Sosialisasi Empat Pilar MPR RI, Gubernur Mirza Dorong Generasi Muda Lestarikan Budaya Lampung

Rabu, 19 November 2025 | 19:17 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

BANDARLAMPUNG —- Gubernur Lampung, Rahmat Mirzani Djausal, menegaskan bahwa kebudayaan merupakan kekayaan sekaligus identitas fundamental yang harus dijaga untuk memperkuat persatuan bangsa.

Penegasan ini disampaikan Gubernur saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI melalui Pagelaran Seni Budaya di Mahan Agung, Rabu (19/11/2025), yang mengusung tema “Menggaungkan Kembali Semangat Persatuan dan Nasionalisme Lewat Kesenian Rakyat Lampung”.

Gubernur Mirza menyatakan bahwa kegiatan seni budaya merupakan sarana yang efektif untuk menanamkan kembali nilai-nilai kebangsaan yang tertuang dalam Empat Pilar, yakni Pancasila, UUD NRI 1945, NKRI, dan Bhinneka Tunggal Ika.

“Empat Pilar telah menjadi pondasi tegaknya kehidupan berbangsa dan bernegara kita. Nilai-nilai luhur ini harus terus disosialisasikan, dipahami, dan diimplementasikan oleh seluruh lapisan masyarakat, termasuk melalui ruang kreatif seni dan budaya seperti yang kita lakukan hari ini,” ujar Gubernur.

Gubernur menyoroti Provinsi Lampung sebagai contoh nyata keberhasilan harmoni di tengah keberagaman. Dengan filosofi “Sai Bumi Ruwa Jurai”, Lampung telah membuktikan koeksistensi damai antara penduduk lokal (sekitar 16%) dan mayoritas pendatang (sekitar 67%).

“Sejarah mencatat, selama puluhan tahun, Lampung tidak pernah mengalami konflik horizontal maupun vertikal. Harmoni ini ditopang kuat oleh falsafah kita Pi’il Pesenggiri, Nemui Nyimah, Nengah Nyappur, Bejuluk Beadek, dan Sakai Sambayan,” jelasnya.

Baca Juga:  Bupati Ayu Pimpin Rapat Evaluasi MPP

Gubernur menekankan bahwa rasa persatuan ini terbentuk berkat kesadaran masyarakat Lampung untuk menghormati dan menjunjung tinggi seluruh kebudayaan di Indonesia sebagai bagian integral dari diri.

Menghadapi tantangan globalisasi dan revolusi industri, Gubernur mengingatkan bahwa arus informasi cepat dan derasnya pengaruh budaya luar dapat menyebabkan generasi muda melupakan warisan budayanya sendiri.

Oleh karena itu, kesenian rakyat memiliki peran vital sebagai media untuk menumbuhkan nasionalisme, memperkuat persatuan, dan menjaga warisan budaya agar tetap eksis. Gubernur mencontohkan kesenian tradisional Lampung seperti tari Melinting, Sigekh Penguten, dan musik Gamolan sebagai bahasa yang menyatukan persaudaraan dan jati diri masyarakat.

“Pemerintah Provinsi Lampung berkomitmen mendorong identitas budaya Lampung untuk terus dipopulerkan dan diimplementasikan. Tanpa budaya, kita tidak memiliki identitas. Tanpa identitas, kita tidak kaya. Salah satu cara menjaga Pancasila adalah dengan menjaga identitas kita, yaitu dengan budaya,” tegasnya.

Gubernur Mirza turut mendorong generasi muda untuk memanfaatkan era digital, melanjutkan tradisi dengan cara yang modern, serta menyebarkan nilai-nilai budaya melalui kreativitas, kolaborasi, dan teknologi.

Gubernur berharap, pagelaran seni budaya ini menjadi sarana yang edukatif, inspiratif, dan rekreatif, tidak hanya dalam menampilkan kekayaan budaya lokal, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kebangsaan yang kuat bagi seluruh masyarakat.

Baca Juga:  Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026

Sementara itu, Ketua MPR RI Ahmad Muzani mengapresiasi Provinsi Lampung sebagai contoh nyata praktik Bhinneka Tunggal Ika. Menurut Ahmad Muzani, persatuan di Lampung terjalin kuat, di mana masyarakat pribumi Lampung yang jumlahnya lebih kecil dapat menerima dan bersatu dengan berbagai etnis pendatang.

“Orang-orang yang datang di bumi Lampung, merasa dirinya orang Lampung, meski sukunya berbeda. Tradisi sapaan ‘Tabik Pun’ yang dijawab ‘Iya Pun’ adalah bentuk bagaimana kebhinekaan dipraktikkan di bumi Lampung ini,” ujarnya,

Ahmad Muzani kemudian menyoroti pentingnya pelestarian aset budaya nasional. Ia menyebut bahwa di Indonesia terdapat sekitar 700 bahasa daerah yang harus dipertahankan.

Secara khusus, ia mengingatkan potensi punah pada Bahasa Lampung karena menurunnya jumlah penutur dan minimnya penggunaan bahasa daerah tersebut di lingkungan keluarga.

“Ini tidak boleh terjadi, supaya anak-anak cucu kita, generasi yang akan datang masih tahu tentang Bahasa Lampung,” pungkasnya.


Penulis : Desty


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

PDPM Lampung Utara Gelar Nobar Piala Dunia
Tim Advokat Adal Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa
8 Dapur Kena Moratorium, Layanan MBG di Lampura tak Terganggu
Gubernur Buka Siger Smash Padel Tournament 2026
Ini Kata Prof Li Renjun soal Indonesia dan Lampung Dimasa Depan
Posisi ACJA di Mata dan Fikiran Xi Jinping
Dekranasda Provinsi Lampung Perkuat Industri Kreatif, Batik Keris Jadi Etalase Wastra Khas Daerah
Cegah Tindak Kejahatan Jalanan, Polres Mesuji Rutin Gelar Patroli Malam

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 06:55 WIB

PDPM Lampung Utara Gelar Nobar Piala Dunia

Minggu, 19 Juli 2026 - 20:07 WIB

Tim Advokat Adal Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:56 WIB

8 Dapur Kena Moratorium, Layanan MBG di Lampura tak Terganggu

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:48 WIB

Gubernur Buka Siger Smash Padel Tournament 2026

Minggu, 19 Juli 2026 - 19:38 WIB

Ini Kata Prof Li Renjun soal Indonesia dan Lampung Dimasa Depan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

PDPM Lampung Utara Gelar Nobar Piala Dunia

Senin, 20 Jul 2026 - 06:55 WIB

Tim Advokat Adal {Hrs]

#indonesiaswasembada

Tim Advokat Adal Minta Majelis Hakim Bebaskan Terdakwa

Minggu, 19 Jul 2026 - 20:07 WIB

Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Lampung Utara, Anggi Prasetyo {RA]

#indonesiaswasembada

8 Dapur Kena Moratorium, Layanan MBG di Lampura tak Terganggu

Minggu, 19 Jul 2026 - 19:56 WIB

Pembukaan Siger Smash Padel Tournament 2026[Pl]

#indonesiaswasembada

Gubernur Buka Siger Smash Padel Tournament 2026

Minggu, 19 Jul 2026 - 19:48 WIB

Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan dan Prof Li dari Hainan University [Jul]

#indonesiaswasembada

Ini Kata Prof Li Renjun soal Indonesia dan Lampung Dimasa Depan

Minggu, 19 Jul 2026 - 19:38 WIB