Dosen Kehutanan Dampingi Siswa Mengenal Flora Sumatera

Kamis, 30 April 2026 | 14:29 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

LAMPUNG SELATAN – Kebun Raya Institut Teknologi Sumatera (ITERA) tiba-tiba berubah meriah, tawa dan rasa penasaran ratusan remaja memenuhi kawasan konservasi itu. Sebanyak 244 siswa dari SMPN 26 Bandar Lampung datang bukan sekadar jalan-jalan, melainkan ikut dalam kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang digelar dosen Program Studi Rekayasa Kehutanan ITERA bersama UPA Konservasi Flora Sumatera.

Tujuannya mengenalkan kekayaan tumbuhan asli Sumatera sejak dini. Biar generasi muda enggak cuma kenal tanaman dari layar ponsel, tapi juga bisa melihat, menyentuh, bahkan menanam langsung. Kegiatan dimulai dengan sesi pengalaman ringan tapi penuh makna. Dua dosen, Yossi Dharma dan Maeda Wahyuningrum, menjelaskan betapa pentingnya keberadaan kebun raya bagi suatu wilayah. Para siswa pun paham kalau Kebun Raya ITERA bukan taman biasa. Di sinilah berbagai tumbuhan langka Sumatera dilindungi dari kepunahan.

“Tumbuhan bukan cuma pemandangan hijau. Mereka penjaga keseimbangan ekosistem, penyedia oksigen, dan sumber ilmu masa depan,” begitu pesan yang disampaikan.

Agar enggak bosan, para siswa diajak berkeliling ke tiga pos edukasi interaktif. Setiap pos serasa petualangan kecil yang sarat ilmu. Di pos pertama, siswa berhadapan dengan tanaman paling unik sekaligus memukau: Kantong Semar (Nepenthes). Dua dosen, Vilda Puji Dini Anita dan Oktarina Maulidia, dengan sabar menjelaskan fungsi kantong pada tanaman ini. Ternyata, itu jebakan mematikan bagi serangga untuk memenuhi nutrisi di tanah miskin hara.

Baca Juga:  Rest Area Toll Bakter Jadi Titik Singgah Strategis, Bantu Kelancaran Arus Balik dan Mudik

Tak cuma keunikannya, para siswa juga diajak merenung: Kantong Semar kini terancam punah karena perburuan liar dan rusaknya hutan. Dengan pengetahuan ini, mereka belajar kalau keindahan alam enggak boleh dibeli dengan cara merusaknya.

Di pos kedua, teori berubah jadi aksi nyata. Arief Juniarto mengajak ratusan siswa mempraktikkan teknik perbanyakan vegetatif buatan, yaitu metode stek pada tanaman pacar air.

Caranya gampang: potong batang, tanam di media, rawat dengan sabar. Dalam hitungan menit, setiap siswa merasakan pengalaman jadi “petani cilik”. Harapannya, setelah pulang ke rumah, mereka enggak perlu menunggu benih untuk mulai berkebun. Cukup stek, penghijauan bisa dimulai dari pot kecil di teras rumah. “Lingkungan terbaik untuk mulai menjaga alam adalah dari lingkungan kita sendiri,” begitu semangat yang ditularkan.

Baca Juga:  Dukung Petani Repong Damar, Tim Rekayasa Kehutanan ITERA Kembangkan Market Information System

Sumatera terkenal sebagai surga anggrek. Di pos ketiga, siswa belajar tentang siklus hidup, cara perbanyakan, hingga tips merawat anggrek biar enggak mudah mati. Materi ini mengajarkan satu hal penting: merawat makhluk hidup butuh ketelatenan dan kasih sayang. Enggak beda dengan memelihara hewan peliharaan, anggrek cantik ini juga butuh perhatian ekstra. Para siswa pun pulang dari pos ini dengan rasa kagum sekaligus sadar bahwa keindahan datang dari kesabaran.

Kegiatan PkM ini jelas bukan sekadar kunjungan wisata edukatif. Tim dosen Rekayasa Kehutanan ITERA menegaskan bahwa edukasi flora sejak dini adalah investasi jangka panjang. Dengan mengenal langsung jenis-jenis tumbuhan dan cara merawatnya, para remaja ini diharapkan punya ikatan emosional dengan alam. Ketika sudah dekat dan peduli, mereka akan berpikir dua kali sebelum merusak lingkungan di masa depan.

 


Penulis : Anis


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik Lintas Lampung di Google News
*Untuk mengikuti silakan klik tanda bintang.

Berita Terkait

Sujatmiko: Evaluasi Sistem Transportasi KAI
Marindo Kukuhkan Pengurus Korpri Way Kanan
Dunia Kedokteran dan Tanaman Rempah Emak-Emak
PFI Kecam Intimidasi Kadis PSDA terhadap Wartawan
Sekolah Rakyat Kota Baru Disiapkan Jadi Pusat Pendidikan Terpadu di Lampung
Aklamasi, Haryati Resmi Nahkodai DPD Partai Golkar Mesuji
Pemprov Ajak Sukseskan Porwanas XV 2027 Lampung
Terima Ombudsman RI, Marindo: Lampung Perkuat Sinergi untuk Layanan yang Nyata bagi Masyarakat

Berita Terkait

Kamis, 30 April 2026 - 14:31 WIB

Sujatmiko: Evaluasi Sistem Transportasi KAI

Kamis, 30 April 2026 - 14:29 WIB

Dosen Kehutanan Dampingi Siswa Mengenal Flora Sumatera

Kamis, 30 April 2026 - 14:27 WIB

Marindo Kukuhkan Pengurus Korpri Way Kanan

Kamis, 30 April 2026 - 07:20 WIB

Dunia Kedokteran dan Tanaman Rempah Emak-Emak

Kamis, 30 April 2026 - 05:36 WIB

PFI Kecam Intimidasi Kadis PSDA terhadap Wartawan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

Sujatmiko: Evaluasi Sistem Transportasi KAI

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:31 WIB

#indonesiaswasembada

Dosen Kehutanan Dampingi Siswa Mengenal Flora Sumatera

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:29 WIB

#indonesiaswasembada

Marindo Kukuhkan Pengurus Korpri Way Kanan

Kamis, 30 Apr 2026 - 14:27 WIB

#indonesiaswasembada

Dunia Kedokteran dan Tanaman Rempah Emak-Emak

Kamis, 30 Apr 2026 - 07:20 WIB

#indonesiaswasembada

PFI Kecam Intimidasi Kadis PSDA terhadap Wartawan

Kamis, 30 Apr 2026 - 05:36 WIB