WAYKANAN- Staf Ahli Bidang Pemerintahan, Hukum dan Politik, Kusuma Anakori, S.E., M.AP., membuka Musyawarah Perencanaan Pembangunan (Musrenbang) Tahun 2026 Tingkat Kecamatan Rebang Tangkas yang digelar di Aula Kecamatan Rebang Tangkas, Selasa (10/02/2026). dengan dihadiri Unsur Forkopimcam dan Aparatur Kampung slKecamatn setempat.
Dalam sambutannya, Anakori menegaskan bahwa Musrenbang kecamatan merupakan forum strategis untuk menyepakati usulan prioritas pembangunan yang selaras dengan visi daerah. Untuk Tahun 2027, Pemerintah Kabupaten Way Kanan mengusung tema “Peningkatan Kualitas Sumber Daya Manusia dan Penguatan Ekonomi Lokal yang Didukung Konektivitas Infrastruktur dan Layanan Dasar Berkelanjutan.”
Kusuma Anakori menjelaskan, lima prioritas pembangunan yang menjadi pedoman bersama, yakni peningkatan kualitas SDM melalui pemerataan pendidikan dan kesehatan serta percepatan penurunan stunting; penguatan ekonomi berbasis potensi lokal melalui hilirisasi pertanian dan pemberdayaan UMKM; peningkatan konektivitas infrastruktur dan layanan dasar; penguatan tata kelola pemerintahan serta pelayanan publik berbasis digital hingga tingkat kampung; serta pengelolaan lingkungan hidup berkelanjutan dengan memperhatikan mitigasi bencana.
Kusuma Anakori juga mengapresiasi Capaian pembangunan Kecamatan Rebang Tangkas Berdasarkan data Indeks Desa (ID) Tahun 2025, rata-rata nilai Indeks Desa mencapai 81,40, jauh melampaui rata-rata kabupaten sebesar 77,67, dan dari 11 kampung, 9 kampung berstatus Mandiri, 1 kampung Maju, dan tersisa 1 kampung Berkembang. Capaian tertinggi diraih Kampung Beringin Jaya dengan skor 87,50, disusul Kampung Tiga dengan skor 84,26.
Pada kesempatan tersebut, Asisten juga memberikan perhatian khusus terhadap upaya antisipasi bencana hidrometeorologi. Ia meminta camat dan seluruh kepala kampung untuk menggerakkan aparatur dan masyarakat melakukan normalisasi saluran drainase serta memastikan fungsi embung desa berjalan optimal guna mengurangi risiko banjir dan melindungi aset warga. Selain itu, gerakan penghijauan di area kritis perlu digalakkan sebagai bentuk komitmen menghadapi perubahan iklim.
“Pembangunan ekonomi harus berjalan seiring dengan pelestarian lingkungan. Kita tidak boleh mengorbankan keberlanjutan demi kepentingan jangka pendek,” pungkasnya.
Penulis : Romy
Editor : Desty
Sumber Berita : Way Kanan
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.
















