Pemprov Lampung Perkuat SDM Desa Melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif 2026

Kamis, 9 Juli 2026 | 23:20 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

PESAWARAN —– Pemerintah Provinsi Lampung terus memperkuat kualitas sumber daya manusia (SDM) desa sebagai bagian dari upaya pengentasan kemiskinan, penciptaan lapangan kerja, dan penguatan ekonomi masyarakat.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui Pelatihan Vokasi Gerakan Cipta Ekonomi Produktif (GERCEP) 2026 yang digelar di Balai Desa Trimulyo, Kecamatan Tegineneng, Kamis (9/7/2026).

Kegiatan yang menjadi bagian dari program prioritas Pemerintah Provinsi Lampung tersebut diikuti peserta dari sejumlah desa melalui skema Mobile Training Unit (MTU) yang menghadirkan instruktur serta peralatan pelatihan langsung ke desa-desa.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur Lampung Jihan Nurlela menegaskan bahwa pelatihan vokasi menjadi instrumen penting untuk menyiapkan tenaga kerja yang kompeten sekaligus membuka peluang usaha baru di tengah masyarakat.

“Adanya program vokasi melalui semangat design thinking ini, kita harapkan ke depan teman-teman di desa-desa ini bisa melakukan pemecahan masalah by human center atau melalui pendekatan manusia yang mana tentu akan berbeda jika kita melakukan pemecahan-pemecahan masalah itu melalui pendekatan masalah itu sendiri,” ujarnya.

Wagub Jihan berpendapat bahwa pelatihan vokasi merupakan salah satu pengurai persoalan ketenagakerjaan yang terintegrasi dengan program unggulan Pemerintah Provinsi Lampung, yakni Desaku Maju.

Ia menjelaskan program tersebut mengintegrasikan berbagai intervensi pembangunan desa, mulai dari sektor pertanian, infrastruktur hingga penguatan kapasitas SDM agar mampu mendukung terbentuknya ekosistem ekonomi desa yang lebih kuat.

“Desaku Maju ini sebuah program prioritas Provinsi Lampung yang harapannya bisa sukses mengintegrasikan banyak program lainnya. Ada program bidang pertanian di dalam suatu desa yang akan meletakkan instrumen seperti RMU, dryer, ada POC, kemudian pembangunan jalan lingkungan, dan hari ini kita integrasikan juga dari sektor SDM-nya. Yaitu sumber daya manusianya kita latih agar nanti bisa masuk ke dalam ekosistem dan membangun ekosistem itu lebih sempurna lagi,” katanya.

Baca Juga:  Gus Yusuf, Darah Segar bagi NU dan Umat

Wagub Jihan mengungkapkan bahwa tantangan ketenagakerjaan di Lampung masih cukup besar.

Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2026, dari sekitar 4,9 juta penduduk yang bekerja, hanya sekitar 31 persen yang berada di sektor formal, sementara sisanya masih bekerja di sektor informal.

“Data ini tentunya mengingatkan bahwa pekerjaan rumah kita bukan hanya soal membuka lapangan kerja baru, tetapi yang tidak kalah penting adalah meningkatkan kualitas SDM kita, produktivitasnya, dan daya saing kerja sumber daya masyarakat kita,” ujarnya.

Ia menambahkan pelatihan vokasi tidak hanya berorientasi pada penguasaan keterampilan teknis, tetapi juga membangun pola pikir kritis dan kemampuan memecahkan masalah melalui pendekatan design thinking.

“Bapak Ibu sekalian yang belajar di program vokasi ini bukan untuk kita sediakan lapangan pekerjaannya, tetapi kita ciptakan bagaimana mindset kita itu bisa berpikir kritis, bisa brainstorming masalah, bisa melakukan mitigasi dari masalah tersebut, membuat solusi, membuat alternatif-alternatif jalan keluar sehingga Bapak Ibulah yang berperan nanti menciptakan suatu lapangan kerja, membuat solusi-solusi sehingga di desa-desa tersebut terdapat ekosistem yang baik,” tegasnya.

Lebih lanjut, Wagub Jihan menilai pembangunan SDM menjadi fondasi utama dalam mendukung hadirnya industri dan pengembangan ekonomi desa.

“Untuk itu pelatihan vokasi ini adalah salah satu langkah yang nyata pemerintah untuk menyiapkan tenaga kerja yang terampil, yang kompeten, dan juga profesional,” katanya.

Baca Juga:  Kajati Lampung Siap Berkolaborasi dengan Pemprov Lampung

Sementara itu, Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Lampung Agus Nompitu menjelaskan bahwa pelatihan vokasi ini bertujuan meningkatkan keterampilan teknis masyarakat desa, mendukung kegiatan pertanian yang lebih efisien, mendorong kemandirian ekonomi lokal, sekaligus menekan angka pengangguran terbuka di Provinsi Lampung.

“Tingkat pengangguran terbuka Provinsi Lampung saat ini, untuk pertama kalinya di tahun 2026 ini, tembus di bawah 4 persen, di angka 3,95 persen,” ungkapnya.

Ia menjelaskan, pelatihan vokasi tahun 2026 dilaksanakan melalui skema Mobile Training Unit (MTU) dengan fokus pada kejuruan pengelasan dasar peralatan pertanian.

“Skema yang diarahkan pemerintah asalah instruktur yang datang ke desa-desa. Jadi dengan keterbatasan jarak dan juga segala bentuk akses pelayanan maka Gubernur memberikan satu solusi dengan skema MTU, yaitu Mobile Training Unit, di mana instruktur yang hadir ke desa-desa,” jelasnya.

Agus menyebutkan, pada tahun 2026 pelatihan dilaksanakan di 33 desa yang tersebar di 13 kabupaten/kota dengan total sekitar 528 peserta.

Sebelumnya, pada tahun 2025 sebanyak 928 orang telah mengikuti pelatihan serupa di berbagai desa.

Metode pembelajaran yang diterapkan berbasis kompetensi dengan komposisi 30 persen teori dan 70 persen praktik agar peserta tidak hanya siap kerja, tetapi juga siap pakai.

Melalui program ini, Pemerintah Provinsi Lampung berharap lahir SDM desa yang unggul, produktif, dan berdaya saing sehingga mampu memperkuat ekosistem ekonomi lokal sekaligus mendukung terwujudnya visi pembangunan “Bersama Lampung Maju Menuju Indonesia Emas”.


Penulis : Desty Efriyani


Editor : Nara


Sumber Berita : Pemprov Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam
Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada
Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power
Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual
Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla
Ketua DPR RI minta Pemerintah Tindak Tegas Pelaku Karhutla
Persadin Fun Gelar Olahraga dan Pengabdian Masyarakat
Israel Mati Ketakutan, Adukan Turkiye ke “Kakak Besar” AS

Berita Terkait

Senin, 24 Agustus 2026 - 17:02 WIB

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agustus 2026 - 14:19 WIB

Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada

Senin, 24 Agustus 2026 - 12:56 WIB

Prabowo Terima Menlu dan Menhan Tiongkok, GREAT Institute: Indonesia Stabilizing Power

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:39 WIB

Pimpinan DPR Terima Aspirasi Rakyat Pati Meliputi RUU Perampasan Aset, Masalah Nelayan,Kekerasan Seksual

Senin, 24 Agustus 2026 - 11:34 WIB

Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla

Berita Terbaru

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas  gabungan terus dilakukan. [sony]

#indonesiaswasembada

Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agu 2026 - 17:02 WIB

ILustrasi Gejolak Thailand Selatan

#indonesiaswasembada

Thailand Memanas, Malaysia Minta Warga Waspada

Senin, 24 Agu 2026 - 14:19 WIB

#indonesiaswasembada

Presiden Prabowo Minta Perkuat Penanganan Karhutla

Senin, 24 Agu 2026 - 11:34 WIB