Posisi ACJA di Mata dan Fikiran Xi Jinping

Minggu, 19 Juli 2026 | 19:07 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Fasilitas pemeliharaan pesawat milik Haikou Airport Aircraft Maintenance Engineering Co., Ltd. (HAAME) [Ju;]

Fasilitas pemeliharaan pesawat milik Haikou Airport Aircraft Maintenance Engineering Co., Ltd. (HAAME) [Ju;]

TIONGKOK-All-China Journalists Association (ACJA) berada di bawah pengawasan Departemen Publisiti Sentral Partai Komunis China dan bertindak sebagai penghubung resmi antara pemerintah dan komunitas pers.

Demikian dikatakan Nicholas, salah seorang pengurus ACJA yang membidangi hubungan Asia dan Afrika.

Karena sifatnya ini, hubungan ACJA dengan Presiden Xi Jinping adalah hubungan loyalitas ideologis dan institusional. Di mana Presiden China secara langsung menginstruksikan ACJA untuk memastikan media melayani kepentingan Partai.

Dimata dan fikiran Presiden Xi Jinping menekankan agar media di China harus “surnamed Party” (bermarga Partai), yang berarti media dan jurnalis di bawah naungan ACJA memiliki kewajiban untuk mencintai dan setia mengabdi pada Partai Komunis China.

ACJA beroperasi sebagai organisasi massa resmi yang mengawasi, melisensi, dan memberikan pelatihan politik serta keterampilan teknis kepada sekitar 200.000 jurnalis di seluruh China.

Baca Juga:  Purnama Wulan; Deteksi Dini Penyakit Jantung Rematik, Upaya Lindungi Generasi Masa Depan

Presiden Xi Jinping secara rutin memberikan surat ucapan selamat atau bertemu langsung dengan perwakilan ACJA dan pemenang penghargaan jurnalistik nasional, menegaskan pentingnya peran pers dalam menyebarkan kebijakan negara. ACJA ditugaskan untuk menyatukan para jurnalis dan menjadikan asosiasi tersebut sebagai “rumah” bagi mereka.

Di tingkat internasional, ACJA bertugas mempromosikan narasi resmi China dan menjalin kerja sama atau pertukaran dengan organisasi pers negara lain—termasuk kesepakatan dengan organisasi media di Asia, Afrika, dan negara yang terlibat dalam inisiatif Belt and Road-Pemerintahan Tiongkok yang meliputi Asia, Afrika, Amerika dll yang tercakup di 152 negara.

Akankah strategi yang dimainkan Presiden Prabowo akan memberikan manfaat bagi hubungan bilateral Indonesia-China?. Mereka dan Delegasi JMSI menunggu.

Baca Juga:  Polres Mesuji Gelar Apel Siaga Dalam Rangka Pemeliharaan Kamtibmas Selama Masa Libur Sekolah

Komunikasi Indonesia-Beijing yang intens diharap mengharmonisasi hubungan kedua negara lebih baik dan bermanfaat bagi media di Indonesia khususnya dan terkecuali Lampung tercinta.

Tak salah jika Delegasi Indonesia yang dipimpin Ketua Umum JMSI DR Teguh Santosa, Pembina dan Pendiri JMSI Mursyid Songsang asal Jambi, Julius M Sinaga, Ketua JMSI Kalimantan Tengah, Farida dari Farah.id dan Ketua JMSI Lampung Ahmad Novriwan menitip pesan; Indonesia dan Lampung butuh ‘Sister City’ untuk mengembangkan wilayah dan kualitas media yang menyambungkan dua kepentingan bersama Tiongkok. Tabik.


Penulis : Romy Agus


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : ACJA-JMSI

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini
Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur
Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI
Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF
Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU
Bahaya, Wabah Flu Burung Naik Lagi
Rial Kalbadi Pimpin Langit Biru Indonesia ASRI Way Kanan 
Sensus Ekonomi 2026 dan Pentingnya Data Akurat

Berita Terkait

Minggu, 9 Agustus 2026 - 22:26 WIB

19 Tahun Warga Menanti, Bupati Egi Pastikan Akses Baru Ranji Diperbaiki Tahun Ini

Minggu, 9 Agustus 2026 - 17:22 WIB

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agustus 2026 - 10:14 WIB

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:48 WIB

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agustus 2026 - 09:41 WIB

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Berita Terbaru

Pasukan Houthi di Yaman

#indonesiaswasembada

Yaman Kian tak Aman, Milisi Houthi Terus Menggempur

Minggu, 9 Agu 2026 - 17:22 WIB

Sekdaprov Dr Marindo Kurniawan Saat Membaca Sambutan Gubernur Lampung di FKPP di Lampung Selatan [Lin]

#indonesiaswasembada

Tantangan Ponpes Kian Berat, Berhadapan dengan Tekhnologi dan AI

Minggu, 9 Agu 2026 - 10:14 WIB

Ilustrasi Berita Mata-Mata

#indonesiaswasembada

Rahasia PBB Bocor, Ada Mata-mata Israel di UNICEF

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:48 WIB

Presiden Iran Masoud Pezeshkian sedang menyampaikan pidato di Teheran, Iran [xin]

#indonesiaswasembada

Iran Siap Nego Damai, Kalau AS Gak Dustai MOU

Minggu, 9 Agu 2026 - 09:41 WIB