Dukung Petani Repong Damar, Tim Rekayasa Kehutanan ITERA Kembangkan Market Information System

Senin, 13 April 2026 | 07:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Pesisir Barat – Sinergi strategis terjalin antara akademisi Program Studi Rekayasa Kehutanan Institut Teknologi Sumatera (ITERA) dengan tim peneliti muda “The Guardian of The Indigenous Forest” dalam upaya penguatan ekonomi masyarakat adat di Kabupaten Pesisir Barat. Kolaborasi ini diwujudkan melalui kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PkM) yang berfokus pada pengembangan Market Information System (MIS) bagi petani Repong Damar. Kegiatan yang berlangsung pada 7 – 9 Maret 2026 ini dilaksanakan di dua lokasi strategis, yaitu KTH Seandanan di Desa Pahmungan dan KTH Karya Muda di Desa Penengahan, Kecamatan Karya Penggawa, dengan dukungan pendanaan global dari Food and Agriculture Organization (FAO) PBB.

Pelaksanaan pengabdian ini didasari oleh keprihatinan atas tren penurunan luas Repong Damar akibat rendahnya harga jual getah damar di tingkat petani. Kondisi ekonomi yang tidak menentu ini menjadi faktor utama pendorong masyarakat mengalihfungsikan lahan Repong menjadi komoditas perkebunan monokultur yang jika dibiarkan akan mengancam kelestarian ekosistem hutan dan hilangnya identitas budaya lokal. Menanggapi isu tersebut, tim “The Guardian of The Indigenous Forest” yang dipimpin oleh Bangun Adi Wijaya dan  beranggotakan Agung Yoga Pangestu serta Safira Nurul Izzah bertindak sebagai inisiator pemenang pendanaan FAO di Roma, Italia, sementara Tim Dosen dan Mahasiswa ITERA bertindak sebagai pelaksana teknis di lapangan. Tim ITERA ini dipimpin oleh Agung Yoga Pangestu. M.Sc., bersama Khoryfatul Munawaroh, S.Hut., M.Si., Diyanti Isnani Siregar, S.Hut., M.Sc., serta melibatkan mahasiswa Rekayasa Kehutanan ITERA.

Baca Juga:  Cara Nyaman Belajar Bahasa Mandarin bagi Pemula

Selama tiga hari di lapangan, tim gabungan melaksanakan serangkaian agenda yang dimulai dengan sosialisasi rencana kegiatan untuk menyelaraskan persepsi dan membangun dukungan masyarakat di kedua desa. Langkah selanjutnya adalah pengambilan data awal sebagai acuan pengembangan platform digital MIS, yang mencakup informasi rantai pasok dan fluktuasi harga pasar di tingkat lokal. Selain itu, tim juga melakukan pengecekan langsung ke kebun-kebun damar milik warga untuk meninjau kesehatan pohon dan potensi produksi sistem agroforestry (Repong), guna memastikan sistem informasi yang dibangun benar-benar berbasis pada realitas di tingkat tapak dan mampu menjawab tantangan ekonomi petani.

Baca Juga:  Presiden Prabowo Mengerahkan 11 Kapal TNI AL -Basarnas Cari 5 Jurnalis 

Kehadiran tim disambut hangat oleh masyarakat setempat, di mana para Ketua KTH Seandanan dan KTH Karya Muda menyatakan dukungan penuh dan menyambut baik inisiatif ini. Mereka berharap sistem informasi pasar ini dapat menjadi solusi nyata atas ketidakpastian harga yang selama ini memaksa petani melirik komoditas lain. Agung Yoga Pangestu, M.Sc. menjelaskan bahwa transparansi harga melalui platform MIS diharapkan dapat memberikan posisi tawar yang lebih adil bagi petani, sehingga mereka tetap termotivasi mempertahankan Repong Damar. kolaborasi lintas institusi ini yang diharapkan mampu menekan laju alih fungsi lahan serta menjaga kelestarian Repong Damar sebagai warisan dunia melalui transformasi digital yang inklusif.

 


Penulis : Anis


Editor : Ahmad Novriwan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Mesir dan Arab Saud Bahas Keamanan Regional
Iran: Tak ada Negosiasi dengan AS, Kecuali…
Koalisi Arab Saudi Klaim Cegat Drone Houthi yang Incar Makkah
Pemkab Mesuji Terapkan Manajemen Talenta ASN Untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama
Kades Tanjung Waras Sebut Belum Ada Bukti Perselingkuhan
Diambil Sumpah, Ali Hasan Jadi Advokat Termuda PERADI Lampung
Lampung Perluas Tim Inisiatif Karbon, Bidik Ekonomi Blue-Green
Kekuatan Lintas Sektor Percepat Perhutanan Sosial

Berita Terkait

Rabu, 16 September 2026 - 23:02 WIB

Mesir dan Arab Saud Bahas Keamanan Regional

Rabu, 16 September 2026 - 22:12 WIB

Iran: Tak ada Negosiasi dengan AS, Kecuali…

Rabu, 16 September 2026 - 21:52 WIB

Koalisi Arab Saudi Klaim Cegat Drone Houthi yang Incar Makkah

Rabu, 16 September 2026 - 21:35 WIB

Pemkab Mesuji Terapkan Manajemen Talenta ASN Untuk Pengisian Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama

Rabu, 16 September 2026 - 20:35 WIB

Kades Tanjung Waras Sebut Belum Ada Bukti Perselingkuhan

Berita Terbaru

Presiden Mesir Abdel-Fattah al-Sisi pada Selasa (15/9) bertemu dengan Putra Mahkota sekaligus Perdana Menteri Arab Saudi Mohammed bin Salman bin Abdulaziz Al Saud di Kairo [Xinhua]

#indonesiaswasembada

Mesir dan Arab Saud Bahas Keamanan Regional

Rabu, 16 Sep 2026 - 23:02 WIB

KILATAN Cahaya Senjata Iran saat Serang Pangkalan AS [xin]

#indonesiaswasembada

Iran: Tak ada Negosiasi dengan AS, Kecuali…

Rabu, 16 Sep 2026 - 22:12 WIB

Foto yang bersumber dari Pusat Media Houthi ini memperlihatkan peluncuran rudal yang diduga mengarah ke Mocha, Yaman, pada 9 Agustus 2026. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Koalisi Arab Saudi Klaim Cegat Drone Houthi yang Incar Makkah

Rabu, 16 Sep 2026 - 21:52 WIB

#indonesiaswasembada

Kades Tanjung Waras Sebut Belum Ada Bukti Perselingkuhan

Rabu, 16 Sep 2026 - 20:35 WIB