Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Minggu, 4 Oktober 2026 | 11:03 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ken-Stanislus; Sahabat Perjuangan

Ken-Stanislus; Sahabat Perjuangan

PENGAMAT militer dan intelijen sekaligus pakar terorisme, Stanislaus Riyanta, memberikan dukungan penuh terhadap peluncuran film edukasi bertema toleransi dan keberagaman yang bertajuk Ageman.

Langkah sinematik ini dinilai sebagai terobosan krusial dan segar dalam memperkuat strategi kontra-radikalisasi, terutama bagi generasi muda.
Menurut Stanislaus, upaya pencegahan radikalisme dan terorisme tidak bisa lagi hanya mengandalkan pendekatan formal atau hukum semata. Diperlukan media yang dekat dan mampu menyentuh aspek psikologis masyarakat, khususnya para remaja yang rentan terhadap paparan ideologi kekerasan di media sosial.

“Intoleransi dan radikalisme adalah ancaman nyata yang kerap kali masuk melalui celah kerentanan sosial, seperti perundungan (bullying) serta minimnya ruang dialog di tengah masyarakat. Hadirnya film Ageman menjadi angin segar karena menggunakan pendekatan kreatif yang komunikatif untuk membentengi moral dan pikiran generasi muda kita,” ujar Stanislaus.

Baca Juga:  'Kasih Tanpa Batas': Pesan Pdt Daniel di Film Ageman

Ia menambahkan bahwa institusi pendidikan dan berbagai elemen masyarakat perlu memanfaatkan media visual seperti ini sebagai ruang diskusi. Dengan begitu, pemahaman tentang moderasi beragama dan indahnya keberagaman tidak lagi terasa kaku, melainkan menjadi refleksi yang mudah dipahami dalam kehidupan sehari-hari.

Film Ageman sendiri disutradarai oleh Jasper Lance dan diproduseri oleh eks aktivis gerakan radikal yang kini telah insaf, Ken Setiawan. Jalan ceritanya diadaptasi langsung dari kisah nyata transformasi perjalanan hidup Ken dari dunia radikalisme menuju komitmen kebangsaan dan moderasi beragama.

”Mas Ken itu sahabat saya, dan kita pernah study bareng di Yordania dan Israel. Jadi saya sangat mendukung ide berlian dan terobosan cara mengisi ruang kosong anak muda melalui film,” kata Stanislus.

Baca Juga:  Persepsi Publik terhadap Kinerja Mirza-Jihan Berdasarkan Penghasilan

Secara filosofis, judul Ageman (yang berarti pakaian atau keyakinan) membawa pesan mendalam bahwa perbedaan suku, ras, dan agama di Indonesia sejatinya adalah amanah lahiriah untuk saling mengenal dan melengkapi, bukan pemantik kebencian.

Melalui dukungan dari berbagai tokoh nasional dan pakar seperti Stanislaus Riyanta, film ini diharapkan dapat diputar secara luas melalui agenda nonton bareng (nobar) di lingkungan sekolah, universitas, hingga pondok pesantren di seluruh Indonesia guna mengumandangkan perdamaian dan merawat harmoni bangsa.[]


Penulis : Heri Suroyo


Editor : Nara J Afkar


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’
Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan
Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian
Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’
KWP Terus Rawat Persatuan dan Soliditas
ALih Fungsi Lahan Penyebab Banjir
Firli Bahuri  Sandang Gelar Doktor Hukum, Raih  IPK 4,0
Trafik Tol Sumatera Hanya 50%, BAKN Cari Bisnis Lain

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:28 WIB

Komisi 3 Berkunjung ke Rumah Kapolri Baru, Bawa 7 ‘Oleh-oleh’

Minggu, 4 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 21:50 WIB

Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 19:31 WIB

Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian

Sabtu, 3 Oktober 2026 - 18:27 WIB

Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

Berita Terbaru

Ken-Stanislus; Sahabat Perjuangan

Berita Utama

Pengamat Militer Stanislaus Dukung Penuh Film ‘Ageman’

Minggu, 4 Okt 2026 - 11:03 WIB


Pengusaha Amerika Serikat Elon Musk berbicara dalam Pertemuan Tahunan Forum Ekonomi Dunia (World Economic Forum/WEF) 2026 di Davos, Swiss, pada 22 Januari 2026. (Xinhua)

Berita Utama

Elon Musk Pimpin Proyek Pentagon; Kajian Perang Masa Depan

Sabtu, 3 Okt 2026 - 21:50 WIB

Berita Utama

Suara F-PKB tuk Kapolri Baru; Layani beri Kepastian

Sabtu, 3 Okt 2026 - 19:31 WIB

Berita Utama

Tugas Benny untuk Suyudi: Hapus ‘no viral no justice’

Sabtu, 3 Okt 2026 - 18:27 WIB