MPR Dukung Prabowo soal Ketersediaan Migas Hingga 3 Bulan

Minggu, 8 Maret 2026 | 19:48 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

WAKIL Ketua MPR RI dari Fraksi PAN Eddy Soeparno mendukung arahan Presiden Prabowo yang meminta cadangan migas nasional ditingkatkan sampai dengan tiga bulan dari posisinya hari ini yang hanya 20 hari.

“Setiap negara yang memiliki kebutuhan migas untuk menggerakkan perekonomian dalam negerinya memerlukan ketersediaan dan kehandalan pasokan, agar berbagai sektor industri seperti pupuk, petrokimia, dan transportasi bisa tetap beroperasi di saat kondisi geopolitik meruncing seperti kita alami saat ini.

“Karena Indonesia adalah net importer migas, saya sepakat dengan instruksi Presiden Prabowo agar cadangan strategis migas nasional ditingkatkan sampai dengan 90 hari,” lanjutnya.

Menurut Eddy, penguatan ketahanan cadangan migas menjadi sangat penting di saat pasokan migas dunia terganggu akibat perang yang tengah berkecamuk di Timur Tengah.

Eddy menjelaskan bahwa saat ini kita tidak saja berbicara tentang availability of supply (ketersediaan pasokan), tetapi lebih dari itu reliability of supply(kehandalan pasokan).

Baca Juga:  503 Mahasiswa Baru Dibekali Wawasan Kebangsaan, Teknologi, Literasi Keuangan dan Daya Saing Global

“Tidak bisa dibayangkan jika cadangan migas saat ini terkuras habis dan kita belum mendapatkan pasokan tambahan. Mobilitas masyarakat dan kegiatan industri praktis terhenti. Mobil dan sepeda motor tidak bisa bergerak, pesawat udara diistirahatkan di bandara, dan kapal laut akan menumpuk di pelabuhan,” jelasnya.

“Belum lagi industri yang membutuhkan minyak dan gas sebagai bahan bakunya: pabrik pupuk, produsen plastik, dan petrokimia akan berhenti berproduksi. Oleh karenanya, kita harus memperkuat ketahanan energi nasional melalui peningkatan volume cadangan strategis migas sesuai arahan Presiden Prabowo,” jelas Eddy.

Menurut Doktor Ilmu Politik UI ini, sampai sekarang belum ada yang bisa memprediksi kapan perang Iran-AS dan Israel akan selesai. Maka dari itu Indonesia perlu segera berbenah.

“Langkah-langkah yang bisa dilakukan antara lain diversifikasi pasokan impor untuk memastikan pasokan migas dari negara-negara di luar kawasan Timur Tengah dapat diperoleh Indonesia,” ungkapnya.

Selanjutnya Eddy menjelaskan urgensi pembangunan storage capacity (kapasitas penyimpanan) migas yang harus diprioritaskan.

Baca Juga:  Pimpinan DPR Minta Basarnas Kembali Lanjutkan Pencarian 5 Jurnalis Dan 3 Awak Kapal Yang Hilang

“Kami juga mendorong penyediaan anggaran untuk membangun kapasitas penyimpanan tambahan, serta pembelian komoditas migas yang akan menjadi penyangga migas dalam negeri dalam kondisi kedaruratan.

“Oleh karena itu kami mendukung pembentukan National Petroleum Fund yang antara lain dapat dimanfaatkan untuk memperkuat ketahanan energi dalam negeri,” tegasnya.

Eddy juga memandang bahwa penebalan cadangan migas nasional tetap akan bermanfaat sekalipun kondisi geopolitik berjalan normal.

“Di masa nonkritis atau darurat cadangan penyangga ini bisa berfungsi sebagai peredam gejolak harga komoditas di saat harga migas naik mendadak di masa mendatang.

“Krisis geopolitik dan perang di Timur Tengah saat ini mengajarkan bahwa ketahanan energi sangat vital bagi keberlangsungan perekonomian Indonesia. Oleh karena itu, sudah sepatutnya ketahanan energi disejajarkan dengan ketahanan nasional,” tutup Waketum PAN ini.


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : MPR RI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Tiga Maladministrasi dalam Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa
Lewat Seni Islami, Lampung Dorong Generasi Muda Berkarakter
Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru
Jihan : Peserta Jamsostek Lampung Meningkat 21%
Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru
Wagub Jihan: Sinergi dengan TNI Jaga Stabilitas Pembangunan
Hubungan Perbukuan Tiongkok-Indonesia Makin Erat
Iran Serang 7 Kapal Tanker Minyak “Pelanggar” Hormuz

Berita Terkait

Senin, 5 Oktober 2026 - 22:33 WIB

Tiga Maladministrasi dalam Pengangkatan dan Pemberhentian Perangkat Desa

Senin, 5 Oktober 2026 - 13:24 WIB

Lewat Seni Islami, Lampung Dorong Generasi Muda Berkarakter

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:37 WIB

Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:19 WIB

Jihan : Peserta Jamsostek Lampung Meningkat 21%

Senin, 5 Oktober 2026 - 12:13 WIB

Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru

Berita Terbaru

Berita Utama

Lewat Seni Islami, Lampung Dorong Generasi Muda Berkarakter

Senin, 5 Okt 2026 - 13:24 WIB

Berita TNI

Peringati HUT Ke-81, TNI Pakai PDU Baru

Senin, 5 Okt 2026 - 12:37 WIB

Berita Utama

Jihan : Peserta Jamsostek Lampung Meningkat 21%

Senin, 5 Okt 2026 - 12:19 WIB

Berita Utama

Iran Tinjau Pandangan AS Terkait Proposal Baru

Senin, 5 Okt 2026 - 12:13 WIB