Satelit Lampung-1, Selangkah Maju

Rabu, 5 Agustus 2026 | 05:54 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ini roket tipe GZ-3 yang akan membawa Lampung-1 beserta satelit kembarnya Samarkand 2028 (milik Uzbekistan) ke orbit. Peluncurannya dilakukan dari laut lepas pantai Shandong pakai kapal khusus, bukan dari darat.[Xin]

Ini roket tipe GZ-3 yang akan membawa Lampung-1 beserta satelit kembarnya Samarkand 2028 (milik Uzbekistan) ke orbit. Peluncurannya dilakukan dari laut lepas pantai Shandong pakai kapal khusus, bukan dari darat.[Xin]

MUNGKIN agak membuat banyak yang terkejut soal Satelit Lampung-1 ini. Tapi sebenarnya, ini langkah maju pemprov membenahi banyak hal soal kesejahteraan rakyatnya.

Satelit Lampung-1 adalah satelit pengamatan bumi tipe hiperspektral berbasis AI (kecerdasan buatan). Jika tak ada aral melintang, hari ini Rabu 5 Agustus 2026 dilangitkan, dari lepas pantai Shandong, Tiongkok.

Ini bagian dari misi OSE Hyperspectral Twin Satellites milik perusahaan antariksa Tiongkok STAR.VISION Aerospace. Dan diluncurkan berbarengan dengan satelit Samarkand 2028 milik Uzbekistan.

Gimana awal mulanya? Ceritanya dimulai 28 Mei 2025, saat Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal menandatangani kerjasama dengan STAR.VISION di Kota Haiyang, Shandong, Tiongkok. Difasilitasi oleh Badan Riset dan Inovasi Nasional [BRIN]. Selama setahun lebih prosesnya berjalan. Tak banyak yang tahu. Wajar kalau masyarakat agak kaget-kaget. Walau cuma sebentar.

Poin penting yang harus di fahami semua, satelit ini bukan milik Pemprov Lampung. Satelit ini 100% milik dan dioperasikan oleh STAR.VISION Aerospace (Tiongkok). Pemprov Lampung cuma dapat hak akses data eksklusif untuk wilayah Lampung. Dimunculkan istilah tak sepeserpun menggunakan APBD diharap tidak riuh rendah berlebih.

Baca Juga:  Ketua TP PKK Provinsi Lampung Canangkan Desa TAPIS, Perkuat Kesehatan, Ketahanan Pangan, dan Ekonomi Keluarga dari Desa

Sebab, seluruh biaya pengembangan, peluncuran, dan operasional ditanggung STAR.VISION. Jadi ini model kerjasama pemanfaatan data, bukan pembelian satelit.

Apa kelebihan Satelit yang ditempeli namanya Lampung-1 ini? Kemampuan utamanya memotret bumi dengan resolusi spektral yang jauh lebih detail daripada satelit biasa, ditambah AI yang proses datanya langsung di orbit. Data ini dipakai Lampung untuk:

1. Pertanian: Pantau kesehatan tanaman padi/lada/kopi, kebutuhan air, kondisi lahan, dan sistem irigasi — supaya petani bisa antisipasi gagal panen lebih dini.
2. Mitigasi bencana: Deteksi dini banjir, tanah longsor, dan kebakaran hutan (Lampung kan rawan banget kedua hal ini).
3. Kelautan & perikanan: Pantau kualitas air sungai, garis pantai, ekosistem terumbu karang, dan bantu nelayan mencari titik ikan.
4. Tata kelola wilayah: Pantau perkembangan infrastruktur jalan/gedung, kawasan industri, aktivitas pertambangan ilegal, perubahan tutupan lahan, bahkan hitung kepadatan kendaraan.

Baca Juga:  RDP Bersama DPR RI, Gubernur Mirza Dorong Penataan HGU

Singkat cerita, Lampung tidak “beli satelit”, tapi akses data eksklusif dari satelit milik perusahaan Tiongkok yang namanya diabadikan jadi “Lampung-1”. Sebagai bagian dari kerjasama internasional-soal berapa rupiah yang harus dibayar dari penggunaan akses tersebut? hingga kini belum dibuka oleh Pemprov Lampung. Tujuannya supaya pembangunan Lampung bersumberkan pada data yang akurat, bukan cuma kira-kira alias terabas kongkol. []


Penulis : Nara J Afkar


Editor : Rudi Alfian


Sumber Berita : Lampung

Temukan berita-berita menarik lainnya

Berita Terkait

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 
186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia
Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika
Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini
Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih
Bangga! Pocil Polres Mesuji Raih Juara Umum II di Ajang Polisi Cilik Tingkat Polda Lampung  
Peringati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke 71, Ditlantas Polda Lampung Gelar Lomba Pocil 
Panglima TNI Kunjungi ITS Giuseppe Garibaldi, Lampung Kelak jadi Pangkalan Kapal Induk Ini

Berita Terkait

Minggu, 20 September 2026 - 10:21 WIB

Waketum Golkar Minta Publik Melihat Secara Proposional dan Faktual Polemik Misbakhun 

Sabtu, 19 September 2026 - 23:14 WIB

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 September 2026 - 22:25 WIB

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 September 2026 - 22:23 WIB

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 September 2026 - 14:41 WIB

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Berita Terbaru


Foto yang diabadikan pada 7 Agustus 2026 ini menunjukkan seorang dosen kejuruan asal Indonesia berjabat tangan dengan sebuah robot humanoid saat berkunjung ke sebuah perusahaan AI berwujud yang terletak di Kota Liuzhou, Daerah Otonom Etnis Zhuang Guangxi, Tiongkok selatan. (Xinhua)

#indonesiaswasembada

186 PT Vokasi Indonesia Pakai Standar AI Tiongkok-Indonesia

Sabtu, 19 Sep 2026 - 23:14 WIB

Ken Stiawan Sutradara FIlm Ageman

#indonesiaswasembada

Film Ageman Merestrukturisasi Logika dengan Mistika

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:25 WIB

Peperangan di Yaman dan Houthi Yaman

#indonesiaswasembada

Arab Saudi Gempur Houthi Yaman 300 an Kali dalam Sepekan ini

Sabtu, 19 Sep 2026 - 22:23 WIB

Presiden AS Larangan Beberapa media liputan di Gedung Putih. Menurutnya larangan itu karena media tersebut sering membuat laporan palsu.[Xinhua]

#indonesiaswasembada

Trump Larang CNN, MS NOW, dan Politico Liputan di Gedung Putih

Sabtu, 19 Sep 2026 - 14:41 WIB