Laporan : Vini
Berikut sinopsis Bajirao Mastani yang dibintangi Deepika Padukone seperti dikutip dari Liputan6.com
Kisah dimulai pada awal abad ke-18. Kekaisaran Maratha yang dipimpin Chhatrapati Shahu sedang mencari seorang Peshwa, atau setara dengan Perdana Menteri. Setelah melalui beberapa ujian, Bajirao (Ranveer Singh) dinyatakan lolos dan diangkat jadi Peshwa. Sepuluh tahun kemudian, istri Bajirao, Kashibai (Priyanka Chopra) didatangi temannya bernama Bhanu. Suami Bhanu dituduh sebagai mata-mata dan akan dieksekusi oleh Bajirao. Bhanu bersumpah suatu saat Kashibai akan merasakan kehilangan suami seperti dirinya.
Sementara itu, Bajirao yang mengembara ke Sironja didatangi utusan wanita dari daerah Bundelkhand yang meminta bantuan untuk melawan penyusup. Utusan ini bernama Mastani (Deepika Padukone), putri dari Raja Chhatrasal yang beragama Hindu dengan selirnya Ruhani, seorang Muslim asal Persia. Terpesona pada kemampuan bela diri Mastani, Bajirao memutuskan untuk membantunya.
Raja Chhatrasal merasa berterima kasih dan mengundang Bajirao merayakan Holi. Bajirao dan Mastani mulai saling jatuh cinta. Bajirao memberikan Mastani sebilah pedang, tanpa tahu ini menjadi simbol pernikahan bagi bangsa Rajput. Pulang ke Pune, Bajirao mendapati Kashibai sudah merenovasi istana mereka, dengan banyak hiasan cermin. Kashibai bisa melihat Bajirao dari kamarnya.
Mengejar Cinta
Mastani memutuskan mengejar Bajirao hingga ke Pune. Radhabai, ibu Bajirao menentang niat Mastani dan menempatkan wanita itu ke ruang untuk para gundik. Bajirao menjelaskan bahwa ia sudah menikah, dan kekaisaran tempatnya tak akan pernah menghormati kehadiran Mastani. Namun Mastani tak peduli, asal bisa bersama Bajirao. Kemudian, Bajirao mengumumkan bahwa Mastani adalah istri keduanya.
Kashibai dan Mastani sama-sama hamil. Namun Bajirao cenderung lebih perhatian pada Mastani. Kashibai sakit hati melihat Bajirao dan Mastani bermesraan di kamar, terlihat dari pantulan cermin yang memenuhi ruangan itu. Sedih, Kashibai memilih pulang ke rumah ibunya.
Dendam
Beberapa tahun kemudian, putra sulung Kashibai-Bajirao, Nana Saheb, berencana balas dendam dengan membunuh Mastani dan putranya. Kashibai tak tega, memberi tahu rencana ini pada Bajirao hingga ia bisa menyelamatkan Mastani.
Bajirao berterima kasih tapi Kashibai mengatakan Bajirao sudah menghancurkan hidupnya dan minta agar tak menemuinya lagi. Sambil menangis, Bajirao mengiakan permintaan Kashibai.
Tragis
Saat Bajirao pergi perang, Radhabai dan Nana Saheb menyekap Mastani serta putranya. Bajirao terluka parah akibat perang, makin terpuruk mengetahui Mastani dan putranya dipenjara.
Demi kesembuhan Bajirao, Kashibai mengirim surat, meminta agar Mastani dan putranya dibebaskan. Nana Saheb membakar surat itu, meski akhirnya membebaskan putra Mastani. Film ditutup dengan kematian Bajirao akibat luka perang yang parah dan Mastani yang tewas dalam penjara.##




![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-225x129.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-225x129.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-225x129.jpeg)
![Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan fasilitas produksi lokal di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (22/7) dengan kapasitas 5.000 unit per tahun. Pembangunan ini memperoleh dukungan dari pemerintah di tengah ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal alat berat di dalam negeri yang masih mencolok.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.13.11-225x129.jpeg)

![Ketua Umum Pengurus Besar Mathla'ul Anwar (PBMA) Dr. K.H. Jazuli Juwaini, M.A., M.M., melepas keberangkatan 448 mahasiswa Universitas Mathla'ul Anwar (UNMA) Banten, yang akan melaksanakan Kuliah Kerja Nyata (KKN) Tematik Tahun Akademik 2025/2026.[Hs]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.51.48-129x85.jpeg)

![Seorang peserta dalang remaja berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet di Daerah Istimewa Yogyakarta pada 21 Juli 2026.[]Seorang dalang remaja, Latif Listyo Wicoro (22 tahun) berlatih memainkan wayang sebelum pertunjukan dalam Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 di Gedung Societet, Yogyakarta, Selasa (21/7). Festival Dalang Anak dan Remaja 2026 diikuti oleh 20 peserta yang diselenggarakan hingga 24 Juli mendatang. Festival ini menampilkan pertujukan wayang kulit purwa dan wayang golek menak yang merupakan wadah bagi para dalang muda penerus sekaligus menjadi bagian dari upaya pelestarian seni pedalangan di kalangan generasi muda.](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.29.28-129x85.jpeg)
![Alih-alih memegang kamera, Veldesen Yaputra, mahasiswa arsitektur sekaligus kreator konten asal Indonesia, berdiri tenang di depan sebuah bangunan kuno China. Dengan buku sketsa di tangannya, dia secara cermat menggambar kerumitan struktur kayu dan lekukan atap bangunan megah tersebut.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.10.57-129x85.jpeg)
![Produsen alat berat asal China, LiuGong, memulai pembangunan fasilitas produksi lokal di Karawang, Provinsi Jawa Barat, pada Rabu (22/7) dengan kapasitas 5.000 unit per tahun. Pembangunan ini memperoleh dukungan dari pemerintah di tengah ketimpangan antara kebutuhan dan kapasitas produksi lokal alat berat di dalam negeri yang masih mencolok.[]](https://web.lintaslampung.com/wp-content/uploads/2026/07/WhatsApp-Image-2026-07-23-at-12.13.11-129x85.jpeg)


