TEHERAN-Angkatan Laut (AL) Korps Garda Revolusi Islam (IRGC) Iran menyasar sedikitnya tujuh kapal tanker minyak yang “melakukan pelanggaran” di Selat Hormuz dalam lima hari terakhir, demikian dilaporkan kantor berita semiresmi Iran, Fars, pada Sabtu (3/10).
Menurut laporan tersebut, AL IRGC menyasar lebih dari satu kapal tanker minyak setiap harinya, mengabaikan klaim berulang Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump bahwa “Selat Hormuz terbuka dan berada di bawah kendali negaranya.”
Mengutip MenchOsint, pengamat militer independen, Fars menambahkan bahwa pada Jumat (2/10) dua kapal tanker minyak meledak di Selat Hormuz, satu di pintu masuk jalur perairan tersebut dan satu lagi saat keluar dari selat tersebut.
MenchOsint juga menyebutkan bahwa dua kapal tanker asal Kuwait, yaitu Al FUNTAS dan KAZIMAH III, serta tiga kapal milik Uni Emirat Arab (UEA), yakni SINBAD, MERSIN PROSPERITY, dan AL RUWAIS, turut menjadi sasaran serangan di selat tersebut dalam empat hari sebelumnya.
Iran memperketat kendalinya atas Selat Hormuz pada 28 Februari, dengan melarang jalur pelayaran yang aman bagi kapal-kapal milik atau yang berafiliasi dengan Israel serta AS, menyusul serangan gabungan kedua negara tersebut terhadap wilayah Iran. []
Penulis : Nara J Afkar
Editor : Desty
Sumber Berita : Jakarta
















