pemprov Lampung Dorong Hilirisasi Komoditas Lokal Lewat Wirausaha Muda Desa
Presiden Tiongkok di Mesir Saksikan Takhta Firaun

Berita Terkait

Kamis, 3 September 2026 - 23:34 WIB

BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Kamis, 3 September 2026 - 22:20 WIB

PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina

Kamis, 3 September 2026 - 19:42 WIB

Tugas Gubernur BI Baru: Likuiditas, Suku Bunga, dan Target Pertumbuhan 6 Persen

Kamis, 3 September 2026 - 17:37 WIB

Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Kamis, 3 September 2026 - 17:29 WIB

Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Berita Terbaru

Momentum pengembangan ekosistem RMB semakin kuat setelah Bank Indonesia dan PBOC menandatangani Nota Kesepahaman mengenai pembentukan pengaturan kliring RMB di Indonesia pada 11 Juni 2026. Selanjutnya, pada 26 Juni 2026, BOC Hong Kong Cabang Jakarta memperoleh otorisasi untuk ditunjuk sebagai RMB Clearing Bank di Indonesia.

#indonesiaswasembada

BOC Hong Kong Siap Perkuat Ekosistem Renminbi di Indonesia

Kamis, 3 Sep 2026 - 23:34 WIB


Seorang warga Palestina memadamkan api pada sebuah kendaraan yang hancur akibat serangan drone Israel di kawasan permukiman Tel al-Hawa, Gaza City, pada 31 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

PBB khawatirkan Keselamatan Warga Sipil Palestina

Kamis, 3 Sep 2026 - 22:20 WIB

Gubernur DKI Evakuasi Kadisdik [EK]

#indonesiaswasembada

Tak Peka, Gubernur DKI Diminta Evaluasi Kadisdik Nahdiana

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:37 WIB

Munir

#indonesiaswasembada

Kepsek SLB Negeri Sukamaju Klarifikasi; Ijazah Proses Pencetakan

Kamis, 3 Sep 2026 - 17:29 WIB