TIONGKOK-Dua hari terakhir kunjungan JMSI ke Tiongkok kami berkesempatan bercengkrama dengan Prof Li Renjun, Profesor ekonomi dari Hainan University. Mengunjungi Pelabuhan Cosco Shipping Lines – Hainan Free Trade Port (FTP).
Dikatakan Prof Li, dirinya berkenyakinan, dibawah kepemimpinan Presiden Prabowo, Indonesia akan besar dan maju. Soal waktu, komunikasi, kesabaran serta penghormatan terhadap hukum yang menghantar kemuliaan Indonesia dan Lampung di mata dunia.
Pengajar di Universitas Hainan ini, Indonesia dan Lampung serta provinsi lainnya, bisa memodifikasi fikirin-fikiran Den Xiaoping.
Mempelajari filosofi diri. Mempelajari jati diri. Sebagai modal untuk maju dan berkembang. Jangan-jangan, anak Lampung dan Indonesia tak mengenal sejarah Lampung dan Indonesia nya.
Gak bangga sebagai orang Indonesia apalagi cinta dengan sejarahnya.
Kalau istilah Pendiri dan Pembina JMSI Jambi, Mursyid Songsang, lupo kacang akan kulitnya-lupa sejarah panjang bangsa. Hingganya tak mampu menarasikan potensi besar untuk menjadi pundi-pundi kemapanan ekonomi . Itu lah Tiongkok hari ini. Membesarkan dan mendalami kemuliaan leluhur.
Dijelaskan Prof Li, Deng Xiaoping adalah tokoh revolusioner dan pemimpin tertinggi Tiongkok yang dikenal sebagai arsitek di balik reformasi ekonomi Tiongkok modern.
Ia mengubah arah negaranya dari ekonomi komunis yang tertutup menjadi ekonomi pasar terbuka, yang menjadi fondasi Tiongkok menjadi negara adidaya seperti saat ini.
Deng Xiaoping dengan keberaniannya melakukan Reformasi dan Keterbukaan pada akhir 1970-an, ia mencabut kontrol ketat negara atas sektor pertanian dan mengizinkan kepemilikan bisnis swasta serta investasi asing.
Deng terkenal dengan filosofi pragmatisnya: “Tidak peduli kucing hitam atau kucing putih, yang penting bisa menangkap tikus,” yang bermakna bahwa sistem ekonomi apapun sah digunakan asalkan membawa kemakmuran dan hasil.
Deng juga menggagas kebijakan ini untuk mengintegrasikan wilayah seperti Hong Kong dan Makau kembali ke Tiongkok sambil mempertahankan sistem ekonomi kapitalis di wilayah tersebut. Tabik.
Penulis : Rudi Alfian
Editor : Nara J Afkar
Sumber Berita : ACJA-JMSI


![Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan dan Prof Li dari Hainan University [Jul]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Ketua-JMSI-Lampung-Ahmad-Novriwan-dan-Prof-Li-dari-Hainan-University.jpeg)

![Gubernur Mirza di DPRD Provinsi Lampung saat Sidang Paripurna APBD. Pemprov yakinkan APBD berbasis kesejahteraan masyarakat [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Mirza-di-DPRD-Provinsi-Lampung-225x129.jpg)
![Lionel Messi harus menerima pil pahit dari Spanyol [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Lionel-Messi-harus-menerima-pil-pahit-dari-Spanyol--225x129.jpg)




![Gubernur Mirza di DPRD Provinsi Lampung saat Sidang Paripurna APBD. Pemprov yakinkan APBD berbasis kesejahteraan masyarakat [Na]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Mirza-di-DPRD-Provinsi-Lampung-129x85.jpg)
![Lionel Messi harus menerima pil pahit dari Spanyol [Xin]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/Lionel-Messi-harus-menerima-pil-pahit-dari-Spanyol--129x85.jpg)





