Keren, KADIN Sumsel Dorong Kopi Pagaralam Mendunia

Jumat, 1 Mei 2026 | 00:46 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PAGARALAM- Upaya memperkuat tata niaga kopi Sumsel terus digencarkan. Kamar Dagang dan Industri (KADIN) Sumatera Selatan resmi menjalin kerja sama melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) bersama Pemerintah Kota Pagaralam dalam rangka membangun sistem perdagangan kopi yang lebih modern dan berorientasi ekspor.

Kegiatan bertema “Sinergi Ekosistem Perdagangan Kopi Pagaralam Menuju Pasar Global” ini digelar di Hotel Swarna Dwipa, Kamis (30/4).

Langkah ini dinilai sebagai tonggak penting dalam transformasi tata niaga kopi Sumsel, khususnya dalam meningkatkan daya saing kopi Pagaralam di pasar global. Dalam kegiatan tersebut, berbagai pemangku kepentingan turut hadir, mulai dari pemerintah daerah, pelaku usaha, hingga sektor pendukung seperti logistik dan keuangan.

Ketua Pelaksana yang juga Ketua Satgas Kopi Sumsel, Edwin Aljufri, mengungkapkan bahwa potensi besar kopi Sumsel belum sepenuhnya diimbangi dengan kinerja ekspor yang optimal. Padahal, Sumatera Selatan dikenal sebagai produsen kopi robusta terbesar di Indonesia dengan produksi mencapai sekitar 200.000 ton per tahun.

“Angka ekspor kopi Sumsel masih relatif rendah dibandingkan potensinya. Oleh karena itu, KADIN Sumsel mendorong pembangunan tata niaga berbasis teknologi untuk meningkatkan efisiensi dan daya saing,” ujar Edwin.

Ia menjelaskan bahwa Kota Pagaralam dipilih sebagai pilot project karena dinilai paling siap dari sisi teknis maupun finansial. Menurutnya, kesiapan tersebut menjadi modal utama dalam mengimplementasikan sistem perdagangan kopi Sumsel yang lebih terintegrasi.

“Pagaralam menjadi daerah percontohan dalam membangun tata niaga perdagangan kopi Sumsel menuju pasar global. Ini merupakan langkah awal yang strategis,” tegasnya.

Sementara itu, Ketua KADIN Sumsel, H. Afandi Udjie, menekankan bahwa kerja sama ini bukan sekadar seremoni, melainkan awal dari perubahan besar dalam sistem perdagangan kopi Sumsel.

Baca Juga:  Wujudkan Lingkungan Bersih, Jajaran Polres Mesuji Kembali Laksanakan Gerakan Indonesia Asri

Ia menyebutkan bahwa Indonesia saat ini merupakan produsen kopi terbesar keempat di dunia, dan Sumatera Selatan menjadi tulang punggung produksi kopi robusta nasional.

“Hari ini kita tidak sekadar menandatangani nota kesepahaman. Kita sedang meletakkan fondasi perubahan. Dari pola lama, di mana petani sering berada dalam tekanan harga, menuju sistem baru yang memberikan standar kualitas dan kepastian pasar,” jelas Afandi.

Ia menambahkan, KADIN Sumsel berperan sebagai penggerak ekosistem yang menghubungkan petani, akses pembiayaan, serta pasar dalam satu rantai yang solid. Melalui kerja sama ini, berbagai program strategis akan dijalankan, seperti implementasi sistem resi gudang, peningkatan kualitas produk, hingga pembukaan akses pasar ekspor yang lebih luas.

“Target kita jelas, kopi Pagaralam harus naik kelas. Petaninya harus lebih sejahtera, dan daerahnya harus mendapatkan nilai tambah yang nyata,” ujarnya.

Afandi juga optimistis bahwa sinergi antara pemerintah dan pelaku usaha dapat mempercepat terwujudnya sistem tata niaga kopi Sumsel yang modern dan berkelanjutan.

“Jika kita bergerak bersama hari ini, maka bukan hanya kopi yang kita jual, tetapi masa depan yang lebih baik bagi petani dan daerah,” pungkasnya.

Di sisi lain, Wali Kota Pagaralam, Ludi Oliansyah, menyambut baik kerja sama tersebut. Ia mengungkapkan bahwa kopi Pagaralam, khususnya varietas Raden Kuning, telah menunjukkan kualitas unggul dan mulai menembus pasar ekspor.

“Alhamdulillah, kopi Raden Kuning saat ini menjadi salah satu kopi terbaik di Indonesia. Ini momentum bagi kita untuk memperkuat branding kopi Pagaralam,” kata Ludi.

Baca Juga:  Cegah Stunting, Mahasiswa KKN Gandeng Kelurahan dan Kader Posyandu Sosialisasikan Manfaat Daun Kelor

Menurutnya, kopi Raden Kuning tidak hanya memiliki kualitas rasa yang khas, tetapi juga memiliki nilai historis dan cerita rakyat yang menjadi daya tarik tersendiri di pasar global.

“Kopi ini punya cerita yang kuat dari masa lalu. Ini menjadi nilai tambah yang tidak dimiliki daerah lain,” ujarnya.

Ludi menegaskan bahwa Pemerintah Kota Pagaralam siap berkolaborasi dengan berbagai pihak untuk memperkuat posisi kopi Pagaralam dalam rantai perdagangan global.

“Kami siap bersinergi dalam perdagangan kopi Pagaralam menuju pasar global. Ini peluang besar yang harus dimanfaatkan bersama,” tegasnya.

Sebagai bagian dari rangkaian kegiatan, penandatanganan MoU ini juga diikuti dengan sesi diskusi panel yang menghadirkan berbagai narasumber dari lintas sektor, antara lain Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan HAM Sumsel, praktisi teknologi blockchain, BGR Logistik, Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Pelindo, serta ALFI/ILFA.

Diskusi tersebut membahas berbagai aspek penting dalam pengembangan tata niaga kopi Sumsel, mulai dari legalitas, transparansi berbasis teknologi, sistem logistik, hingga akses pembiayaan bagi petani dan pelaku usaha.

Dengan adanya sinergi lintas sektor ini, diharapkan tata niaga kopi Sumsel dapat semakin kuat dan mampu bersaing di pasar global. Transformasi ini juga diyakini akan memberikan dampak signifikan terhadap peningkatan kesejahteraan petani serta pertumbuhan ekonomi daerah.  Bagaimana KADIN Lampung?.[]


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Sumatera Selatan

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye
Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah
Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya
Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina
Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta
Pengamat Dorong Pemerintah Bentuk Lembaga Ad Hoc Penanganan Bencana
HUT Ke-81; KCIC Gelar ‘Jabar Istimewa’
Pilrek Unila; Ada yang Belum Daftar, Sudah Mundur

Berita Terkait

Kamis, 20 Agustus 2026 - 23:45 WIB

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agustus 2026 - 22:00 WIB

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agustus 2026 - 21:55 WIB

Mahasiswa KKN Beri Edukasi Penggunaan Gadget Secara Bijak di SDN 2 Campang Raya

Kamis, 20 Agustus 2026 - 17:42 WIB

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agustus 2026 - 15:29 WIB

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Berita Terbaru


Sejumlah ambulans terlihat di jalur masuk Kota Koayiah di Daraa, Suriah selatan, pada 25 Maret 2025. Enam warga sipil tewas dan beberapa lainnya luka-luka setelah pasukan Israel menggempur Kota Koayiah di Daraa pada Selasa (25/3), demikian menurut otoritas urusan luar negeri Suriah. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Serang Pangkalan Udara Suriah, Ancam Turkiye

Kamis, 20 Agu 2026 - 23:45 WIB

GUbernur Mirza di Lampung Tengah bincang terkait infrastruktur sekolah [Na]

#indonesiaswasembada

Gubernur Mirza Perkuat Infrastruktur Sekolah

Kamis, 20 Agu 2026 - 22:00 WIB

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 13 Agustus 2026 ini memperlihatkan permukiman Ganim di Tepi Barat. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Israel Berlakukan Jam Malam bagi 40.000 Warga Palestina

Kamis, 20 Agu 2026 - 17:42 WIB

#indonesiaswasembada

Revolusi Raja dan Rakyat, dari Sahara ke Jakarta

Kamis, 20 Agu 2026 - 15:29 WIB