Kasus Asma dan ISPA di Malaysia Meningkat Tajam

Senin, 24 Agustus 2026 | 17:02 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas  gabungan terus dilakukan. [sony]

Dokumen Pemadaman yang dilakukan petugas gabungan terus dilakukan. [sony]

KUALA LUMPUR-Lonjakan tajam dalam jumlah kasus asma dan infeksi saluran pernapasan atas (ISPA) tercatat di tengah kondisi kabut asap yang melanda beberapa wilayah di Malaysia, demikian disampaikan Menteri Kesehatan Malaysia Dzulkefly Ahmad pada Minggu (23/8).

Pemantauan yang sedang berlangsung menunjukkan bahwa kasus asma meningkat sebesar 259 persen, sementara kasus ISPA naik sebesar 124 persen selama pekan epidemiologi ke-32 dan ke-33 (dari 9 Agustus hingga 22 Agustus), kata Dzulkefly dalam sebuah taklimat media.

“ISPA mencatat angka tertinggi yaitu 3.674 kasus, mengalami kenaikan dari 1.637 kasus, sementara kasus asma mencapai 219 dibandingkan dengan sebelumnya 61 kasus,” ujarnya.

Baca Juga:  Perkuat Karakter Pramuka, Dukung Pembangunan Daerah

Dzulkefly menyebutkan tujuh wilayah mencatat angka Indeks Polusi Udara (Air Pollutant Index/API) yang tidak sehat per Minggu pukul 08.00 pagi waktu setempat, dengan lima di antaranya berada di Negara Bagian Sarawak, bagian utara Pulau Kalimantan, yaitu Serian (197), Kuching (185), Sri Aman (178), Samarahan (176), dan Sarikei (128). Area-area lainnya adalah Sungai Petani di Negara Bagian Kedah dan Taiping di Negara Bagian Perak, yang keduanya mencatat nilai API sebesar 126.

Menurut peringkat kualitas udara di negara tersebut, angka API nol hingga 50 dikategorikan sebagai “baik”, 51 hingga 100 sebagai “moderat”, 101 hingga 200 sebagai “tidak sehat”, 201 hingga 300 sebagai “sangat tidak sehat”, dan 301 ke atas adalah “berbahaya”.

Baca Juga:  Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar

Mengenai penyakit akibat cuaca panas, Dzulkefly mengatakan 90 kasus telah tercatat selama pekan epidemiologi ke-30 hingga ke-32 (26 Juli hingga 15 Agustus), yang terdiri dari 71 kasus kelelahan akibat panas, 14 kasus sengatan panas, dan lima kasus kram akibat panas (heat cramps). Selain itu, Dzulkefly juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada, menghindari paparan sinar matahari yang berlebihan, dan segera mencari pertolongan medis jika mengalami gejala apa pun.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Jakarta

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme
Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia
Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep
Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang
Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM
Sultan Dorong Donor Darah Digelar Serentak di 38 Provinsi
Junainah Jabat Lurah Kasui Pasar
Tim Media Gubernur dan Dugaan Pembatasan Peliputan, Semua Tahan Diri

Berita Terkait

Minggu, 11 Oktober 2026 - 08:37 WIB

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Jumat, 9 Oktober 2026 - 13:16 WIB

Pemprov Lampung Lantik Tiga Pejabat, Sekdaprov Tekankan Penguatan Pembangunan Manusia

Jumat, 9 Oktober 2026 - 08:38 WIB

Targetkan Pramuka Aktif Di Setiap Tingkatan, Kwarran Kasui Kunjungi Tiap Gudep

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:55 WIB

Pemprov-DPRD Sepakat Awas Ketat BBM Subsidi, Antrean Masih Panjang

Kamis, 8 Oktober 2026 - 18:45 WIB

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Berita Terbaru

Berita Utama

Yayasan Tahfidz dan Panti Asuhan Rentan Terpapar Paham Radikalisme

Minggu, 11 Okt 2026 - 08:37 WIB

Berita Utama

Polres WK Ungkap Curas 5 TKP Dan Penimbunan BBM

Kamis, 8 Okt 2026 - 18:45 WIB