Longsoran Es dan Batu di Nepal Picu Musibah di Tiongkok

Senin, 31 Agustus 2026 | 17:44 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 29 Agustus 2026 ini menunjukkan area-area utama yang terdampak tanah longsor di Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

Foto dari udara yang diabadikan menggunakan drone pada 29 Agustus 2026 ini menunjukkan area-area utama yang terdampak tanah longsor di Pelabuhan Gyirong di wilayah Gyirong, Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya. (Xinhua)

GYIRONG-Longsoran es dan batu yang berasal dari gletser pegunungan tinggi di Nepal telah diidentifikasi sebagai penyebab bencana tanah longsor dahsyat yang menerjang Pelabuhan Gyirong di Daerah Otonom Xizang, Tiongkok barat daya, pada 26 Agustus, ungkap otoritas setempat pada Minggu (30/8).

Gletser di lereng selatan Gunung Langtang Lirung di Nepal runtuh pada ketinggian sekitar 5.200 meter, sehingga memicu longsoran es dan batu, menurut konferensi pers yang digelar oleh kantor informasi pemerintah daerah tersebut.

Baca Juga:  Pimpinan MPR Ziarah, Muzani : Pentingnya Peran Historis Bagi Indonesia

Longsoran tersebut meluncur dengan cepat menuju ketinggian sekitar 4.000 meter, menggerus lereng gunung dan berkembang menjadi aliran material yang masif, yang kemudian menerjang sejauh sekitar 22 kilometer sebelum mencapai Pelabuhan Gyirong pada ketinggian sekitar 1.800 meter.

Bencana itu meluluhlantakkan area seluas sekitar 0,7 kilometer persegi, menghancurkan 27 bangunan dan fasilitas terkait di area tersebut.

Baca Juga:  PT. BSA Kembali Adem

Temuan oleh tim tanggap darurat bencana kriosfer dari Institut Bahaya Pegunungan dan Lingkungan (Institute of Mountain Hazards and Environment) di bawah naungan Akademi Ilmu Pengetahuan Tiongkok (Chinese Academy of Sciences) tersebut didasarkan pada analisis data pemantauan pengindraan jauh dan data transmisi lapangan, serta survei dan investigasi di lokasi.[]


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Heri Suroyo


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung
Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS
Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik
Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan
Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan
Pengurus Bundokanduang Minangkabau Provinsi Lampung 2026-2030, Dikukuhkan
Guncang Industri Sinema Indonesia, Dua Siswi MTs Muhammadiyah Bintangi Film ‘Ageman’
Suling Jembatani Pertukaran Budaya Tiongkok-Indonesia

Berita Terkait

Minggu, 6 September 2026 - 23:41 WIB

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 September 2026 - 23:32 WIB

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 September 2026 - 23:26 WIB

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 September 2026 - 21:12 WIB

Pastikan Penyaluran 800 Ribu Ton Beras Bapang Tepat Sasaran, Elfianah Bentuk Tim Seluruh Kecamatan

Minggu, 6 September 2026 - 20:45 WIB

Pemprov Lampung Dukung PPDS Anestesiologi Unila, Perkuat Layanan Kegawatdaruratan dan SDM Kesehatan

Berita Terbaru

#indonesiaswasembada

GAK, Pemkab Mesuji Tindak Lanjuti Surat Edaran Gubernur Lampung

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:41 WIB

#indonesiaswasembada

Serangan Balasan, IRGC Iran Hantam Tiga Kapal AS

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:32 WIB

Virgandhi Prayudantoro, direktur pemberitaan Kantor Berita ANTARA, menyampaikan pidatonya pada Forum Media Asia-Pasifik yang digelar di Kota Shenzhen, Provinsi Guangdong, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

Direktur Pemberitaan ANTARA Ungkap Harapan Kerja Sama Media Asia-Pasifik

Minggu, 6 Sep 2026 - 23:26 WIB